Kompas.com - 04/02/2019, 17:08 WIB
Ilustrasi hio atau dupa yang digunakan dalam ritual sembahyang Tionghoa. SHUTTERSTOCKIlustrasi hio atau dupa yang digunakan dalam ritual sembahyang Tionghoa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perayaan tahun baru hampir selalu dirayakan dengan penuh suka cita. Tak terkecuali bagi kalangan Tionghoa, yang juga merayakan Imlek dengan penuh suka.

Akan tetapi, selain bergembira, tradisi Tionghoa juga menyelipkan ritual sembahyang leluhur untuk mengingat kembali sekaligus mendoakan para leluhur. Tradisi ini dilakukan tak lama menjelang Tahun Baru Imlek.

KompasTravel mendatangi keluarga keturunan Tionghoa di bilangan Jakarta Barat yang tengah menggelar sembahyang leluhur.

Prosesi sembahyang di rumah tersebut dimulai tepat pukul 10 pagi. Seorang nenek mengambil hio (sejenis dupa) berukuran besar, membakar ujungnya, lalu melangkah melewati meja sembahyang sambil membawa hio yang mulai berasap wangi. Ia keluar pintu, berdiam sejenak di balkon rumah lantai dua.

Baca juga: Jangan Asal Mengepal, Ini Makna di Balik Salam Orang Tionghoa

Sesaat kemudian, si nenek mengangkat hio dengan kedua tangannya hingga persis di depan kening, mengayun-ayunkannya, seraya menunduk berulang kali.

Ia kembali ke dalam rumah, kemudian meletakkan hio tersebut di atas meja, bersandingan dengan pigura foto suami dan kedua orang tuanya yang telah tiada. Di hadapan pigura-pigura itu, berjajar aneka rupa hidangan, selain sepasang sumpit yang menancap tegak di mangkuk berisi nasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fifi (67), putri sulung si nenek menyebut jika tradisi sembahyang leluhur telah dijalankan turun-temurun setiap tahunnya menjelang Imlek.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang ingat leluhur kita,” ucapnya, menirukan pesan mendiang ayahnya. Sebagai anak sulung, ia bertanggung jawab atas kelangsungan prosesi ini.

Bahkan, sajian yang ia hidangkan di meja sembahyang masih persis sama dengan yang diwasiatkan ayahnya semasa hidup. Secara berurutan, ia menghidangkan lima cangkir teh, lima mangkuk arak, semangkuk nasi dan tiga mangkuk sayur. Ada pula tiga macam kue yang masing-masing berjumlah lima. Di barisan paling depan, teradapat tiga buah jeruk, pir, dan apel.

Jenis sajian pada salah satu keluarga Tionghoa yang menggelar prosesi sembahyang leluhur. Prosesi ini rutin dilakukan sebelum Imlek.KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Jenis sajian pada salah satu keluarga Tionghoa yang menggelar prosesi sembahyang leluhur. Prosesi ini rutin dilakukan sebelum Imlek.

Setelah mendoakan leluhur, Fifi beranjak ke arah balkon dengan segepok kertas berlainan warna. Berdasarkan pengamatan KompasTravel, terdapat kertas berwarna kuning mengilap serta kertas putih dengan ornamen perak di tengahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film House of Gucci di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film House of Gucci di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Travel Update
Desa Wisata Liya Togo di Wakatobi, Punya Kekayaan Wisata Bahari sampai Seni Budaya

Desa Wisata Liya Togo di Wakatobi, Punya Kekayaan Wisata Bahari sampai Seni Budaya

Jalan Jalan
Rute Menuju Ruang Lapang Bandung dari Terminal Ledeng

Rute Menuju Ruang Lapang Bandung dari Terminal Ledeng

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.