Main ke Pantai Gunungkidul, Ini Saat Tepat Menikmati Undur-undur Laut - Kompas.com

Main ke Pantai Gunungkidul, Ini Saat Tepat Menikmati Undur-undur Laut

Kompas.com - 09/02/2019, 13:05 WIB
Olahan Undur-undur laut di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, Jumat (8/2/2019).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Olahan Undur-undur laut di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, Jumat (8/2/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mengunjungi Pantai Selatan Gunungkidul, DI Yogyakarta, belum lengkap jika tidak mencicipi kulinernya. Pada bulan Januari sampai Maret ini saat yang tepat untuk mencicipi makanan unik yakni undur-undur laut.

Pantai selatan Gunungkidul pada bulan Januari sampai Maret, lalu bulan Juli dan Agustus nelayan bisa menangkap undur-undur laut. Meski asing didengar namun hewan laut ini memiliki daging yang lezat, tidak kalah dengan rajungan atau kepiting.

Berbeda dengan undur-undur laut di sekitar Pantai Parangtritis yang memiliki ukuran kecil, undur-undur di Gunungkidul memiliki ukuran yang cukup besar.

Baca juga: Menikmati Kuliner Rica-rica Bekicot Khas Gunungkidul

Cukup mudah mencari makanan olahan ini, karena hampir setiap warung makan di pantai menyediakannya. Salah satunya di Pantai Drini, undur-undur dijual per kilogram Rp 100.000 yang bisa dipesan dengan berbagai olahan bumbu. Seperti saus padang, asam manis dan goreng.

Salah satu rumah makan yang menyediakan undur-undur laut adalah Rumah Makan Drini Indah yang terletak di pantai Drini, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari.

"Nelayan banyak yang menangkap undur-undur laut, dan bisa dipesan langsung ke warung makan," kata pemilik RM Drini Indah, Suyono saat ditemui di Pantai Drini, Jumat (8/2/2019).

Baca juga: Menikmati Kuliner Ekstrem di Gunungkidul, Berani?

Pemilik warung paling pojok ini mengaku bahan baku diperoleh dari nelayan pantai Gunungkidul, sehingga dipastikan kondisi undur-undur masih segar.

"Paling banyak yang dipesan pelanggan itu yang asem manis. Paling banyak dimakan di tempat, tetapi ada juga yang dibawa untuk oleh-oleh," ujarnya.

Pengunjung menikmati olahan Undur-undur Laut di salah satu rumah makan di Pantai Drini, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (8/2/2019).KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Pengunjung menikmati olahan Undur-undur Laut di salah satu rumah makan di Pantai Drini, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Jumat (8/2/2019).
Salah seorang pembeli, Yusuf Aditya mengatakan, daging undur-undur mirip rajungan. Namun dicangkang utamanya terdapat lemak yang cukup nikmat jika dimakan.

"Rasanya tidak berbeda dengan kepiting, ada perbedaan di dalam cangkangnya ada lemak yang cukup gurih," katanya.

Warga Wonosari ini rutin setiap sebulan sekali mengunjungi pantai Drini, salah satunya hanya untuk membeli undur-undur laut. "Enak, awalnya tidak percaya kalau undur-undur enak dimakan, ternyata gurih dagingnya," ucapnya.



Close Ads X