"Road Trip" Naik Motor, Siapkan 6 Hal Berikut Ini

Kompas.com - 06/03/2019, 20:11 WIB
Travelling naik sepeda motor.Shutterstock Travelling naik sepeda motor.

KOMPAS.com – Traveling bisa dilakukan melalui berbagai cara. Ada yang bepergian menggunakan kendaraan umum seperti kereta api, bus, atau pesawat. Ada pula yang bepergian dengan kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor.

Baca juga: 5 Tips Berwisata dengan Sepeda Motor saat Musim Hujan

Khusus bagi mereka yang bepergian dengan motor pribadi, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum keberangkatan. Tentu hal itu selain agar perjalanan berjalan lancar dan menyenangkan, juga karena faktor keselamatan.

Berikut enam hal yang perlu disiapkan ketika ingin bepergian dengan sepeda motor:

1. Kondisi Mesin

Mesin Motor.Shutterstock Mesin Motor.

Tentu kondisi mesin harus diperiksa terlebih dahulu sebelum bepergian dimulai. Mesin merupakan komponen yang berfungsi sebagai penggerak utama pada sepeda motor.

Oleh karena itu, butuh kondisi mesin yang baik ketika akan menggunakan sepeda motor untuk bepergian. Jika sampai ada gangguan, maka perjalanan tentu akan terhambat.

Biasanya sepeda motor rutin diservis sekitar jarak tempuh 2.000 sampai 2.500 kilometer. Lebih baik jika sepeda motor digunakan untuk bepergian ketika jarak tempuh setelah satu masa servis masih sedikit. Lebih baik lagi jika menggunakan motor untuk bepergian setelah diservis.

2. Kondisi Oli

Ganti oli motorShutterstock Ganti oli motor

Oli dan mesin merupakan dua komponen penting dalam sepeda motor. Oli berfungsi agar mesin tetap mulus dan bebas gangguan. Oli juga berguna sebagai pendingin dan penyekat antarkomponen mesin agar tidak rusak karena gesekan.

Sama seperti rentang servis mesin, oli biasanya harus diganti setiap jarak tempuh 2.000-3.000 kilometer berdasarkan kondisi berkendara harian. Jika sering digunakan di kawasan perbukitan atau terjebak macet, maka sebaiknya oli diganti setiap 2.000 kilometer.

Lebih baik jika kondisi oli masih baru saat akan bepergian. Terlebih jika digunakan untuk perjalanan jauh, oli sangat penting bagi mesin untuk menjaganya tetap dingin.

Jika kondisi oli buruk atau surut karena lama tidak diganti, hal itu akan menyebabkan kerusakan mesin karena terlalu panas atau terlalu banyak gesekan. Jika mesin sampai rusak, maka biaya perbaikannya cukup mahal.

3. Kondisi Rem

Rem sepeda motor.Shutterstock Rem sepeda motor.

Sebelum memulai perjalanan, pastikan terlebih dahulu kalau kondisi rem sepeda motor dalam kondisi baik. Rem merupakan salah satu bagian sepeda motor yang paling penting, terutama untuk menunjang aspek keselamatan.

Kondisi rem yang bagus akan membantu menghentikan laju kendaraan ketika diperlukan, misal saat melewati turunan atau tikungan. Peran rem jelas akan sangat besar ketika sepeda motor membutuhkan pengereman mendadak, misal ada kendaraan di depan yang tiba-tiba berhenti.

Jika kondisi rem tidak bagus, maka perjalanan akan rawan celaka. Terlebih kendaraan matic yang hanya bergantung pada rem karena tidak adanya sistem rem mesin.

4. Kondisi Ban

Periksa ban motorShutterstock Periksa ban motor

Agar traveling lancar, periksa kondisi ban sebelum berangkat. Pemeriksaan pertama adalah tekanan angin pada ban. Hendaknya ban tidak dalam kondisi kempis karena rawan menyebabkan kebocoran ketika digunakan.

Untuk meminimalkan kemungkinan ban bocor periksa pula benda asing yang menempel di celah permukaan ban. Biasanya ada kerikil, atau bahkan logam yang menempel. Jika dibiarkan, tidak jarang benda asing itu membuat ban menjadi bocor.

Selain tekanan angin, perhatikan pula kondisi permukaan ban. Jika permukaannya sudah halus, segera ganti ban dengan yang baru. Permukaan ban yang halus rawan menyebabkan selip. Pengereman pun menjadi percuma dengan kondisi ban seperti ini.

5. Kondisi Rantai

Rantai sepeda motor.Shutterstock Rantai sepeda motor.

Rantai juga memegang peranan penting dalam performa sepeda motor. Biasanya setelah beberapa saat tidak disetel, rantai akan kendur sehingga perlu dikencangkan lagi.

Rantai kendur membuatnya rawan terlepas atau loss. Jika sampai lepas, maka motor harus menepi untuk memasang rantai kembali pada gir. Tak jarang pemasangan hanya bisa dilakukan di bengkel. Tentu akan merepotkan jika rantai lepas di tengah hutan yang tidak ada bengkel.

Rantai kendur juga sering dialami ketika kondisinya sudah perlu untuk diganti. Jika tetap dikencangkan paksa, risiko terbesar adalah rantai putus. Jangan lupa pula melumasi rantai ban agar awet.

6. Kondisi Lampu

Lampu sepeda motor.Shutterstock Lampu sepeda motor.

Meski tidak berpengaruh terhadap laju kendaraan, lampu sepeda motor harus berfungsi baik sebelum berangkat traveling. Entah itu lampu utama, lampu sein, atau lampu rem, semua harus berfungsi baik karena memegang perannya masing-masing.

Misal lampu sein mati, maka hal itu akan membahayakan karena kendaraan lain tidak akan tahu jika sepeda motor akan berbelok. Begitu juga lampu rem. Jika lampu rem mati, kendaraan di belakang tidak akan tahu jika sepeda motor hendak berhenti atau melaju pelan.

Lampu utama pun penting, meski di siang hari karena sekarang sepada motor wajib menyalakan lampu utamanya. Jika sampai mati, maka salah satu risikonya adalah ditilang oleh petugas kepolisian.



Close Ads X