4 Tahun Terakhir, Kecelakaan Pendakian Paling Banyak Terjadi di Gunung Semeru

Kompas.com - 06/03/2019, 18:05 WIB
Gunung Semeru terlihat dari titik pengamatan matahari terbit di kawasan wisata Gunung Bromo di Bukit Mentigen, Desa Ngadisari, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (7/6/2018). Lokasi wisata tersebut menjadi tujuan favorit wisata karena panorama alamnya yang menjadi magnet wisatawan lokal maupun mancanegara. MAULANA MAHARDHIKAGunung Semeru terlihat dari titik pengamatan matahari terbit di kawasan wisata Gunung Bromo di Bukit Mentigen, Desa Ngadisari, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (7/6/2018). Lokasi wisata tersebut menjadi tujuan favorit wisata karena panorama alamnya yang menjadi magnet wisatawan lokal maupun mancanegara.

JAKARTA, KOMPAS.com – Puncak Para Dewa, demikianlah para pendaki menyebut Gunung Semeru yang terletak di wilayah Jawa Timur. Gunung yang menawarkan keindahan Mahameru ini menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Indonesia.

Namun taukah Anda, menurut data penyelamatan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau yang dikenal dengan BASARNAS, kecelakaan pendakian sepanjang tahun 2015 hingga 2018 paling banyak terjadi di Gunung Semeru.

Tercatat sebanyak 13 kasus kecelakaan pendakian terjadi di Gunung Semeru dari total 75 kejadian dalam rentang waktu 4 tahun.

Kecelakaan pendakian di Gunung Semeru paling sering terjadi pada tahun 2015, yaitu sebanyak 6 kasus. Dari 6 kasus yang terjadi, seorang pendaki asal Sukabumi, Jawa Barat bernama Dania Agustina Rahman tewas tertimpa batu saat melakukan pendakian pada Agustus 2015. Sedangkan dalam 5 kasus lainnya, pendaki ditemukan selamat hingga menderita luka.

Kemudian pada tahun 2016, sebanyak 2 kasus kecelakaan pendakian kembali terjadi di Gunung Semeru. Kali ini menimpa dua pendaki bernama Sahat M Pasaribu (23) asal Depok dan Chandra Hasan (33) asal Jakarta Timur. Keduanya tewas dalam pendakian pada bulan Oktober 2016 karena kondisi fisik yang tak prima saat mendaki.

Di tahun 2017 sebanyak 4 kecelakaan pendakian terjadi di Gunung Semeru. Dari 4 kecelakaan terjadi seorang pendaki bernama Anthina (53) yang merupakan pendaki asal Jagakarsa, Jakarta Selatan tewas tertimpa batu.

Terakhir, di tahun 2018 tersadi satu kali kecelakaan pendakian pada bulan September 2018. Pendaki mengalami cidera saat mendaki namun dapat diselamatkan.

Selain Gunung Semeru, kecelakaan pendakian juga kerap terjadi di Gunung Rinjani, Gunung Merbabu, Gunung Gede, Gunung Slamet, dan Gunung Bawakaraeng.

Pendakian Gunung Semeru di pos 3, via Ranu Pani, 2018.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Pendakian Gunung Semeru di pos 3, via Ranu Pani, 2018.
Sebanyak 5 kecelakaan terjadi di gunung Rinjani, 4 kecelakaan di Gunung Merbabu, 4 kecelakaan di Gunung Gede, 4 kecelakaan di Gunung Slamet, dan 7 kecelakaan di Gunung Bawakaraeng.

Kecelakaan dalam pendakian dapat dialami para pendaki saat menghadapi kondisi alam yang ekstrim hingga persiapan fisik dan peralatan pendakian yang kurang memadahi.

Ada 6 jenis kecelakaan dalam pendakian yang kerap menimpa para pendaki, antara lain kecelakaan pendakian karena hipotermia, bencana alam, tersesat dan hiang, kondisi fisik pendaki yang lemah, terjatuh, dan tersambar petir.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan Hingga 30% Akibat Virus Corona

Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan Hingga 30% Akibat Virus Corona

Promo Diskon
Imbas Virus Corona, Singapura Kehilangan 20.000 Wisatawan Setiap Hari

Imbas Virus Corona, Singapura Kehilangan 20.000 Wisatawan Setiap Hari

Whats Hot
Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Jalan Jalan
Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

[POPULER TRAVEL] Promo JAL Travel Fair | Mi Instan Korea Paling Enak

Whats Hot
Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Wisata Misteri ke Pulau Poveglia yang Diasingkan, Terdapat Kuburan Masal

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X