Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/02/2019, 09:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdapat berbagai moda transportasi umum yang dapat Anda tumpangi ketika ingin bepergian ke luar kota, mulai dari pesawat terbang, kereta api, dan bus AKAP (antarkota-antarprovinsi). Jika Anda hendak menghemat waktu, maka pesawat tebrang menjadi pilihan paling logis.

Ada juga beberapa pihak yang ingin menikmati sensasi perjalanan ke luar kota, sehingga memilih menumpang kereta api. Waktu tempuh yang relatif singkat dan harga yang cukup terjangkau menjadi alasannya.

Namun, diresmikannya 7 ruas jalan Tol Trans Jawa oleh Presiden Joko Widodo Desember tahun lalu membuat waktu tempuh dari Jakarta ke sejumlah kota di Pulau Jawa jauh lebih singkat. Bahkan, Kamis (14/2/2019) pagi, bus trans Jawa resmi mengaspal perdana untuk jurusan Jakarta-Semarang-Solo.

Baca juga: Perdana, Bus Trans Jawa Beroperasi untuk Rute Jakarta-Semarang-Solo

Kehadiran bus AKAP yang melintasi tol Trans Jawa membuat waktu tempuh perjalanan menggunakan bus kian bersaing dengan kereta api. Dalam kondisi ideal, bus ini dapat melaju rute Jakarta-Semarang sejauh 480 kilometer selama  kurang lebih 6 jam perjalanan.

Bus trans Jawa pertama tengah menunggu penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (!4/2/2019) pagi.Dok. PO Putera Mulya Sejahtera Bus trans Jawa pertama tengah menunggu penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (!4/2/2019) pagi.
PO Putera Mulya Sejahtera menjadi perusahaan otobus pertama yang mengklaim diri sebagai bus trans Jawa dengan memberangkatan jenis double decker untuk jurusan Jakarta-Semarang-Solo.

Dengan harga tiket sebesar Rp 195.000, bus ini sanggup menjadi momok serius bagi kereta api kelas ekonomi premium dalam merebut pangsa pasar kelas menengah.

“Sejak diresmikannya Tol Trans Jawa, tingkat okupansi kami naik sampai 20 persen. Kebanyakan beralih dari kereta api,” ujar Kurnia Lesani Adnan, pimpinan PO Putera Mulya Sejahtera.

Baca juga: Kehabisan Tiket Promo Bus Trans Jawa? Nantikan Promo Keduanya

Perusahaan otobus ini memakai bus Scania tipe K410IB. Bus ini memakai sistem transmisi semiotomatis yang membuat peralihan transmisi terasa lembut. Penumpang pun mudah terlelap lantaran suasana kabin yang cenderung senyap.

Teknologi suspensi udaranya yang bagus pun membuat bus relatif stabil ketika digeber hingga kecepatan 120 km/jam. Kestabilan ini juga didukung oleh teknologi cruise control yang fungsinya serupa dengan fitur autopilot pada pesawat terbang.

Guncangan semakin minim karena bus dilengkapi dengan teknologi ABS (anti-lock brake system)dan retarder/exhaust brake yang membuat pengereman tetap pakem tanpa menarik tubuh penumpang.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+