Kompas.com - 22/02/2019, 12:10 WIB
Kain tenun sulam bermotif Lambaleda di Sentra IKM Rana Tonjong di Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Kamis (7/2/2019). KOMPAS.com/MARKUS MAKURKain tenun sulam bermotif Lambaleda di Sentra IKM Rana Tonjong di Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Kamis (7/2/2019).

Teto menjelaskan, warisan luhur dari nenek moyang orang Manggarai Timur adalah motif kain sulam yang tidak didatangkan dari luar. Kalau pohon kopi itu dibawa oleh Belanda saat masa penjajahan dan dilanjutkan oleh misionaris Katolik dari Eropa yang berkarya di Flores Barat, termasuk Manggarai Timur.

Jadi warisan yang asli dan diciptakan sendiri oleh nenek moyang orang Manggarai Timur adalah lambang-lambang motif yang terdapat di kain tenun sulam.

Teto menjelaskan, nenek moyang orang Manggarai Timur selalu menyebut kain tenun sulam karena disulam, sedangkan kawasan Ngada, Nagekeo, Ende, Maumere, Flores Timur dan Lembata mengenalnya dengan sebutan kain tenun ikat. Dari sisi bentuk karya dan motifnya sangat berbeda. Walaupun disebut kain tenun.

Staf Bagian Industri Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manggarai Timur, Maria SI Ndarung dan Oliva Helena kepada Kompas.com, Rabu (30/1/2019) menjelaskan, simbol atau motif di kain sulam yang ditenun kaum perempuan di seluruh pelosok Manggarai Timur memiliki makna arti bagi keberlangsungan hidup mereka, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Ndarung menjelaskan, motif itu melambangkan kepribadian orang Manggarai Timur yang menyatu dengan alam dan Sang Pencipta. Jadi motif itu bukan hanya ditempel di kain tenun sulam. Namun, motif itu memiliki nilai, makna sebagai orang Manggarai Timur.

Dua perempuang di Kampung Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT pada 2018 lalu sedang menunjukkan kain tenun sulam bermotif Congkar. Kain tenun sulam selalu dipakai saat ritual adat dan perkawinan di seluruh Manggarai Timur.KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Dua perempuang di Kampung Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT pada 2018 lalu sedang menunjukkan kain tenun sulam bermotif Congkar. Kain tenun sulam selalu dipakai saat ritual adat dan perkawinan di seluruh Manggarai Timur.
“Kami sudah mendata berbagai motif serta kisah dibalik motif itu dari penenun di seluruh Manggarai Timur saat melakukan monitoring serta mendata kelompok tenun di seluruh Manggarai Timur,” jelasnya.

Salah satu contoh motif yang berhubungan keramahan alam semesta, lanjut Helena, tenun sulam Lambaleda bermotif Jok Lambaleda, daun Tao sebagai pewarna benang dasar hitam, daun tao direndam selama 3 hari sampai hancur, kemudian disaring.

Air rendaman daun tao itu dicampur batu kapur laut yang sudah dibakar sampai hangus, dan larutan diendapkan selama 1 malam (dalam periuk tanah), kemudian airnya dibuang dan endapannya diambil, disimpan untuk diproses, kemudian ambil abu dapur yang telah dicampur dengan jelaga, letakkan dalam keranjang kemudian disiram air.

Air rembesan ditampung dalam sebuah wadah. Selanjutnya, campur air rembesan abu dapur dengan endapan tao dengan perbandingan 1:1 (direndam selama 1 malam). Setelah itu, masukkan benang putih ke dalam larutan seperti pada proses sebelumnya, didiamkan selama 2 jam kemudian diperas lalu dijemur. Kemudian, benang dicuci dengan air bersih sampai tidak luntur, benang dijemur dan dikeringkan.

Setelah semua proses ini selesai, selanjutnya penenun menenunnya di dalam rumah atau teras rumah, benang kering itu dimasukkan dalam purung atau paes (kayu bulat) untuk digulung, selanjutnya, dari gulungan benang langsung dipidik atang bentang benang dalam jangkar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Berwisata ke Danau Toba Naik DAMRI, Ini Rute dan Tarifnya

Travel Promo
Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Pertama Kali Naik Pesawat? Ini 10 Tahap Naik Pesawat dari Berangkat sampai Tujuan

Travel Tips
Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Ketahui, Daftar Tarif Parkir Resmi di Yogyakarta Sesuai Lokasinya

Travel Update
Ketinggalan Barang di Kamar Hotel? Ini Prosedur Pengembaliannya

Ketinggalan Barang di Kamar Hotel? Ini Prosedur Pengembaliannya

Travel Tips
14 Tempat Bersejarah di Jakarta Pusat, Ada Museum dan Taman

14 Tempat Bersejarah di Jakarta Pusat, Ada Museum dan Taman

Jalan Jalan
Rute ke Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Tempat Sunset berlatar 3 Gunung

Rute ke Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Tempat Sunset berlatar 3 Gunung

Travel Tips
Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Indahnya Sunset Berlatar Tiga Gunung

Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Indahnya Sunset Berlatar Tiga Gunung

Jalan Jalan
Instalasi Seni Imagispace 2022 di Jakarta, Hadirkan Teknologi Sensor Ikuti Gerak Tubuh

Instalasi Seni Imagispace 2022 di Jakarta, Hadirkan Teknologi Sensor Ikuti Gerak Tubuh

Jalan Jalan
20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

Jalan Jalan
Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Jalan Jalan
Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Travel Update
Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Travel Update
Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Travel Update
Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Travel Update
Cek Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru Little Venice Puncak

Cek Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru Little Venice Puncak

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.