Kompas.com - 04/02/2019, 12:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak lengkap rasanya sebuah perayaan tanpa makanan. Begitu pula saat Imlek, keluarga biasanya akan berkumpul malam sebelum Imlek dan pagi Imlek untuk makan bersama.

Ada berbagai hidangan yang keluar di meja makan orang Tionghoa Indonesia. Kata pakar kuliner Willam Wongso, umumnya di meja makan saat Imlek ada berbagai unsur makanan dari yang hewan air, kaki empat, dan kaki dua. Berikut penjelasan mengenai makanan yang lazim ada di meja makan orang Tionghoa Indonesia saat Imlek:

1. Eight treasure soup (Sup delapan jenis)

Sup yang menggunakan delapan jenis bahan dasar yang terdiri dari teripang, jamur tungku, ikan, udang, perut ikan, kerang kering, abalone, jamur hitam, kacang ginko, dan biji lotus. Menyantap sup ini merupakan harapan dari usaha atau bisnis berkembang pesat di tahun yang baru.

2. Udang

Udang adalah makanan lambang kemakmuran, tak heran hidangan udang selalu ada di tradisi makan bersama Imlek, yang dimasak dengan bumbu khas masing-masing keluarga.

3. Teripang

Teripang yang biasanya dimasak dengan abalon merupakan lambang harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Uniknya harga teripang akan melambung tinggi jelang Imlek, hingga mencapai jutaan rupiah untuk kualitas teripang yang baik.

4. Ikan

Ikan yang punya bunyi sama dengan kata rezeki dalam Bahasa Mandarin. Maka dari itu ikan selalu ada di meja makan orang Tionghoa. Masing-masing daerah punya sajian ikan yang berbeda. Tionghoa Jakarta biasa menyajikan ikan bandeng.

Ikan bandeng menurutnya adalah lambang usaha yang lancar, melaju penuh keberuntungan.

"Lucunya saya cuma lihat bandeng ukuran besar di Jakarta, sekitar tiga kilogram saat jelang Imlek. Tak pernah lihat ikan berenang mundur, kan? Selalu ke depan," kata William.

5. Ayam kodok

Hidangan satu ini adalah juga masakan khas Tionghoa Peranakan Indonesia. Ayam disajikan secara utuh, dengan bentuk yang menyerui kodok gemuk, ayam kodok merupakan simbol kebahagiaan dan keberuntungan.

6. Mie

Mie merupakan lambang dari panjang umur. Pada tradisi China dalam memasak dan menyajikan mie dilarang untuk memotong karena dianggap lambang memperpendek usia.

7. Kue keranjang

Memiliki makna agar setiap hubungan menjadi erat dan lengket. Pada acara makan bersama kue keranjang disajikan dengan santan, kelapa muda dan pacar cina. Kemudian dikukus dengan bungkus daun pisang. Rasa legit terasa dengan harum daun pisang yang menyeruak.

8. Sajian Daerah

Meskipun sudah merantau jauh atau lahir di negara lain, orang Tionghoa punya sajian yang mengingatkan akan asalnya. Kadang kala sudah berakulturasi dengan sajian hidangan daerah tempat tinggalnya.

Misalnya sajian hakka, sajian kanton, atau tiao chiu. Meskipun makanan Tionghoa terlihat mirip, sebenarnya ada delapan mazhab masakan yang membedakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.