Nyepi, Kawasan Wisata Bromo Akan Ditutup pada 7-8 Maret 2019

Kompas.com - 01/03/2019, 08:14 WIB
Pemandangan Bromo dari PenanjakanKompas.com/Luthfia Ayu Azanella Pemandangan Bromo dari Penanjakan

KOMPAS.com – Kawasan Wisata Gunung Bromo  di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akan ditutup untuk wisatawan pada 7-8 Maret 2019. Penutupan ini berkaitan dengan Hari Raya Nyepi.

Masyarakat yang mendiami kawasan Bromo, khususya suku Tengger, mayoritas menganut agama Hindu. Di tengah kawasan pasir Bromo, kita bisa menemukan Pura Luhur Poten.

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rabu (27/2/2019), wisata Bromo akan ditutup mulai pukul 05.00 WIB pada Kamis (7/3/2019), hingga pukul 05.00 WIB, Jumat (8/3/2019) esok harinya.

Baca juga: Libur Akhir Tahun, Kawasan Gunung Bromo Raup Rp 1,9 Miliar

Surat penutupan BromoTNBTS Surat penutupan Bromo
Penutupan kegiatan wisata Gunung Bromo ini dalam rangka pelaksanaan Catur Bratha Penyepian Tahun Baru Saka 1941-2019 Masehi,” demikian keterangan pada surat edaran TNBTS.

Penutupan ini akan diberlakukan untuk segala pintu masuk ke kawasan ini, mulai dari Pintu Masuk Cemorolawang (laut pasir), Pintu Masuk Wonokitri (Penanjakan), hingga Pintu Masuk Coban Trisula.

Untuk itu, calon pengunjung yang sebelumnya berencana mengunjungi Bromo pada tanggal tersebut agar segera menentukan destinasi alternatif.

Baca juga: Menyaksikan Ombak Awan Bromo, Menaiki The Great Wall Seruni

Kepala Sub Bagian Data Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat menyarankan calon wisatawan untuk memilih kawasan-kawasan di sekitar Kabupaten Probolinggo.

“Bisa ke Batu yang banyak juga destinasi wisata menarik nya atau ke Malang Selatan melihat pantai selatan Malang,” kata Sarif, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/2/2019) sore.

Tidak hanya Bromo, Semeru yang masih masuk dalam kawasan taman nasional juga ditutup sejak awal tahun ini, untuk keperluan pemulihan ekosistem.

Oleh karena itu, para wisatawan disarankan untuk mengunjungi kawasan lain.




Close Ads X