Asita NTT Dukung Pemerintah Tutup Pulau Komodo

Kompas.com - 11/02/2019, 16:11 WIB
Beberapa kapal cepat yang membawa wisatawan bersandar di salah satu dermaga di Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/11/2015) pagi. KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoBeberapa kapal cepat yang membawa wisatawan bersandar di salah satu dermaga di Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/11/2015) pagi.


KUPANG, KOMPAS.com - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutananan dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah bersepakat untuk menutup Pulau Komodo di Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Penutupan itu mendapat tanggapan dari Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Provinsi NTT.

Baca juga: Ini Komentar Menpar tentang Isu Penutupan TN Komodo

Ketua Asita NTT Abed Frans mengatakan pihaknya mendukung penutupan pulau yang berada di Kabupaten Manggarai Barat itu.

Menurut Abed, dirinya senang dengan rencana penutupan itu karena sudah ada kejelasan, dibandingkan dengan sebelumnya yang belum diputuskan oleh pemerintah.

Jika sudah disepakati untuk penutupan Pulau Komodo, lanjut Abed, maka pihaknya akan menyesuaikan dengan mengatur paket perjalanan wisata ke TNK secara berimbang.

"Kami tidak keberatan dengan rencana penutupan Pulau Komodo, karena tujuannya untuk penataan menjadi lebih baik lagi,"ucap Abed melalui telepon selulernya kepada Kompas.com, Senin (11/2/2019) pagi.

Baca juga: KLHK Bentuk Tim untuk Mengelola TN Komodo

Abed mengatakan, dengan rencana itu pihaknya masih ada waktu 10 bulan untuk menjelaskan kepada wisatawan asing maupun domestik.

"Yang mau kita jelaskan kepada wisatawan itu bahwa bukan penutupan TNK, melainkan hanya Pulau Komodo. Karena itu, kita bisa tawarkan paket kepada wisatawan untuk ke Rinca, Padar, atau Pink Beach, dan obyek wisata lainnya di TNK," sebut Abed.

Wisatawan berjalan-jalan di pasir Pink Beach di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (10/5/2017).KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Wisatawan berjalan-jalan di pasir Pink Beach di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Flores, NTT, Rabu (10/5/2017).

Abed berharap, dengan penutupan Pulau Komodo, TNK bisa menjadi lebih baik lagi dari saat ini.

"Harapannya tentu sama seperti semua pelaku wisata lainnya, yaitu ke depannya Pulau Komodo dapat lebih baik lagi dalam menampung dan melayani wisatawan dengan segala fisilitas yang semakin baik, serta habitat komodo yang terus terpelihara dengan lebih baik lagi," ujarnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unik, Nonton Bioskop Tepi Sungai dari Atas Perahu

Unik, Nonton Bioskop Tepi Sungai dari Atas Perahu

Jalan Jalan
Kasus Covid-19 di Spanyol Meningkat, Inggris Raya Wajibkan Warganya Isolasi Mandiri Usai Berlibur di Sana

Kasus Covid-19 di Spanyol Meningkat, Inggris Raya Wajibkan Warganya Isolasi Mandiri Usai Berlibur di Sana

Whats Hot
Uniknya Wisata Setigi di Gresik, Bukit Kapur yang Instagramable

Uniknya Wisata Setigi di Gresik, Bukit Kapur yang Instagramable

Jalan Jalan
Tak Tinggal Diam, TNGR Akan Panggil Pengunjung yang 'Dugem Massal' di Savana Propok

Tak Tinggal Diam, TNGR Akan Panggil Pengunjung yang "Dugem Massal" di Savana Propok

Whats Hot
Mulai Buka Diri, 9 Negara Ini Sambut Turis Asing yang Ingin Liburan Sambil Kerja

Mulai Buka Diri, 9 Negara Ini Sambut Turis Asing yang Ingin Liburan Sambil Kerja

Whats Hot
Viral Video Pengunjung Buat Gaduh saat Malam, Savana Propok akan Ditutup

Viral Video Pengunjung Buat Gaduh saat Malam, Savana Propok akan Ditutup

Whats Hot
Video Viral Pedagang Tahu Bakso di Puncak Gunung Cikuray, Lihat Sunrise Bisa Sambil Nge-bakso

Video Viral Pedagang Tahu Bakso di Puncak Gunung Cikuray, Lihat Sunrise Bisa Sambil Nge-bakso

Whats Hot
5 Daerah Tujuan Wisata Favorit Wisatawan Saat Pandemi, Bali Teratas

5 Daerah Tujuan Wisata Favorit Wisatawan Saat Pandemi, Bali Teratas

Whats Hot
Rute Penerbangan Jakarta-Bali Jadi Favorit, 2.400 Kursi Terjual dalam 1 Minggu

Rute Penerbangan Jakarta-Bali Jadi Favorit, 2.400 Kursi Terjual dalam 1 Minggu

Whats Hot
Tips Cari Kuliner Halal di Wuhan China

Tips Cari Kuliner Halal di Wuhan China

Travel Tips
Rekomendasi Kuliner di Wuhan China, Cocok untuk Pencinta Pedas

Rekomendasi Kuliner di Wuhan China, Cocok untuk Pencinta Pedas

Makan Makan
Jadwal Kereta Api dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Bulan Agustus

Jadwal Kereta Api dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Bulan Agustus

Whats Hot
Catat, 5 KA Tambahan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Catat, 5 KA Tambahan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Whats Hot
Tempat Wisata di Klaten Siap Dibuka, Sudah Gelar Simulasi

Tempat Wisata di Klaten Siap Dibuka, Sudah Gelar Simulasi

Whats Hot
Dusun Girpasang Klaten Diusulkan Jadi Tempat Wisata, Apa yang Menarik?

Dusun Girpasang Klaten Diusulkan Jadi Tempat Wisata, Apa yang Menarik?

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X