Ketika Lorong Kumuh Diubah Menjadi Lorong Kampung Korea

Kompas.com - 29/01/2019, 10:56 WIB
Warga lakukan foto selfie di Kampung Korea yang berada di Kampung Bugi, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (28/1/2019). KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKEWarga lakukan foto selfie di Kampung Korea yang berada di Kampung Bugi, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (28/1/2019).

BAUBAU, KOMPAS.com – Siapa yang tidak menyangka, lorong ini dulunya kumuh dan banyak sampah di sekitar rumah warga, namun kini disulap menjadi lorong yang indah dan asri.

Yang menjadi daya tarik adalah banyak tulisan hangeul Korea yang ditulis pada dinding rumah warga, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang datang berkunjung.

Mulai dari pintu gerbang hingga akhir lorong, banyak tulisan yang menggunakan aksara Korea ditulis di pagar rumah warga.

Baca juga: Pilih Wisata Kekinian atau Tradisional, ke Korea Saja…

Lorong yang terdapat di Kampung Bugi, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara itu kini menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda di sekitar Kota Baubau.

Saat memasuki lorong tersebut terdapat pintu gerbang besar dan di bawahnya terdapat tuilisan korea yang artinya Kampung Korea.

Baca juga: Pergi ke Korea Selatan Kala Musim Salju, Betapa Asyiknya…

Ketika masuk ke dalam lorong, terdapat jejeran payung yang diikat di atas lorong dan disamping lorong terdapat berbagai jenis bunga yang berjejer rapi.

Lalu pada dinding pagar rumah warga, terdapat berbagai lukisan dan juga tulisan aksara Korea.

Tulisan hangeul korea yang ditulis pada dinding rumah warga, menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang datang berkunjung ke Kampung Korea yang berada di Kampung Bugi, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (28/1/2019).KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE Tulisan hangeul korea yang ditulis pada dinding rumah warga, menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang datang berkunjung ke Kampung Korea yang berada di Kampung Bugi, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (28/1/2019).
Tulisan aksara Hangeul ini disandingkan dan tulisan asli Suku Ciacia Laporo yang memiliki persamaan kata dan arti.

Baca juga: Pengalaman Berbelanja ke Myeongdong, Surganya Kosmetik Korea

Sarianto, pemuda Kampung Bugi mengatakan, awalnya para pemuda Kampung Bugi melihat lorong belakang Puskesmas ini kumuh dan banyak sampah.

“Kami berpikir, bagaimana ini dibersihkan dan diganti dengan tulisan dan lukisan sehingga menjadi daya tarik tersendiri,” kata Sarianto, Selasa (29/1/2019).

Baca juga: Spot Baru Menikmati Laut Baubau, Tersembunyi di Balik Kebun Warga

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X