5 Fakta tentang Perayaan Cap Go Meh di Singkawang

Kompas.com - 19/02/2019, 16:04 WIB
Aksi para Tatung dalam Cap Go Meh 2569 di Singkawang, Kalimantan Barat (2/3/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANAksi para Tatung dalam Cap Go Meh 2569 di Singkawang, Kalimantan Barat (2/3/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kota Singkawang di Kalimantan Barat terkenal sebagai pusat perayaan Cap Go Meh di Nusantara. Cap Go Meh di Singkawang bahkan menjadi festival yang memikat wisatawan dalam maupun luar negeri.

Festival Cap Go Meh di Singkawang tutin diselenggarakan setiap tahun, 15 hari pasca Imlek. Biasanya ada pertunjukan yang selalu ditampilkan dalam perayaan Cap Go Meh. Berikut acara tersebut:

1. Pawai Tatung

Tatung adalah orang-orang terpilih yang kerasukan roh-roh dianggap baik, dan mampu menangkal roh jahat yang hendak menggangu keharmonisan hidup masyarakat.

Saat para tatung diarak keliling Singkawang, mereka biasanya dalam keadaan tidak sadar dan melakukan berbagai atraksi di luar nalar. Seperti menusukkan senjata tajam ke tubuh sendiri tanpa terlihat kesakitan atau berdarah.

Atraksi para tatung merupakan pertunjukan yang paling ditunggu dalam Festival Cap Go Meh di Singkawang. Biasa menjadi incaran para fotografer untuk diabadikan dalam foto.

2. Festival Lampion

Singkawang rutin menyelenggarakan festival lampion. Tidak hanya barisan lampion yang digantung, tetapi juga pawai degan tema lampion dan dekorasi Imlek. Berkali-kali festival lampion ini juga memecahkan rekor Muri. seperti pada 2009 ada 10.895 lampion dinyalakan di Singkaang. Menyusul pada 2018 ada 20.607 lampion dinyalakan.

Kemeriahan Pawai Lampion dalam rangkaian puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (28/2/2018)KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Kemeriahan Pawai Lampion dalam rangkaian puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (28/2/2018)

3. Ritual Sembahyang

Cap Go Meh sajatinya merupakan hari terakhir dari perayaan Imlek. Layaknya pembukaan tahun baru yang diawali dengan sembahyang, di hari penutupan Imlek juga harus dilakukan dengan sembahyang.

Di Singkawang, ritual sembahyang saat Cap Go Meh ditujukan pada Dewa Langit atau Ket Sam Thoi. Sebagai Kota Seribu Kelenteng, masyarakat Singkawang menganut kepercayaan Konghucu dan megucapkan syukur pada dewa-dewi di kelenteng pada Cap Go Meh.

4. Ritual Buka Mata Replika 12 Naga dan Pembakaran 12 Naga

Ritual buka mata replikas 12 naga, dilakukan untuk mengisi roh naga ke replika naga yang akan dimainkan dan diarak dalam pawai festival Singkawang. Diharapkan roh di dalam naga juga dapat menolak bala dan membuat Kota Singkawang selalu aman dan tentram.

Pada akhir penyelenggaran Cap Go Meh, 12 naga ini lantas akan dibakar di lapangan wihara dan menandakan segala rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek telah selesai.

Ritual buka mata sembilan replika naga Santo Yosep Singkawang Grup yang dipusatkan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat (28/2/2018)KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Ritual buka mata sembilan replika naga Santo Yosep Singkawang Grup yang dipusatkan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat (28/2/2018)
5. Pertunjukan Seni dan Budaya Serta Stan Kuliner

Selain empat ritual utama tersebut, biasanya masyarakat Singkawang memeriahkan Cap Go Meh dengan panggung seni dan budaya serta stan kuliner. Semua juga bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X