Kemenpar Targetkan 1,5 Juta Turis Australia

Kompas.com - 12/02/2019, 10:08 WIB
Wisatawan mancanegara menikmati pemandangan pedesaan sawah berundak (terasering) di Desa Tegallalang, Gianyar, Bali, Rabu (30/1/2019). Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Gianyar menargetkan kunjungan sebanyak tiga juta orang wisatawan mancanegara ke Gianyar selama tahun 2019. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFWisatawan mancanegara menikmati pemandangan pedesaan sawah berundak (terasering) di Desa Tegallalang, Gianyar, Bali, Rabu (30/1/2019). Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Gianyar menargetkan kunjungan sebanyak tiga juta orang wisatawan mancanegara ke Gianyar selama tahun 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan untuk mendatangkan 1,5 juta wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia sepanjang 2019.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional IV (Australia, Selandia Baru, dan Oseania) Kemenpar, Edy Wardoyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (10/2/2019), mengatakan berbagai promosi untuk menarik wisman negeri kanguru terus dilakukan sejak awal tahun.

Salah satunya dengan ikut berpartisipasi dalam acara Flight Centre World Travel Expo yang digelar pada 2-17 Februari 2019.

"Pada 2018, kita menghadapi begitu banyak bencana alam tapi Indonesia mampu menarik 1.286.108 wisman Australia masuk. Tahun ini kami targetkan 1,5 juta dari 20 juta wisman pada tahun 2019," ujarnya.

Baca juga: Promosikan Wonderful Indonesia, Kemenpar Bidik 4 Kota di Australia

Melalui ajang Flight Centre World Travel Expo, keindahan berbagai destinasi wisata Indonesia dipromosikan.

Acara itu diselenggarakan di empat kota besar Australia yakni di Sydney (2-3 Februari), Melbourne, Perth (9-10 Februari), serta Brisbane (16-17 Februari).

"Sydney, Melbourne, Perth, dan Brisbane adalah empat kota penyumbang angka kunjungan turis Australia terbesar ke Indonesia. Oleh sebab itu, keempat pasar utama ini terus digarap oleh Kemenpar. Di samping itu, kota-kota lain seperti Darwin, Hobart, dan Adelaide pun tidak dilupakan," kata Edy Wardoyo.

Sejumlah turis mancanegara berswafoto saat berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Kementerian Pariwisata menargetkan pada 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia naik sebesar 500 persen menjadi 5 juta dan menghasilkan devisa Rp 87 miliar serta wisatawan nusantara naik 300 persen menjadi 2 juta dengan total devisa Rp.1,78 triliun.ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAH Sejumlah turis mancanegara berswafoto saat berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Kementerian Pariwisata menargetkan pada 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia naik sebesar 500 persen menjadi 5 juta dan menghasilkan devisa Rp 87 miliar serta wisatawan nusantara naik 300 persen menjadi 2 juta dengan total devisa Rp.1,78 triliun.
Keikutsertaan Kemenpar dengan merek Wonderful Indonesia di Flight Center bukan tanpa alasan. Di samping nama Flight Centre sudah sangat populer, agen perjalanan wisata ini sudah berdiri sejak 1982 dan melantai di bursa pada 1995.

Dengan pengalaman 37 tahun di industri pariwisata itulah, keikutsertaan Indonesia di pameran Flight Centre dirasa perlu dan pas.

"Sebanyak 20 pelaku usaha wisata di Indonesia kami fasilitasi untuk mempromosikan destinasi di Indonesia kepada publik di Australia," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X