Uniknya Pantai Watu Ulo Jember, Ada Batu Bagaikan Ular Raksasa

Kompas.com - 11/02/2019, 18:05 WIB
Batu memanjang yang konon merupakan jelmaan seekor ular naga ini menjadi latar belakang penamaan Watu Ulo pada pantai ini.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Batu memanjang yang konon merupakan jelmaan seekor ular naga ini menjadi latar belakang penamaan Watu Ulo pada pantai ini.

JEMBER, KOMPAS.com – Tidak hanya memiliki pantai dengan keindahan panorama, Kabupaten Jember ternyata juga memiliki destinasi yang memiliki keunikan tersendiri, salah satunya adalah Pantai Watu Ulo.

Sebenarnya Watu Ulo masih satu garis pantai dengan Payangan. Namun kawasan Pantai Watu Ulo berada di sisi barat garis pantai tersebut yang berbatasan dengan sebuah bukit di sebelah baratnya.

Baca juga: Pantai Payangan, Pesona Bagai Khayangan di Jember Selatan

Secara administratif, Watu Ulo juga verada di desa dan kecamatan yang sama dengan Pantai Payangan. Lokasi tepatnya adalah di Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.

Menuju Watu Ulo pun searah dengan Pantai Payangan. Nantinya menjelang sampai, akan ada plang petunjuk jalan menuju Pantai Watu Ulo. Cukup ikuti jalan yang ditunjukkan oleh plang itu dan perjalanan akan sampai di tujuan.

Batu Ular

Pantai Watu Ulo memiliki pasir yang berwarna hitam seperti di Payangan. Memandang ke arah timur, tersaji panorama bentang garis pantai yang luas hingga bukit-bukit di Payangan dan Taman Nasional Meru Betiri.

Baca juga: Romantisnya Teluk Love di Pantai Payangan Jember

Panjangnya garis pantai tampak berbelok dari arah timur menuju selatan di ujungnya. Belokan itu tampak bagaikan lengkungan raksasa dengan latar belakang perbukitan dan langit biru jika cuaca cerah.

Garis Pantai Watu Ulo yang memanhang ke arah Pantai Payangan.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Garis Pantai Watu Ulo yang memanhang ke arah Pantai Payangan.

Selain panoramanya yang indah, pantai ini dikenal karena memiliki keunikan tersendiri berupa sebuah batu yang memanjang ke lautan. Panjang batu ini yang terlihat adalah sekitar 110 meter dengan lebar kurang-lebih 4 meter.

Batu memanjang inilah yang menjadi asal penamaan Watu Ulo pada pantai ini. Watu Ulo terdiri dari dua kata dari bahasa Jawa, yakni watu berarti batu dan ulo yang berarti ular. Jika digabungkan, maka arti nama pantai ini adalah Batu Ular.

Watu Ulo yang Berselimut Legenda

Bentuk permukaan batu yang seolah seperti sisik juga semakin memperkuat persepsi jika batu ini menyerupai ular raksasa. Tentu keunikan formasi Watu Ulo ini membuatnya tidak lepas dari legenda yang menyelimutinya.

Baca juga: 5 Tips Berwisata ke Teluk Love Pantai Payangan Jember

Ada beberapa versi legenda tentang asal muasal batu yang memanjang ini. Salah satu legenda menyebutkan jika batu ini merupakan seekor naga yang sedang bersemedi. Konon ia diutus oleh Ajisaka untuk bersemedi dan akan kembali menjadi manusia begitu terbangun nanti.

Bentuk batu memanjang yang seperti sisik ular.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Bentuk batu memanjang yang seperti sisik ular.

Legenda lain menyebutkan jika batu ini adalah bagian tubuh dari naga jahat bernama Nogo Rojo. Ia begitu rakus dan memakan berbagai makhluk laut lainnya sehingga menyebabkan masyarakat setempat tidak bisa menangkap ikan.

Pada akhirnya, naga itu dikalahkan oleh seseorang bernama Raden Mursodo. Ia memotong Nogo Rojo menjadi tiga. Bagian kepalanya konon ada di Pantai Pantai Grajagan Banyuwangi, sementara ekornya ada di Pacitan.




Close Ads X