Kompas.com - 04/02/2019, 21:12 WIB
Seorang umat Budha Tridharma bersembahyang di klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Hou Kiong) Gorontalo. Klenteng ini mulai berbenah bersiap menyambut tahun baru Imlek 2567 Seorang umat Budha Tridharma bersembahyang di klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Hou Kiong) Gorontalo. Klenteng ini mulai berbenah bersiap menyambut tahun baru Imlek 2567

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Perayaan Imlek menjadi perayaan lintas etnis dan agama. Suasana yang meriah dengan dekorasi yang menarik membuat momen Imlek menarik untuk diabadikan. Salah satu tradisi sebelum atau saat Imlek adalah sembahyang ke kelenteng.

Momen ini juga yang menjadi buruan para fotografer untuk mengabadikan kemeriahan Imlek. Sebelum berburu foto di kelenteng, ada baiknya ketahui dahulu beberapa peraturan yang berlaku seperti berikut:

1. Siapa Saja Boleh Datang

Kelenteng biasa digunakan sebagai tempat beribadah pemeluk agama Konghucu. Di Kota Bekasi sendiri ada satu kelenteng yang memiliki usia ratusan tahun, yakni Kelenteng Hok Lay Kiong. Ketua Yayasan Kelenteng tersebut, Ronny Hermawan mengatakan kelenteng terbuka untuk siapa saja.

“Siapa saja boleh datang ke Kelenteng ini tidak terbatas pada agama. Mereka bisa datang untuk melihat nilai religi dan sejarah, juga orang Tionghoa yang sedang beribadah,” kata Ronny kepada KompasTravel, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/1/2018).

2. Waktu Sembahyang

Umat Konghucu tidak punya waktu khusus untuk bersembahyang, boleh kapan saja. Namun jadwal sembahyang umumnya dilaksanakan pada Ce It (tanggal satu pada kalender China setiap bulan) dan Cap Go (tanggal 15 pada kalender China setiap bulan).

Ketika Imlek, sembahyang umumnya dilakukan pada malam sebelum Hari Imlek atau pagi saat Hari Imlek. Momen sembahyang saat Imlek menjadi yang paling ramai dalam satu tahun.

Warga keturunan Tinghoa melakukan sembahyang sebelum menggelar ritual penyucian Kimsin (patung dewa-dewi) di Klenteng Pan Kho, Kampung Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (5/2/2016).KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Warga keturunan Tinghoa melakukan sembahyang sebelum menggelar ritual penyucian Kimsin (patung dewa-dewi) di Klenteng Pan Kho, Kampung Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (5/2/2016).

3. Menjaga Sopan Santun

Ketika mengunjungi kelenteng, menurut Ronny juga sebaiknya menjaga norma-norma yang ada. Seperti kesopanan dan kesusilaan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.