Kompas.com - 24/02/2019, 19:52 WIB
Pengunjung menikmati senja di Pantai Tablolong, Kupang, NTT, Minggu (10/2/2019). KOMPAS.com/NANSIANUS TARISPengunjung menikmati senja di Pantai Tablolong, Kupang, NTT, Minggu (10/2/2019).

KUPANG, KOMPAS.com - Bagi Anda yang ingin mencari suasana tenang dan jauh dari keramaian kota Kupang, Pantai Tablolong bisa menjadi salah satu tempat alternatif untuk mewujudkan itu.

Pantai ini berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Kupang ke arah Tenau dan lamanya perjalanan kurang lebih 1-1,5 jam.

Minggu (10/2/2019), Kompas.com berkesempatan untuk mengeksplorasi pantai yang khas dengan matahari terbenam (sunset)-nya itu.

Kami berangkat pada pukul 4 sore agar tak terlalu lama menanti momen matahari tenggelam. Dari Kupang, mobil yang kami tumpangi melaju dengan kecepatan sedang menuju arah barat. Pengemudinya adalah seorang anak muda yang telah hafal lintasan jalan sehingga perjalanan kali ini tentu lebih mudah.

Baca juga: Indahnya Sunset di Pantai Ria Ende Flores

Namun, bila jalan sekitaran kota masih terbilang mulus, situasi berbeda kami alami ketika mulai keluar kota Kupang. Lubang membentang di mana-mana. Apalagi dalam beberapa hari terakhir Kupang sendiri dilanda hujan yang tak menentu.

Sebelum benar-benar masuk ke lokasi pantai, kami berhenti di gapura selamat datang dan harus membayar karcis sebesar Rp 5.000 per kepala.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perjalanan diteruskan dan menurut sang sopir, kami masih harus menempuh jarak 3 km. Lumayan jauh. Padahal kami pikir, keberadaan gapura tadi menjadi penanda kalau Pantai Tablolong memang telah di depan mata.

Baca juga: Keindahan Goa Kristal di Kupang Memukau Wisatawan

Tapi, kesabaran kami akhirnya berbuah hasil. Tekstur jalanan yang lebih banyak didominasi oleh kerikil-kerikil kecil menemani kami hingga tiba di area wisata itu. Kami beruntung sebab matahari belum benar-benar jatuh sehingga pemandangan laut biru berpadu dengan pasir putih dapat terekam jelas.

Lokasi ini juga menjadi menarik karena di hadapan wilayah pantai, ada genangan air payau yang membentuk danau mungil. Warnanya kehijauan, cocok untuk dijadikan spot fotografi.

Tepat di pintu masuk pantai, kami disapa oleh salah seorang pemuda yang merupakan penjaga di situ. Dan kami harus membayar lagi. Kami masuk lebih ke dalam. Tampak beberapa pengunjung sedang menikmati suasana sore itu. Ada yang sendirian, ada yang berpasangan, ada juga yang datang bersama rombongan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.