Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Alasan Semakin Banyak Orang Indonesia ke Singapura pada 2018

Kompas.com - 15/02/2019, 10:06 WIB
Silvita Agmasari,
I Made Asdhiana

Tim Redaksi

JAKARTA,KOMPAS.com - Wisatawan Indonesia tumpah ruah di Singapura. Sepanjang 2018 ada 3,02 juta wisatawan Indonesia yang berkunjung ke sana.

Jumlah tersebut tergolong sangat tinggi karena wisatawan Indonesia berada di peringkat ke dua paling banyak di Singapura, membuntuti wisatawan China dengan jumlah kunjungan 3,42 juta wisawatan.

Bahkan jika dibanding 2017, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Singapura naik dua persen.

Baca juga: Daripada Lewat Batam, Wisatawan Indonesia Pilih Langsung ke Singapura

Rupiah yang sempat melemah tidak menyurutkan kunjungan dan biaya belanja wisatawan Indonesia. Pengeluaran wisatawan Indonesia selama di Singapura naik delapan persen dibanding tahun sebelum.

Mengapa Banyak Orang Indonesia ke Singapura?

"Pasar Indonesia masih tetap kuat di 2018 di tengah nilai tukar rupiah yang sempat bergejolak. Meskipun mata uang tupiah melemah namun kami senang dengan masih tumbuhnya belanja para wisatawan Indonesia," kata Direktur Area STB untuk Indonesia, Raymond Lim dalam acara media gathering di Hotel Indonesia Kempinski, Kamis (14/2/2019).

Baca juga: Scoot Tawarkan Promo Mulai Rp 299.000 ke Singapura

Menurut Lim, hal ini sesuai dengan strategi STB dalam mengejar pariwisata berkualitas dan menegaskan kembali tentang masih kuatnya daya tarik Singapura sebagai salah satu tujuan utama perjalanan luar negeri bagi warga Indonesia.

Sadar akan daya tarik Singapura sebagai destinasi luar negeri incaran orang Indonesia, STB fokus ke pasar di luar Jakarta.

Caranya membuka kantor regional kedua di Surabaya pada akhir 2017 dan ternyata cara ini berhasil mendulang pertumbuhan kunjungan wisatawan Indonesia ke Singapura.

Selain itu disebutkan bahwa pada 2018 jumlah penumpang kapal pesiar dari Indonesia memberi kontribusi yang signifikan.

Jumlah penumpang kapal pesiar dari Indonesia pada 2018 mengalami kenaikan 69 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kapal Pesiar Genting Dream membuka rute baru dari Singapura menuju Surabaya dan Bali Utara pada Desember 2017. Istimewa/Instagram @DreamCruiseLine Kapal Pesiar Genting Dream membuka rute baru dari Singapura menuju Surabaya dan Bali Utara pada Desember 2017.
Lonjakan terjadi baik di segmen rekreasi maupun kelompok korporat yang menyelenggarakan pertemuan dan perjalanan insentif.

Pada 2018 Singapura dinobatkan sebagai tujuan wisata ramah Muslim berdasarkan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index.

Juga masih di 2018, STB menargetkan wisatawan milenial dengan meluncurkan kampanye global Passion Made Possible.

Tahun ini, STB menyebutkan akan berupaya menjaga pertumbuhan yang kuat dari belanja wisatawan Indonesia dan pertumbuhan yang cukup dari kunjungan wisatawan Indonesia.

Dengan cara menghadirkan destinasi baru dan acara yang dapat menarik wisatawan. Contohnya kompleks gaya hidup multiguna Jewel Changi Airport dan kawan belanja Design Orchard.

Juga memanfaatkan pertumbuhan olahraga Esport, promosi beragam tur halan kaki, dan bekerja sama dengan e-commerce di Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

Jalan Jalan
Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Travel Update
5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

Jalan Jalan
Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Travel Update
Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Jalan Jalan
Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Travel Update
Tips Pilih Makanan yang Cocok untuk Penerbangan Panjang

Tips Pilih Makanan yang Cocok untuk Penerbangan Panjang

Travel Tips
Harapan Pariwisata Hijau Indonesia pada Hari Bumi 2024 dan Realisasinya

Harapan Pariwisata Hijau Indonesia pada Hari Bumi 2024 dan Realisasinya

Travel Update
5 Tips Menulis Tanda Pengenal Koper yang Aman dan Tepat

5 Tips Menulis Tanda Pengenal Koper yang Aman dan Tepat

Travel Tips
Turis China Jatuh ke Jurang Kawah Ijen, Sandiaga: Wisatawan agar Dipandu dan Mengikuti Peraturan

Turis China Jatuh ke Jurang Kawah Ijen, Sandiaga: Wisatawan agar Dipandu dan Mengikuti Peraturan

Travel Update
8 Kesalahan Saat Liburan Berkelompok, Awas Bisa Cekcok

8 Kesalahan Saat Liburan Berkelompok, Awas Bisa Cekcok

Travel Tips
Sandiaga Bantah Iuran Pariwisata Akan Dibebankan ke Tiket Pesawat

Sandiaga Bantah Iuran Pariwisata Akan Dibebankan ke Tiket Pesawat

Travel Update
Hari Kartini, 100 Perempuan Pakai Kebaya di Puncak Gunung Kembang Wonosobo

Hari Kartini, 100 Perempuan Pakai Kebaya di Puncak Gunung Kembang Wonosobo

Travel Update
Artotel Gelora Senayan Resmi Dibuka April 2024, Ada Promo Menginap

Artotel Gelora Senayan Resmi Dibuka April 2024, Ada Promo Menginap

Travel Update
Artotel Group Akuisisi Hotel Century Senayan, Tetap Ada Kamar Atlet

Artotel Group Akuisisi Hotel Century Senayan, Tetap Ada Kamar Atlet

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com