Mengintip Kemeriahan Imlek di Pasar Lama Tangerang

Kompas.com - 05/02/2019, 10:37 WIB
Hiruk-pikuk Pasar Lama Tangerang di malam hari. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANHiruk-pikuk Pasar Lama Tangerang di malam hari.

TANGERANG, KOMPAS.com - Kawasan Pecinan di Kota Tangerang, Banten ini tentu tak mungkin sepi menjelang Tahun Baru Imlek. Dihuni oleh banyak kalangan keturunan Cina Benteng (sebutan bagi keturunan Tionghoa di Tangerang), suasana Imlek terasa begitu kental di Pasar Lama.

Kesibukan mulai terasa ketika KompasTravel mengunjungi Klenteng Khongcu Bio, Selasa siang (29/12/2019) atau satu minggu sebelum Imlek yang jatuh pada 5 Februari..

Mobil-mobil umat Konghucu datang dan pergi menyinggahi area parkir Klenteng yang cukup lega. Kebanyakan mobil mampir membokongi lorong utama lantai dasar Klenteng, lantas terjadilah aktivitas bongkar muat barang dari bagasi mobil.

“Hari ini adalah Hari Persaudaraan,” kata Oey Tjin Eng (75), salah seorang yang turut membantu aktivitas bongkar muat barang.

Tjin Eng sempat lama menjadi pengurus Klenteng Boen Tek Bio, tetapi baru-baru ini mengundurkan diri dan lebih banyak bekerja di Klenteng Khongcu Bio.

Ketika merayakan Hari Persaudaraan alias Er Shi Sheng An, umat Konghucu yang mampu secara finansial akan membagikan berbagai barang kepada umat yang kurang mampu. Klenteng Khongcu Bio menjadi penyalurnya.

“Secara agamisnya memang begitu. Satu minggu sebelum Imlek, umat yang mampu akan bagi-bagi beras atau apapun,” kata Tjin Eng. Selain beras, beberapa umat juga tampak membagikan benda seperti buku, kitab suci, dan pakaian.

Berbeda dengan Khongcu Bio, Klenteng Boen Tek Bio yang terletak di kawasan pasar justru belum terlalu hiruk-pikuk. Klenteng ini menjadi rumah ibadah bagi penganut Tridharma yang meliputi kepercayaan Buddhisme, Taoisme, dan Konghucu.

Tampak beberapa lilin-lilin umat yang dibubuhi nama di Klenteng Boen Tek Bio, Tangerang, Banten.KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Tampak beberapa lilin-lilin umat yang dibubuhi nama di Klenteng Boen Tek Bio, Tangerang, Banten.
“Biasa, seperti ini saja. Ramainya kalau hari Imleknya saja atau satu hari sebelumnya. Umat mulai berdatangan,” ucap Yadi (52), petugas keamanan di Boen Tek Bio, “.”

Berdasarkan pemantauan KompasTravel, Klenteng Boen Tek Bio rata-rata kedatangan umat sekitar 10 menit sekali. Sekali datang, umumnya umat bersembahyang bersama dengan keluarga dengan jumlah tak sampai lima orang.

“Umat yang percaya akan pasang lilin dan kasih nama mereka. Supaya (masa depannya) terang. Namanya juga tradisi,” tambah Yadi yang mengaku sudah bekerja di Boen Tek Bio selama 18 tahun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

Jalan Jalan
7 Danau Terindah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

7 Danau Terindah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
5 Vila Terapung di Indonesia, Serasa di Maladewa

5 Vila Terapung di Indonesia, Serasa di Maladewa

Travel Tips
Dekat Danau Toba, Bandara Silangit Tingkatkan Kapasitas Penumpang Jadi 700.000 Per Tahun

Dekat Danau Toba, Bandara Silangit Tingkatkan Kapasitas Penumpang Jadi 700.000 Per Tahun

Travel Update
Seychelles Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dengan Bangka Belitung

Seychelles Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dengan Bangka Belitung

Travel Update
PHRI Jabar Soal Cuti Bersama 2021 Dipotong: Rugi dan Hanya Bisa Pasrah

PHRI Jabar Soal Cuti Bersama 2021 Dipotong: Rugi dan Hanya Bisa Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama Dipangkas, Disparbud Kabupaten Bandung Imbau Berwisata di Tempat yang Dekat

Cuti Bersama Dipangkas, Disparbud Kabupaten Bandung Imbau Berwisata di Tempat yang Dekat

Travel Update
Cuti Bersama Dipotong, Kabupaten Bandung Targetkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama Dipotong, Kabupaten Bandung Targetkan Wisatawan Lokal

Travel Update
Kadispar Bali Dukung Cuti Bersama 2021 Dipotong, Ini Alasannya

Kadispar Bali Dukung Cuti Bersama 2021 Dipotong, Ini Alasannya

Travel Update
Jadwal KA dari Daop 1 Jakarta yang Sudah Bisa Berangkat

Jadwal KA dari Daop 1 Jakarta yang Sudah Bisa Berangkat

Travel Update
Sempat Kebanjiran, Perjalanan KA dari Daop 1 Jakarta Normal Kembali

Sempat Kebanjiran, Perjalanan KA dari Daop 1 Jakarta Normal Kembali

Travel Update
Perjalanan Internasional ke Inggris Dilarang Hingga 17 Mei 2021

Perjalanan Internasional ke Inggris Dilarang Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ada Replika Howl's Moving Castle di Studio Ghibli Theme Park, Seperti Apa?

Ada Replika Howl's Moving Castle di Studio Ghibli Theme Park, Seperti Apa?

Travel Update
Danau Shuji Muara Enim, Wisata di Bekas Dapur Umum Pasukan Jepang

Danau Shuji Muara Enim, Wisata di Bekas Dapur Umum Pasukan Jepang

Jalan Jalan
Pengembangan Labuan Bajo Ngebut, Persiapan SDM Penting Dilakukan

Pengembangan Labuan Bajo Ngebut, Persiapan SDM Penting Dilakukan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X