LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Jika Anda tengah berlibur ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, jangan lupa membeli kain songke. Selain indah, kain songke juga memiliki peran penting dalam budaya masyarakat Manggarai.
Kain tenun khas Manggarai ini juga kerap disebut sebagai lipa atau towe.
Kain songke memiliki motif beragam dan sarat makna, diantaranya Wela Kawong, Ranggong atau laba-laba, Su’i, Wela Runu, Jok, Mata Manuk, dan masih banyak lagi.
Kain ini biasa digunakan oleh lakI-laki atau perempuan saat di rumah, menghadiri ritual adat dan acara penting lainnya, saat kelahiran dan pernikahan, bahkan sebagai kain kafan.
Ketika berkunjung ke Labuan Bajo Anda akan menemui banyak warga lokal dan toko-toko suvenir yang menjual kain songke ini.
Karena proses pembuatannya cukup lama, maka kain songke biasanya memiliki harga yang tinggi. Biasanya kain songke dijual dengan harga ratusan hingga jutaan rupiah.
Namun jangan khawatir, jika budget Anda tak cukup untuk membeli kain songke, selendang songke menjadi pilihan yang tepat unruk dijadikan suvenir.
Berbagai motif cantik selendang songke akan membuatnya cocok dipadukan dengan pakaian sehari-hari Anda atau digunakan sebagai ikat kepala.
Tak hanya selendang, kain songke biasanya juga dijual setelah diaplikasikan pada sepatu, tas, gantungan kunci, hingga pakaian. Beragam variasi pengaplikasian kain songke ini cocok ada jadikan sebagai oleh-oleh.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.