Jawa Tengah Targetkan 1,2 Juta Wisman pada 2019

Kompas.com - 06/02/2019, 12:06 WIB
Candi Arjuna, salah satu destinasi wisata di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Foto diambil pertengahan November 2017. KOMPAS.com/NAZAR NURDINCandi Arjuna, salah satu destinasi wisata di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Foto diambil pertengahan November 2017.

SEMARANG, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan sebanyak 1,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2019 ini.

Kepala Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinung Nugroho mengatakan, target 1,2 juta wisman optimis terlampaui karena didukung dengan berbagai agenda dan kegiatan wisata.

Baca juga: Dieng Membeku, Seperti Ini Jalannya Dieng Culture Festival 2018

Selain kunjungan wisman, Pemda juga menargetkan angka kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) 40 juta kunjungan.

"Optimis target (1,2 juta wisman) tercapai. Kami siapkan event mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Jateng dan event nasional," ujar Sinung, saat dikonfirmasi, Rabu (6/2/2019).

Wisatawan sedang berfoto berlatarkan di bangunan arsitektur Eropa, di Lawang Sewu, Semarang, Rabu (28/3/2018). KOMPAS.com/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Wisatawan sedang berfoto berlatarkan di bangunan arsitektur Eropa, di Lawang Sewu, Semarang, Rabu (28/3/2018).
Meski menargetkan jumlah wisman yang relatif tinggi, ternyata data kunjungan wisatawan selama 2018 menurun dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Dinporapar, angka kunjungan wisman pada 2018 mencapai 677.168 orang, atau berkurang 13,37 persen dibanding 2017 sebanyak 781.107 orang.

Baca juga: KA Pariwisata Ditunjuk Kelola Lawang Sewu dan Museum KA Ambarawa

Sementara kunjungan wisnus, pada 2018 tercatat sebanyak 49.762.787 kunjungan atau meningkat dibanding 2017 sebanyak 40.118.470.

Sinung menjelaskan, penurunan kunjungan wisman dilatarbelakangi banyak hal. Salah satunya sejumlah lokasi wisata yang tengah direnovasi, bencana di berbagai wilayah di Indonesia, dan pintu masuk di Solo tidak melayani penerbangan internasional.

Ornamen laba-laba emas menghiasai taman wisata candi Borobudur menyambut wisatawan selama liburan panjang Natal dan Tahun Baru, mulai Jumat (21/12/2018).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Ornamen laba-laba emas menghiasai taman wisata candi Borobudur menyambut wisatawan selama liburan panjang Natal dan Tahun Baru, mulai Jumat (21/12/2018).
“Banyak event internasional yang biasanya digelar di Yogyakarta, tahun kemarin tidak digelar, dan itu berdampak ke Jateng,” katanya.

Baca juga: Berani Foto dengan Ikan Hiu di Karimunjawa?

Untuk menarik wisatawan, berbagai agenda wisata diluncurkan untuk menarik minat wisatawan datang. Sejumlah agenda dibagi menjadi tiga kategori, yaitu 17 agenda simbol dan ritus sosial, 8 festival upacara, dan 45 festival keragaman budaya Jawa Tengah.

Sejumlah agenda yang menonjol antara lain, Festival Kota Lama (4-5 Mei 2019), Borobudur International Arts and Performing Festival (BIAPF) (6-8 Juli), Dieng Culture Festival (2-4 Agustus 2019), Festival Cheng Ho (Agustus), Festival Payung Indonesia (September), Solo International Performing Arts (SIPA) (6-8 September 2019) dan Borobudur Marathon (November 2019).

Sam Poo Kong merupakan salah satu destinasi favorit di Semarang, Jawa Tengah. Terdapat patung Laksamana Cheng Ho yang terbuat dari perunggu dengan tinggi 12 meter.KOMPAS.COM/ALEK KURNIAWAN Sam Poo Kong merupakan salah satu destinasi favorit di Semarang, Jawa Tengah. Terdapat patung Laksamana Cheng Ho yang terbuat dari perunggu dengan tinggi 12 meter.
Selain itu, sejumlah agenda promosi yang sudah terjadwal pada 2019, antara lain Pasar Imlek Semawis (1-3 Februari), Solo Great Sale (1-28 Februari 2019), Prosesi Adat Boyong Grobog (3 Maret), Festival Perahu Naga di Pulau Nusakambangan (17 Maret), Kirab Budaya Demak (24 Maret), Sadranan (15 April), Gebyar Kartini (27 April), Dugderan (3-4 Mei), Tradisi Dhandangan (15 Mei).

Pada bulan Juni, agenda wisata yang digelar yaitu, Festival Serayu (1-2 Juni), Festival Kupat Lepet (21 Juni), lalu Lomba layang-Layang (14 Juli), Festival Lembah Merapi (1-4 Agustus), Grebeg Besar Demak (17 Agustus) dan Kirap Hari Jadi Banjarnegara (22 Agustus).

Para wisatawan menikmati Laut Karimunjawa dengan melakukan snorkeling saat mengikuti paket wisata Lets Go Karimun Jawa dari PT Pelni ke Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). Snorkeling adalah salah satu atraksi yang dapat dilakukan oleh wisatawan saat berkunjung ke Karimunjawa.KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Para wisatawan menikmati Laut Karimunjawa dengan melakukan snorkeling saat mengikuti paket wisata Lets Go Karimun Jawa dari PT Pelni ke Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2015). Snorkeling adalah salah satu atraksi yang dapat dilakukan oleh wisatawan saat berkunjung ke Karimunjawa.
Pada bulan September digelar Tradisi Jenang Tebokan (1 September), Festival Rogojembangan Pekalongan (6-8 September), Sebaran Apem Kukus Keong Mas (15 Oktober), Ketep Festival (18-20 Oktober), Ampyang Maulid (9 Oktober) dan Folklore (14-16 Desember).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X