Hipotermia hingga Tersambar Petir, Jenis Kecelakaan yang Dialami Pendaki di Indonesia

Kompas.com - 07/03/2019, 13:00 WIB
Foto dirilis 3 Januari 2019, menunjukkan petir di perairan Selat Sunda. KRI Torani 860 yang merupakan kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mengemban misi memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengirim bantuan ke warga Pulau Sebuku pasca-bencana tsunami Selat Sunda. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAFoto dirilis 3 Januari 2019, menunjukkan petir di perairan Selat Sunda. KRI Torani 860 yang merupakan kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mengemban misi memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengirim bantuan ke warga Pulau Sebuku pasca-bencana tsunami Selat Sunda.

KOMPAS.com – Kecelakaan dalam pendakian dapat dialami para pendaki saat menghadapi kondisi alam yang ekstrim hingga persiapan fisik dan peralatan pendakian yang kurang memadahi.

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau yang dikenal dengan BASARNAS, jumlah penyelamatan terhadap kecelakaan pendakian sepanjang tahun 2015 hingga 2018 mengalami peningkatan.

Pada tahun 2015 tercatat 12 kecelakaan pendakian terjadi, tahun 2016 sebanyak 15 kasus, tahun 2017 sebanyak 15 kasus, dan tahun 2018 sebanyak 23 kasus.

Ada 6 jenis kecelakaan dalam pendakian yang kerap menimpa para pendaki.

“Kecelakaan pendakian karena hipotermia, bencana alam, tersesat dan hiang, kondisi fisik pendaki yang lemah, terjatuh, dan tersambar petir,” demikian rincian penyebab kecelakaan pendakian menurut data BASARNAS.

Jenis-jenis kecelakaan pendakian ini menyebabkan para pendaki terluka, hilang, hingga meninggal dunia.

Dari data BASARNAS, hipotermia dan sambaran petir bukanlah jenis kecelakaan pendakian yang paling Sering terjadi. Namun kedua jenis kecelakaan ini kerap menyebabkan pendaki meninggal dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Relawan Sumedang Mandiri Rescue di lokasi tenda tiga pendaki tewas di Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat.KOMPAS.com/AAM AMINULLAH Relawan Sumedang Mandiri Rescue di lokasi tenda tiga pendaki tewas di Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat.
Tak hanya dalam kurun waktu tahun 2015 hingga 2018, memasuki awal tahun 2019, tiga orang pendaki muda bernama Ferdi Firmansyah (13), Lucky Parikesit (13), dan Agip Trisakti (15) meninggal dunia dalam perjalanan menuju puncak Gunung Tampomas karena hipotermia.

Tiga warga desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeng, Indramayu, Jawa Barat itu diduga telah meninggal dunia selama lebih dari 24 jam di dalam tenda.

Sedangkan kecelakaan pendakian akibat sambaran petir terjadi selama tiga tahun berturut-turut, yaitu pada 2015, 2016, dan 2017. Sepanjang tiga tahun, 3 orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka berat akibat sambaran petir.

Di sisi lain, pendaki hilang atau tersesat merupakan kasus yang paling sering terjadi dalam empat tahun terakhir. Tercatat 29 kasus pendaki tersesat terjadi sepanjang tahun 2015 hingga 2018 dan menyebabkan 4 orang pendaki meninggal dunia.

Meski tak semua kasus pendaki tersesat memakan korban jiwa, namun jenis kecelakaan ini patut diwaspadai.

Pengetahuan mengenai pendakian yang mumpuni dan persiapan pendakian yang memadahi akan membantu pendaki terhindar dari beragam jenis kecelakaan-kecelakaan pendakian tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Travel Update
Agrowisata Kuncen Polobogo Kabupaten Semarang, Keindahan Alam di Selatan Gunung Merbabu

Agrowisata Kuncen Polobogo Kabupaten Semarang, Keindahan Alam di Selatan Gunung Merbabu

Jalan Jalan
Menjelajahi Kakatiya Rudreshwara, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di India

Menjelajahi Kakatiya Rudreshwara, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di India

Jalan Jalan
3 Fakta Trans-Iranian Railway, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di Iran

3 Fakta Trans-Iranian Railway, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di Iran

Jalan Jalan
Per 29 Juli, Penumpang KA Jarak Jauh di Sumatera Wajib Bawa Kartu Vaksin Covid-19

Per 29 Juli, Penumpang KA Jarak Jauh di Sumatera Wajib Bawa Kartu Vaksin Covid-19

Travel Update
Banyak Hotel di NTB Tutup Gara-gara PPKM Darurat

Banyak Hotel di NTB Tutup Gara-gara PPKM Darurat

Travel Update
IHGMA NTB Sebut Percuma Harga Hotel Murah kalau Tidak Ada Permintaan

IHGMA NTB Sebut Percuma Harga Hotel Murah kalau Tidak Ada Permintaan

Travel Update
Cara Registrasi Online via WhatsApp untuk Liburan ke TN Komodo

Cara Registrasi Online via WhatsApp untuk Liburan ke TN Komodo

Travel Update
Syarat Wisata ke Gili Lawa di TN Komodo, Bawa Surat Negatif Covid-19

Syarat Wisata ke Gili Lawa di TN Komodo, Bawa Surat Negatif Covid-19

Travel Update
Mengenal Paseo del Prado dan Buen Retiro di Spanyol, Warisan Dunia UNESCO Terbaru

Mengenal Paseo del Prado dan Buen Retiro di Spanyol, Warisan Dunia UNESCO Terbaru

Jalan Jalan
Gili Lawa di TN Komodo Akan Sambut Wisatawan Mulai 1 Agustus 2021

Gili Lawa di TN Komodo Akan Sambut Wisatawan Mulai 1 Agustus 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel di NTB Tinggal Satu Digit akibat PPKM Darurat

Tingkat Okupansi Hotel di NTB Tinggal Satu Digit akibat PPKM Darurat

Travel Update
Kemah Mewah Bersama Keluarga, Ini 3 Tempat Glamping di Tawangmangu

Kemah Mewah Bersama Keluarga, Ini 3 Tempat Glamping di Tawangmangu

Jalan Jalan
Semua Tempat Wisata di Bukittinggi Tutup hingga Agustus

Semua Tempat Wisata di Bukittinggi Tutup hingga Agustus

Travel Update
Fiji Sediakan Program Wisata Mewah untuk Turis VIP

Fiji Sediakan Program Wisata Mewah untuk Turis VIP

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X