Kompas.com - 04/02/2019, 08:17 WIB
Atraksi barongsai yang disaksikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Festival Pecinan di Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018) KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DAtraksi barongsai yang disaksikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Festival Pecinan di Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018)


JAKARTA, KOMPAS.com - Perayaan Imlek merupakan saat yang tepat untuk menyaksikan kesenian barongsai. Mulai dari mal, hotel, sampai restoran menampilkan pertunjukan barongsai untuk menghibur orang banyak.

Gerakan yang lincah, akrobatik, diiringi musik yang dinamis membuat pertunjukan barongsai memang selalu ditunggu saat Imlek. Berikut adalah lima fakta seputar kesenian barongsai yang selalu keluar saat Imlek:

1. Asal Usul Barongsai

Menurut buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine dan kawan-kawan, terbitan St Dominic Publishing tahun 2015, asal usul barongsai berasal dari kepercayaan leluhur China.

Baca juga: Kilin, Barongsai Tunggangan Dewa yang Kian Langka di Indonesia

Mereka percaya setiap awal tahun baru adalah masa di mana para dewa dewi kembali ke kayangan untuk melapor ke Kaisar Langit. Maka saat ini roh-roh jahat di dunia menjadi semakin ganas karena tidak ada yang mengendalikan mereka ketika dewa-dewi rapat di kayangan.

Untuk itu diadakan tarian barongsai yang sebelumnya telah diberkati di kelenteng. Tarian barongsai dimaksud untuk mengusir setan.

2. Warna Merah dan Musik Meriah

Elemen warna dan iringan musik pada barongsai juga memiliki keterkaitan dengan asal usul barongsai. Dipercaya setiap tahun baru ada makhluk jejadian bernama nien, suka menyerang manusia khususnya anak-anak.

Baca juga: Jelang Cap Go Meh, Kasta Tertinggi Barongsai Dimandikan di Bogor

Konon makhluk jejadian tersebut takut akan warna merah dan bunyi yang keras seperti petasan dan musik nan meriah.

3. Barongsai Nama Asli di Indonesia

Penyebutan barongsai sebenarnya hanya ada di Indonesia. Nama asli kesenian ini di China adalah 'Wu Shi'. Negara Barat menyebut barongsai sebagai 'lion dance'.

Nama barongsai sendiri merupakan cerminan akulturasi China di Indonesia. 'Barong' berasal dari kesenian boneka Bali yang dimainkan oleh manusia di dalamnya. Sementara 'Sai' dalam bahasa Hokkian berarti singa.

Barongsai Kilin saat melakukan ritual dimandikan di Sungai Ciliwung,i Pulo Geulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/02/2018). Warga Tionghoa Bogor rutin memandikan kilin, di Sungai Ciliwung. Kilin merupakan kasta tertinggi dari tradisi barong.MAULANA MAHARDHIKA Barongsai Kilin saat melakukan ritual dimandikan di Sungai Ciliwung,i Pulo Geulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/02/2018). Warga Tionghoa Bogor rutin memandikan kilin, di Sungai Ciliwung. Kilin merupakan kasta tertinggi dari tradisi barong.

4. Barongsai Ada Kastanya

Kasta tertinggi dari barongsai adalah Kilin. Dipercaya kilin merupakan jenis binatang rekaan yang menggambarkan filosofi 13 unsur binatang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.