Kompas.com - 01/02/2019, 16:05 WIB
Proses pembuatan kue keranjang di industri rumah tangga milik Tan Joe Lie di di Jalan Veteran Gang Syukur 3, Pontianak, Kalimantan Barat (8/2/2018). Kue keranjang merupakan penganan khas berbahan dasar ketan dan gula pasir yang selalu tersaji setiap perayaan Imlek. KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANProses pembuatan kue keranjang di industri rumah tangga milik Tan Joe Lie di di Jalan Veteran Gang Syukur 3, Pontianak, Kalimantan Barat (8/2/2018). Kue keranjang merupakan penganan khas berbahan dasar ketan dan gula pasir yang selalu tersaji setiap perayaan Imlek.

JAKARTA, KOMPAS.com - Serupa dengan budaya manapun di dunia, perayaan Tahun Baru Imlek pun selalu menyiratkan tentang harapan dan kesuksesan yang baru. Imlek juga dimaknai sebagai momen untuk menengok jejak yang telah tertoreh setahun belakangan.

Satu hal unik yang telah menjadi tradisi Tionghoa ialah melakukan simbolisasi atas harapan. Simbolisasi tersebut diwujudkan dalam rupa sajian khusus Imlek.

Ketika hendak merayakan Imlek, terdapat beberapa sajian "wajib" sebagai perlambang harapan baru di tahun baru.

Kue keranjang menjadi salah satu sajian ikonik. Bentuknya yang bersusun meruncing seperti pagoda membuatnya gampang dikenali.

Pengamat budaya Tionghoa, Aji Bromokusumo menyebut, kue ini disebut kue keranjang lantaran proses pembuatan tradisionalnya menggunakan alat menyerupai keranjang.

Kue keranjang disebut sebagai nian (tahun) gao (kue) dalam bahasa Mandarin. Di saat yang sama, ata "gao" juga mengandung makna sejenis "tinggi".

Mengaduk Yu ShengKOMPAS/SARIE FEBRIANE Mengaduk Yu Sheng
Hal inilah yang membuat kue keranjang selalu disejajarkan dengan harapan menyongsong Tahun Baru Imlek yang berbunyi "nian nian gao gao", setiap tahun semakin tinggi.

Mi juga menjadi salah satu sajian yang mengandung harapan. Kalangan Tionghoa memang sering menghidangkan mi pada momen-momen khusus, seperti ulang tahun dan tahun baru.

Bentuk mi yang panjang diasosiasikan sebagai lambang umur atau kesuksesan yang tidak terputus.

Aji menambahkan, dalam tradisi China yang masih kental, rebung juga menjadi sajian wajib ketika Imlek. Rebung merupakan tunas bambu yang masih agak lunak untuk dimasak.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.