Kompas.com - 21/02/2019, 13:11 WIB


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Desa Mangunan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, berada di kawasan perbukitan namun memiliki pesona wisata yang tidak kalah dibandingkan dengan lokasi lainnya.

Di sana ada wisata alam yang menarik seperti hutan pinus, hingga kebun buah. Tak hanya itu, masyarakat setempat mulai bergeliat dengan memaksimalkan potensi keindahan alamnya dengan membuat wisata yang digunakan untuk meningkatkan perekonomian warganya.

Salah satunya Jelajah Sawah Pertanian Bawongan (JSPB) Songgo Langit, di Dusun Sukorame, Desa Mangunan. Hamparan sawah tadah hujan dijadikan lokasi wisata dengan membuat jembatan bambu yang berbentuk melingkar.

Tahun lalu, lokasi tersebut sempat viral di media sosial karena banyak masyarakat yang berswafoto dengan latar belakang sawah nan hijau dipadu dengan perbukitan di sekitarnya.

Pengunjung melintas Jembatan Jelajah Sawah Pertanian Bawongan, Dusun Sukorame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, YogyakartaKOMPAS.com/MARKUS YUWONO Pengunjung melintas Jembatan Jelajah Sawah Pertanian Bawongan, Dusun Sukorame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta

Pengunjung hanya perlu melakukan perjalanan darat sejauh 23 kilometer dari Kota Yogyakarta ke arah Kebun Buah Mangunan. Sesampainya di pertigaan kanan masuk Kebun Buah Mangunan, pengunjung mengikuti arah ke Kecamatan Playen, Gunungkidul. Pada sisi kanan sudah ada petunjuk menuju ke lokasi JSPB.

"Masuk ke sini murah saja, untuk pengunjung biaya masuknya per orang Rp 2.500, sudah termasuk asuransi," kata ketua Pengelola JSPB Songgo Langit Lagimin Budi Ismanto, saat ditemui disela upacara wiwitan di Dusun Sukorame, Selasa (19/2/2019) petang.

Menurut dia, konsep ini meniru wisata bakau di Bali. Saat itu dirinya dan warga setempat bimbang karena di beberapa dusun di Desa Mangunan sudah terdapat wisata.

"Kami hanya punya spot persawahan. Karena itu kami minta bimbingan Ketua Pokdarwis Desa Mangunan Pak Widodo, saat itu pak Widodo habis dari Bali dan melihat hutan mangrove sebagai tempat wisata," ucapnya.

Pengunjung melintas Jembatan Jelajah Sawah Pertanian Bawongan, Dusun Sukorame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, YogyakartaKOMPAS.com/MARKUS YUWONO Pengunjung melintas Jembatan Jelajah Sawah Pertanian Bawongan, Dusun Sukorame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta

Kemudian, sawah tanah desa seluas 2,5 hektar itu diubah menjadi lokasi swafoto dengan membangun jembatan bambu di atasnya. Namun ide itu tak mudah diwujudkan karena ada sebagian warga yang pesimis lokasi tersebut bisa berkembang.

Akhirnya tahun 2017 warga tetap membangun jembatan bambu sepanjang 357 meter yang berbentuk melingkar. Akhir tahun 2017, sebagian besar jembatan bambu telah selesai dibangun.

"Akhir tahun tepatnya bulan Desember 2017 sudah ada pengunjung, meski belum jadi sepenuhnya. Januari 2018 jembatan akhirnya rampung, dan diresmikan Bulan Februari 2018," ucap Lagimin.

Lagimin mengatakan dirinya dan warga saat ini bersyukur usaha yang dirintisnya sudah mulai dikunjungi banyak orang. Setiap hari ada ratusan orang yang berkunjung. Bahkan saat akhir pekan bisa mencapai 800 hingga 900 orang.

"Untuk saat selesai dipanen memang menurun, tetapi saat selesai masa tanam, dan akan panen itu ramai. Sawah disini karena tadah hujan bisa panen sebanyak dua kali," katanya.

Pintu masuk Jelajah Sawah Pertanian Bawongan (JSPB) di Dusun Sukorame, Desa Mengunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, YogyakartaKOMPAS.com/MARKUS YUWONO Pintu masuk Jelajah Sawah Pertanian Bawongan (JSPB) di Dusun Sukorame, Desa Mengunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta

Agar wisatawan tidak bosan, pengelola menabah lokasi swafoto mulai gardu pandang diatas bukit. Selain itu, juga akan dibangun joglo di tengah sawah.

"Di gardu pandang bisa menikmati sunrise indah," ujar Lagimin.

Pengunjung tidak perlu takut lapar karena di lokasi sudah ada pedagang makanan yang menjajakan makanan setiap hari. Toiletnya pun bersih.

Ketua BUMDES Seloaji Desa Mangunan, Aris Purwanto, mengatakan saat ini di Desa Mangunan ada beberapa lokasi wisata yakni wana wisata 9 lokasi dan 5 obyek wisata. Diakuinya saat ini pihaknya tengah merumuskan agar seluruh lokasi wisata bisa dikelola BUMDes untuk kesejahteraan masyarakat.

"Ke depan akan dikelola pemerintah desa melalui BUMDes. Saat ini desa kami setiap bulannya dikunjungi ribuan wisatawan, sehingga perlu pengelolaan yang baik," tutur Aris.

Salah seorang pengunjung asal Kota Yogyakarta, Slamet, mengaku tertarik mengunjungi Desa Mangunan karena ada berbagai obyek wisata alam.

"Tadi mampir ke Hutan Pinus, dan saat ini di JSPB. Nanti mau ke Pantai Gunungkidul. Kebetulan sedang liburan mau menyenangkan keluarga," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Negara Sumbang Kunjungan Wisman Terbanyak ke Indonesia pada Mei 2022

5 Negara Sumbang Kunjungan Wisman Terbanyak ke Indonesia pada Mei 2022

Travel Update
Kasu Covid-19 Naik, Perancis Imbau Warga Pakai Masker Lagi

Kasu Covid-19 Naik, Perancis Imbau Warga Pakai Masker Lagi

Travel Update
Padang Pariaman Punya Desa dengan Mangrove dan Pusat Wisata Religi

Padang Pariaman Punya Desa dengan Mangrove dan Pusat Wisata Religi

Travel Update
5 Fakta Burj Khalifa, Gedung Tertinggi di Dunia Saat Ini

5 Fakta Burj Khalifa, Gedung Tertinggi di Dunia Saat Ini

Jalan Jalan
Kunjungan Wisman Mei 2022 Tertinggi Sejak Pandemi, Ini Pendorongnya 

Kunjungan Wisman Mei 2022 Tertinggi Sejak Pandemi, Ini Pendorongnya 

Travel Update
Bepergian ke Portugal Kini Tak Perlu Syarat Perjalanan Covid-19

Bepergian ke Portugal Kini Tak Perlu Syarat Perjalanan Covid-19

Travel Update
8 Restoran Jakarta yang Cocok Dijadikan Tempat Dinner Romantis

8 Restoran Jakarta yang Cocok Dijadikan Tempat Dinner Romantis

Jalan Jalan
15 Gedung Tertinggi di Dunia, Ada yang Punya Lubang Kotak di Puncaknya

15 Gedung Tertinggi di Dunia, Ada yang Punya Lubang Kotak di Puncaknya

Jalan Jalan
The Jungle Waterpark: Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Aktivitasnya

The Jungle Waterpark: Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Aktivitasnya

Jalan Jalan
30 Ucapan Selamat Idul Adha dalam Bahasa Inggris dan Artinya

30 Ucapan Selamat Idul Adha dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Travel Tips
Kata Sandiaga Soal Film Hollywood Berlatar Bali tapi Syuting di Australia

Kata Sandiaga Soal Film Hollywood Berlatar Bali tapi Syuting di Australia

Travel Update
Ascott Akuisisi Oakwood, Perkuat Posisi di Pasar Penginapan

Ascott Akuisisi Oakwood, Perkuat Posisi di Pasar Penginapan

Travel Update
Museum Bahari Bakal Punya Ruang Titik Nol Meridian Batavia, Apa Itu?  

Museum Bahari Bakal Punya Ruang Titik Nol Meridian Batavia, Apa Itu?  

Travel Update
Gembira Loka Zoo Batasi Wahana Interaksi dengan Satwa, Cegah Wabah PMK

Gembira Loka Zoo Batasi Wahana Interaksi dengan Satwa, Cegah Wabah PMK

Travel Update
Nasib Sisa Makanan di Pesawat, Ada yang Dibakar 

Nasib Sisa Makanan di Pesawat, Ada yang Dibakar 

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.