Kompas.com - 09/02/2019, 16:03 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya di Museum House of Sampoerna, Surabaya. Dok. KemenparMenteri Pariwisata Arief Yahya di Museum House of Sampoerna, Surabaya.

 JAKARTA, KOMPAS.com - Wisata kuliner dapat menjadi aktivitas yang dilakukan saat berkunjung ke Surabaya, Jawa Timur. Seperti Menteri Pariwisata, Arief Yahya yang menyempatkan diri untuk bernostalgia mencicipi kuliner khas Surabaya di Ria Galeria Restoran, Gubeng, Jumat (8/2/2019).

“Saya kangen dengan masakan Suroboyoan kulinernya maknyus, dan itu saya temukan salah satu tempatnya di sini,” kata Arief sesuai siaran pers yang diterima KompasTravel, Sabtu (9/2/2019).

Arief pernah bertugas di Surabaya saat dirinya menjadi Kepala Divisi Regional 5 Telkom Jawa Timur. Beberapa kuliner kesukaannya adalah penganan khas lokal yang rata-rata sulit ditemukan di kota lain selain Surabaya.

Baca juga: Jatim Meluncurkan 367 Agenda Wisata Tahun 2019

Contoh makanan yang disukai Arief adalah Iwak Pe atau mangut ikan pari seperti ikan mangut di Jawa Tengah. Kemudian ada Lorjuk khas Madura, bentuknya menyerupai kerang bambu dan disiram dengan kuah segar layaknya soto.

Pencari lorjuk menjemur lorjuk yang telah direbus. Setelah dikeringkan lorjuk dibuat beragam olahan makanan, sedangkan air rebusan dibuat menjadi petis.KOMPAS/RADITYA HELABUMI Pencari lorjuk menjemur lorjuk yang telah direbus. Setelah dikeringkan lorjuk dibuat beragam olahan makanan, sedangkan air rebusan dibuat menjadi petis.
Ada pula peyek udang, bakso, dan rujak cingur sebagai makanan khas Surabaya yang disukai Arief.

"Semuanya enak. Kalau ke Surabaya, jangan lupa wisata kuliner yang khas dan enak-enak,” kata Arief.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 5 Hal yang Bisa Dilakukan di Museum House of Sampoerna Surabaya

Selama kunjungan kerja ke Subaya dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2019, Arief juga menyempatkan diri berkunjung ke salah datu destinasi wisata yakni Museum House of Sampoerna.

Musem House of Sampoerna menempati bangunan bergaya Indies yang dibangun pada 1858 dan saat ini menjadi situs bersejarah yang dilestarikan.

Koleksi museum merangkum cerita tentang keluarga pendiri sampai melihat dari dekat proses penggulungan rokok yang masih dilakukan secara manual dalam produksi rokok Dji Sam Soe.

Di halaman museum terparkir sebuah bus berwarna merah khusus untuk mengantarkan pengunjung yang ingin berkeliling Kota Surabaya. Di sini pengunjung akan ditawarkan agenda keliling Surabaya gratis yang dikemas dalam acara Surabaya Heritage Track. (*)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X