Banyuwangi Festival 2019, dari E-Sport Competition hingga Event Sport Tourism

Kompas.com - 31/01/2019, 14:11 WIB
Pebalap menyelesaikan etape pertama Tour de Ijen 2012 yang menempuh jarak 124,7 kilometer dari Kota Banyuwangi menuju Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (7/12/2012)  Pebalap Uzbekistan Denis Shaymanov memenangi etape ini.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Pebalap menyelesaikan etape pertama Tour de Ijen 2012 yang menempuh jarak 124,7 kilometer dari Kota Banyuwangi menuju Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (7/12/2012) Pebalap Uzbekistan Denis Shaymanov memenangi etape ini.


BANYUWANGI, KOMPAS.com - Atraksi wisata Banyuwangi Festival yang rutin digelar sejak 2012 telah kembali resmi diluncurkan untuk tahun ini.

Sebanyak 99 atraksi bakal digelar sepanjang 2019. Dari 99 atraksi itu, sebanyak 30 atraksi didedikasikan untuk mengincar segmen milenial.

“Karena milenial ini mendominasi pasar pariwisata. Jadi memang ada atraksi atau agenda wisata yang di-setting khusus untuk segmen milenial,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (31/1).

Baca juga: Jadwal Festival Banyuwangi Sepanjang Tahun 2019 Bisa Dilihat di Aplikasi Ini

Pemilihan beragam atraksi wisata bagi para milenial tersebut dilakukan berdasar hasil survei terhadap perilaku dan hobi yang banyak disukai oleh para generasi milenial yang juga sering disebut sebagai “Generasi Y”.

“Pilihannya jatuh ke event musik, sport, teknologi, seni-budaya, dan religi,” ujar Anas.

Atas dasar riset tersebut, lanjut Anas, Banyuwangi merancang event-event yang menjadi kegemaran generasi milenial.

“Kami ingin selain bisa menikmati keindahan destinasi wisata Banyuwangi, milenial bisa menikmati event-event atraktif yang sesuai hobi mereka," kata Anas.

Baca juga: Banyuwangi Festival 2019, 30 Persen Agenda Bidik Wisatawan Milenial

Anas mencontohkan sejumlah event yang khusus didesain untuk segmen milenial. Di antaranya adalah E-Sport Competition (18-19 September) yang membidik atlet dan komunitas pencinta e-sport.

“Kita sedang rumuskan, nanti kompetisinya apa saja. Bisa Mobile Legends, Player Unknown’s Battelgrounds (PUBG), atau LoL. Atau semuanya kita kompetisikan. Yang jelas, kami mengajak seluruh atlet, pencinta, dan komunitas e-sport untuk hadir berkompetisi dan menikmati wisata Banyuwangi,” ujarnya.

Untuk ajang musik, ada Jazz Pantai Banyuwangi (9-10 Agustus), Jazz Gunung Ijen (21 September), Festival Band Pelajar dan Remaja Se-Jawa dan Bali (26-27 Februari dan 18-19 Oktober), dan Student Jazz Festival (24 September).

“Semua musisi yang hadir juga berdasarkan aspirasi milenial,” kata Anas.

Kemudian, untuk milenial penggemar olahraga terutama sepeda dan lari, ada 14 event sport tourism yang treknya melintasi destinasi-destunasi di Banyuwangi. Di antaranya Banyuwangi Ijen Green Run (21 Juli), Tour de Banyuwangi Ijen (23-26 September), Alas Purwo Geopark Run (17 November), dan Chocolate Glenmore Run (16 Februari).

“Pasti asyik berolahraga sambil menikmati kesejukan Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai kawasan geopark nasional," kata Anas.

Baca juga: Di Pulau Merah Banyuwangi, Sampah Plastik Bisa Ditukar Emas

Tak hanya itu, Banyuwangi juga menggelar Festival Film Pendek (9 Juli) dan Festival Juragan Pintar (30 Maret).

“Juga ada beragam festival lainnya untuk milenial,” ujarnya.

Anas menambahkan, Banyuwangi juga sudah menyiapkan video iklan khusus untuk segmen milenial.

“Konsepnya kita bikin anti mainstream, tidak seperti iklan wisata umumnya yang hanya menjual keindahan alam. Tapi kita bikin narasinya yg sesuai kehidupan milenial yang dikemas dalam cerita yang fun dan lucu,” pungkas Anas. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X