Kompas.com - 02/03/2019, 08:06 WIB

PACITAN, KOMPAS.com – Monumen untuk pengingat perjuangan Jenderal Sudirman ketika bergerilya mempertahankan kemerdekaan Indonesia ada di banyak tempat. Hal itu karena Sang Jenderal dan pasukannya selalu berpindah markas ketika bergerilya.

Berbagai daerah seperti Yogyakarta, Ponorogo, Kediri, Trenggalek, dan Tulungagung menjadi bagian dari rute panjang perjuangan gerilya Jenderal Sudirman. Satu daerah lagi yang menjadi markas terlama Sang Jenderal adalah di Desa Pakis Baru, Pacitan.

Baca juga: Sentono Gentong, Memandang Indahnya Pacitan dari Ketinggian

Terletak di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut, markas Jenderal Sudirman di Pacitan memang cukup terpencil. Hal itu memang disengaja agar lokasinya tidak mudah dideteksi oleh pasukan musuh.

Patung Jenderal Sudirman di Monumen Jenderal Sudirman,Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Patung Jenderal Sudirman di Monumen Jenderal Sudirman,Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan.

Kini di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, telah didirikan Monumen Jenderal Sudirman untuk mengenang perjuangan Sang Jenderal. Terdapat patung Jenderal Sudirman setinggi sekitar delapan meter di monumen ini.

Rumah Tinggal Jenderal Sudirman di Pacitan

Sekitar empat kilometer dari monumen, terdapat peninggalan sejarah perjuangan Jenderal Sudirman yang hingga kini masih dijaga keberadaannya. Peninggalan itu sekilas berupa rumah joglo sederhana.

Akan tetapi, rumah sederhana ini bukanlah sekadar rumah biasa. Ternyata inilah rumah tinggal Jenderal Sudirman ketika ia dan pasukan Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) bermarkas di Desa Pakis Baru.

Rumah ini dulunya milik seseorang bernama Karsosemito. Di rumah inilah Jenderal Sudirman tinggal. Sang Jenderal ditemani oleh tiga pengawalnya, yakni Supardjo Rustam, Tjokropranolo, dan Utoyo Kolopaking.

Terdapat empat kamar di rumah itu. Satu kamar untuk Jenderal Sudirman, sementara tiga kamar lainnya untuk pengawalnya. Pengunjung bisa masuk ke kamar tiga pengawal, tetapi kamar Sang Jenderal tertutup dan tidak bisa sembarang dikunjungi.

Baca juga: Buyutan, Pantai Pasir Putih di Pacitan dengan Legenda Mahkota Dewa

Di dalam rumah itu, terdapat foto-foto perjuangan Jenderal Sudirman dan beberapa informasi mengenai perjalanan kisah perjuangannya. Meski ia menderita TBC sehingga satu paru-parunya harus dikempiskan, jarak tempuh perjuangan gerilyanya mencapai sekitar 693 kilometer.

Bagian dalam rumah tinggal Jenderal Sudirman saat bermarkas di Desa Pakis Baru, Pacitan.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Bagian dalam rumah tinggal Jenderal Sudirman saat bermarkas di Desa Pakis Baru, Pacitan.

Amben (semacam tempat tidur) yang dulu digunakan sebagai tempat tidur Jenderal Sudirman dan pengawalnya juga masih tetap dijaga keberadaannya. Tentu pengunjung tidak boleh tidur di atas amben itu karena usianya yang sudah tua.

Jenderal Sudirman dan pasukannya tinggal di Dusun Sobo, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan ini mulai 1 April 1949 sampai 7 Juli 1949. Inilah waktu paling lama Jenderal Sudirman bermarkas di suatu daerah ketika bergerilya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

Jalan Jalan
Pendaki Rinjani Jatuh Mengaku Didorong Perempuan Cantik, Pemandu Imbau 3 Hal Ini

Pendaki Rinjani Jatuh Mengaku Didorong Perempuan Cantik, Pemandu Imbau 3 Hal Ini

Travel Tips
Festival Cahaya di Marina Bay, Ada 20 Instalasi Bertema Lingkungan

Festival Cahaya di Marina Bay, Ada 20 Instalasi Bertema Lingkungan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.