Kompas.com - 25/02/2019, 14:08 WIB
Reruntuhan Situs Keraton Pleret. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaReruntuhan Situs Keraton Pleret.

Jika mengira situs Kerto begitu megah karena merupakan keraton ketika kerajaan sedang berada di puncak kejayaannya, maka perkiraan itu salah besar. Jika dilihat sekilas, Situs Kerto kini hanya tampak seperti lahan kosong.

Baca juga: Situs Kerto, Keraton Kedua Mataram Islam yang Seakan Menghilang

Hanya ada umpak (alas tiang kayu) dari batu andesit berukuran 85 cm x 85 cm dengan tinggi sekitar 65 cm. Kini umpak yang tersisa di Situs Kerto hanya ada dua buah, sementara satu umpak lain kini ada di Masjid Saka Tunggal di daerah Taman Sari, Yogyakarta.

Diperkirakan Keraton Mataram Islam di Kerto nyaris tidak berbekas karena tidak terawat usai pusat kerajaan berpindah dari Kerto ke Pleret pada masa pemerintahan anak Sultan Agung, yakni Raden Mas Sayidin atau Amangkurat I.

3. Situs Pleret

Lokasi Situs Keraton Pleret diperkirakan ada di Situs Masjid Kauman Pleret. Masjid ini diperkirakan dulunya juga merupakan bagian dari Keraton Pleret. Di sinilah pusat Kerajaan Mataram Islam ketika Amangkurat I memerintah.

Berbeda dari Keraton Kerto, Keraton Pleret dibangun dengan bahan batu bata, Namun, peninggalan Keraton Pleret juga hampir sama dengan Situs Kerto, yakni nyaris tidak berbekas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya ada beberapa peninggalan seperti reruntuhan yang terkubur di dalam tanah dan juga beberapa umpak untuk tiang masjid.

Kehancuran Keraton Pleret tidak lepas dari masa kemunduran Mataram Islam pada masa pemerintahan Amangkurat I sehingga menimbulkan banyak pemberontakan.

Baca juga: Mencicipi Roti Kembang Waru, Kuliner Mewah Zaman Mataram Islam

Salah satu pemberontak yang berhasil menginvasi Keraton Pleret adalah Trunojoyo yang dibantu oleh Karaeng Galesong. Akhirnya dengan bantuan VOC, Amangkurat II (anak Amangkurat I) berhasil merebut kembali Keraton Pleret.

Pusat kerajaan kembali berpindah setelahnya karena Keraton Pleret yang sudah diduduki musuh dianggap telah tercemar.

Selain itu, kehanduran Situs Pleret kemungkinan disebabkan karena tempat ini pernah menjadi markas Pangeran Diponegoro. Pertempuran pasukan Diponegoro dengan VOC di sini semakin memperparah kerusakan Situs Pleret.

Diperkirakan pula kehancuran situs pleret disebabkan ketika VOC sedang gencar membangun pabrik gula, mereka banyak mengambil batu bata dari bangunan Keraton Pleret.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata ke Rawa Pening, Bersih dari Encek Gondok dan Ada Pentas Tari

Wisata ke Rawa Pening, Bersih dari Encek Gondok dan Ada Pentas Tari

Travel Update
Punya Pantai Indah, Desa Wisata Ngilngof Cocok untuk Sport Tourism

Punya Pantai Indah, Desa Wisata Ngilngof Cocok untuk Sport Tourism

Travel Update
Janji Sandiaga di Desa Wisata Ngilngof Maluku: Perbaikan Jaringan Internet

Janji Sandiaga di Desa Wisata Ngilngof Maluku: Perbaikan Jaringan Internet

Travel Update
Berkunjung ke Kos-kosan Pelajar yang Kini Museum Sumpah Pemuda

Berkunjung ke Kos-kosan Pelajar yang Kini Museum Sumpah Pemuda

Jalan Jalan
Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Nusa Aceh Besar dari Bandara

Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Nusa Aceh Besar dari Bandara

Jalan Jalan
Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Travel Update
Antigen 1x24 Jam Masih Jadi Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kapal, dan Bus Antarkota

Antigen 1x24 Jam Masih Jadi Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kapal, dan Bus Antarkota

Travel Update
Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam

Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam

Travel Update
Fasilitas Wisata di Desa Wisata Nusa Aceh Besar, Ada Becak dan Homestay

Fasilitas Wisata di Desa Wisata Nusa Aceh Besar, Ada Becak dan Homestay

Jalan Jalan
Cerita Perajin di Desa Wisata Arborek Raja Ampat yang Terdampak Pandemi

Cerita Perajin di Desa Wisata Arborek Raja Ampat yang Terdampak Pandemi

Travel Update
4 Koleksi Menarik Museum Sumpah Pemuda, Ada Biola W.R. Supratman

4 Koleksi Menarik Museum Sumpah Pemuda, Ada Biola W.R. Supratman

Jalan Jalan
Wisata Raja Ampat Sudah Buka, tapi Kunjungan Masih Sepi

Wisata Raja Ampat Sudah Buka, tapi Kunjungan Masih Sepi

Travel Update
Paket Wisata ke Raja Ampat Mahal, Ini Kata Sandiaga

Paket Wisata ke Raja Ampat Mahal, Ini Kata Sandiaga

Travel Update
7 Cara Memilih Durian yang Sudah Matang, Manis, dan Banyak Daging

7 Cara Memilih Durian yang Sudah Matang, Manis, dan Banyak Daging

Travel Tips
Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.