8 Tips Mengunjungi Pasar Lama Tangerang - Kompas.com

8 Tips Mengunjungi Pasar Lama Tangerang

Kompas.com - 31/01/2019, 13:09 WIB
Gerbang masuk menuju kawasan kuliner Pasar Lama, tepatnya di Jl. Kisamaun.KOMPAS.COM / VITORIO MANTALEAN Gerbang masuk menuju kawasan kuliner Pasar Lama, tepatnya di Jl. Kisamaun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak kota memiliki pusat jajanan tersendiri. Di Tangerang, Banten, pusat jajanan tersebut terletak di kawasan Pasar Lama. Seperti namanya, di kawasan ini juga terdapat pasar yang aktif pada pagi-siang hari.

Di malam hari, kawasan ini seakan disulap menjadi pusat kuliner dengan aneka ragam jajanan. Jalanan dipenuhi oleh lapak dan tenda pedagang serta pembeli yang hilir mudik.

Hal ini membuat banyak orang terpikat mengunjungi Pasar Lama. Untuk Anda yang berniat menyambangi Pasar Lama, berikut sejumlah tips dari KompasTravel:

1. Kunjungi pada akhir pekan

Meskipun kawasan Pasar Lama bakal semakin padat di akhir pekan, namun jenis kuliner yang tersedia pun semakin kaya pada hari Sabtu dan Minggu.

Beberapa penjaja makanan yang unik dan langka seperti gado-gado penganten atau ikan ceng cuan hanya akan muncul di akhir pekan.

2. Parkir sebelum masuk kawasan Pasar Lama

Tidak banyak kantung parkir yang tersedia di kawasan ini. Oleh sebab itu, Anda yang berencana mengendarai mobil sebaiknya datang sebelum gelap.

Anda dapat memarkirkan mobil di dekat menara jam jelang Jl. Kisamaun, tepatnya di depan kompleks berpagar ungu. Dari sana, Anda tinggal berjalan kaki atau menaiki becak menuju kawasan Pasar Lama.

Area parkir mobil sebelum kawasan Pasar Lama.KOMPAS.COM / VITORIO MANTALEAN Area parkir mobil sebelum kawasan Pasar Lama.

Jika tidak mendapatkan parkir ketika hari telah gelap, Anda akan terjebak di kemacetan yang cukup parah karena jalanan akan termakan oleh lapak dan tenda pedagang serta dijejali pejalan kaki.

Andai beruntung, Anda dapat memarkirkan mobil di celah antara lapak dan tenda pedagang. Kalau tidak, bersiaplah kecewa karena di Jl. Kisamaun diberlakukan sistem satu arah.

3. Wisata kuliner

Hal yang satu ini mustahil Anda lewatkan, mengingat wisata kulinerlah daya tarik utama Pasar Lama. Berbagai jenis asupan ada di sini, mulai dari kudapan, aneka jenis es, makanan berat, sampai santapan ekstrem seperti sate ular dan biawak.

Beberapa di antara jajanan tersebut terhitung legendaris karena usianya, sebut saja Es Podeng Varia, Es Bun Tin, Laksa Benteng, dan Sate H. Ishak.

Keramaian di Pasar Lama Tangerang dimulai jelang senja. Para pedagang dan pembeli akan tumpah ke tenda dan lapak di tepi jalan.KOMPAS.COM / VITORIO MANTALEAN Keramaian di Pasar Lama Tangerang dimulai jelang senja. Para pedagang dan pembeli akan tumpah ke tenda dan lapak di tepi jalan.

Jumlah penjaja kuliner di Pasar Lama akan membeludak ketika memasuki malam hari. Tenda dan lapak-lapak yang dipenuhi pelanggan bakal memakan lebih dari separuh badan jalan.

4. Membawa kamera

Kawasan Pasar Lama ibarat jantung yang senantiasa berdenyut. Kesibukan di kawasan ini pun bermacam-macam, mulai dari transaksi di pasar, becak yang hilir-mudik, serta jemaat yang mengunjungi Klenteng.

Baca juga: 5 Tips Berburu Foto di Pasar Lama Tangerang

Momen ini cocok bagi Anda yang menggemari street photography. Upayakan membawa kamera yang mudah dibawa ke mana-mana dan tidak mengganggu orang lain.

5. Menumpang becak

Becak menjadi salah satu moda transportasi yang mudah Anda temui. Terlebih bagi warga Jakarta, moda yang satu ini tentu mengundang nostalgia.

Seorang tukang becak keturunan Tionghoa Benteng di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten.KOMPAS.COM / VITORIO MANTALEAN Seorang tukang becak keturunan Tionghoa Benteng di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten.

Tarif menumpang becak di kawasan ini berkisar antara Rp 10-20 ribu, tergantung jarak yang ditempuh. Anda dapat berbincang-bincang dengan pengemudi becak yang beberapa di antaranya merupakan keturunan Tionghoa Benteng, mengenai kehidupan etnis tersebut di Tangerang.

6. Sedia pakaian yang nyaman

Suhu di Kota Tangerang terbilang panas ketika terik. Keadaan ini cukup membuat Anda mudah berkeringat. Selain itu, kawasannya yang terbuka tanpa satu pun pohon membuatnya minim tempat berteduh ketika hujan turun.

Gunakanlah pakaian yang nyaman untuk menjelajahi kawasan ini. Ada baiknya, kenakan topi dan sediakan payung untuk mengantisipasi terik dan hujan yang mungkin datang.

7. Sambangi Museum Benteng Heritage

Museum ini buka pada Selasa-Minggu dengan waktu operasional pukul 10.00-17.00. Untuk menuju ke sana, pilihlah gang kecil di sisi kanan depan menara jam. Museum Benteng Heritage memang terletak di tepi gang pasar yang sempit.

Sejumlah pernak-pernak Imlek mulai dijajakan di Pasar Lama, Tangerang, Banten. Kawasan ini memang terkenal sebagai Pecinan lantaran dihuni oleh banyak keturunan Tionghoa Benteng.KOMPAS.COM / VITORIO MANTALEAN Sejumlah pernak-pernak Imlek mulai dijajakan di Pasar Lama, Tangerang, Banten. Kawasan ini memang terkenal sebagai Pecinan lantaran dihuni oleh banyak keturunan Tionghoa Benteng.

Museum ini telah direstorasi kembali ke bentuk asalnya yang menyerupai rumah China. Di dalamnya, tersimpan berbagai koleksi budaya Tionghoa dan Peranakan yang sulit ditemui di tempat lain.

8. Berburu oleh-oleh khas

Kawasan Tangerang terbilang banyak dihuni oleh penduduk keturunan Tionghoa Benteng sejak lama. Akibatnya, di kota ini juga terdapat beberapa sentra produksi makanan khas Tionghoa.

Kecap menjadi salah satu oleh-oleh khas yang dapat Anda bawa pulang dari sini. Dua kecap legendaris, Kecap Benteng dan Kecap SH bisa Anda temukan di kawasan ini.

Selain itu, terdapat pula sentra produksi dodol dan kue keranjang yang produknya bakal Anda dapati dengan mudah di Pasar Lama.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X