Kompas.com - 18/02/2019, 07:23 WIB
Ruang tamu rumah adat Using yang ada di Desa Kemiren Banyuwangi, Jawa Timur. KOMPAS.com/IRA RACHMAWATIRuang tamu rumah adat Using yang ada di Desa Kemiren Banyuwangi, Jawa Timur.

"Cerocogan dulu buat dapur tapi sekarang di taruh di belakang buat gudang soalnya aktivitas banyak di dapur juga karena banyak tamu yang datang kesini sehingga butuh tempat yang lebih luas," kata Buang.

Selain rumah Using, Buang mengaku juga membangun rumah yang lebih modern atau yang dia sebut rumah gedong. Rumah gedong tersebut dibangun mengikuti keinginan anak dan cucunya yang menginginkan rumah modern.

"Jadi tinggal di sini ya di sana di rumah gedong. Tapi kalau saya banyakan disini," katanya.

Rumah adat Using juga masih dilihat di wilayah Sukosari Desa Kemiren Banyuwangi. Untuk menuju ke Sukosari, kita harus berjalan kaki karena tempatnya agak jauh dari jalan utama desa. Terdapat 10 rumah Using yang tertata rapi selaras dengan alam yang masih asri. Gebyok rumah juga diseragamkan yaitu dengan bahan kayu berwarna coklat.

"Sudah hampir setengan tahun seperti ini. Bagian depan rumah, gebyoknya diganti sama pihak desa," kata Mbok Wang saat ditemui Kompas.com di rumahnya.

Tempat tidur di dalam rumah adat Using yang kuno dan menggunakan kelambu.KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Tempat tidur di dalam rumah adat Using yang kuno dan menggunakan kelambu.
Menurutnya, gebyok lama miliknya digunakan untuk membangun ruangan belakang rumah. Mbok Wang juga menjelaskan, ada beberapa wisatawan yang datang ke wilayahnya untuk berjalan-jalan.

"Jumlahnya tidak banyak hanya beberapa, kadang mereka juga mampir untuk ngopi. Rumah kami terbuka untuk siapa pun yang datang kesini," katanya.

Seiring dengan majunya industri wisata di Banyuwangi, Arif Wibowo mengakui rumah adat Using menjadi tren di masyarakat Banyuwangi baik untuk rumah huni, penginapan, kedai atau rumah makan.

Hal tersebut tentunya membawa angin segar bagi dunia arsitektur di Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu upaya pelestarian.

Salah satu bagian dalam rumah adat Using di Desa Kemiren Banyuwangi, Jatim, yang dilengkapi dengan kasur khas Cemeng Abang (hitam merah).KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Salah satu bagian dalam rumah adat Using di Desa Kemiren Banyuwangi, Jatim, yang dilengkapi dengan kasur khas Cemeng Abang (hitam merah).
Namun, Arif juga tidak menampik jika banyak rumah-rumah Using di pedesaan yang kuno dibongkar lalu dijual dan pemilik rumah menggantinya dengan membangun rumah modern.

"Tapi yang terpenting adalah bagaimana rumah Using tetap digunakan masyarakat sebagai hunian bukan hanya sekadar mengikuti tren. Dan tentunya bangunan yang didirikan harus disesuaikan dengan budaya, tradisi dan iklim masyarakat di sekitar," pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X