Kompas.com - 15/02/2019, 11:24 WIB

Pertama, kita perlu menyiapkan bahan dan peralatan tenun ikat. Bahan-bahan itu antara lain adalah benang, kayu, dan papan. Benang terdiri atas berbagai macam jenis seperti benang kuning, benang biru laut, benang biru langit, benang merah hati, benang lodon, dan benang podang.

Harga benang berkisar Rp 100.000 per po'en. Satu po'en terdiri atas 5 ikat benang. Untuk bisa menenun 1 lembar kain Tama Lu'a, dibutuhkan 6 po'en.

Artinya, kita mesti siapkan 30 ikat benang untuk menghasilkan 1 lembar Tama Lu'a. Kayu juga terdiri atas berbagai macam jenis seperti laju (kayu dari pohon asam) dan alo (kayu dari bambu).

Setelah bahan dan peralatan tenun ikat disiapkan, langkah selanjutnya adalah mulai menenun.

Kedua, menenun. Proses menenun bisa dibedakan atas tiga tahap, yaitu ko'a ragi (membagi benang), taku kugu (mengangkat benang dengan menggunakan kayu), dan noru ragi (menenun).

Proses menenun Tama Lu'a biasanya memakan waktu 3 hari. Sementara itu, proses menenun ragi mite (sarung Palue) biasanya memakan waktu 4 hari.

Menurut Mama Tina, tahapan menenun yang paling sulit adalah membuat motif Tama Lu'a. Selain itu, penenun mesti punya gerakan tubuh yang lentur agar bisa menenun Tama lu'a dengan mudah.

Jika tidak, tubuh akan menderita pegal-pegal. Tama Lu'a pun akan butuh waktu yang agak lama untuk selesai ditenun.

Mama Tina menceritakan, para pengungsi dari Palue di Hewuli menenun Tama Lu'a untuk berbagai kepentingan yang berbeda. Biasanya, Tama Lu'a ditenun untuk pertama keperluan adat istiadat di kampung dan kedua tambah penghasilan keluarga dengan cara menjualnya.

Untuk kepentingan yang pertama, Tama Lu'a ditenun misalnya untuk acara adat Laki Mosa yang akan digelar pada tanggal 5 November 2019. Ritual laki mosa di Palue digelar sekali dalam 5 tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

Jalan Jalan
Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Travel Update
Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Jalan Jalan
Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.