7 Spot Wisata Wajib Dikunjungi di Kota Kaohsiung Taiwan

Kompas.com - 07/03/2019, 21:30 WIB
Pemandangan Kota Kaohsiung, Taiwan, dari atau bekas Konsulat Jenderal InggrisKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Pemandangan Kota Kaohsiung, Taiwan, dari atau bekas Konsulat Jenderal Inggris

KAOHSIUNG, KOMPAS.com - Kaohsiung yang terletak di selatan Taiwan mungkin belum dikenal sebagai kota yang perlu dikunjungi di Asia. Padahal, kota yang dulunya pusat industri Taiwan ini sarat budaya dan hiburan.

KompasTravel berkesempatan mengunjungi Kaohsiung lewat Taiwan Familiarization Tour 2-3 Maret 2019. Berikut tujuh atraksi di Kaohsiung yang disiapkan Biro Pariwisata Taiwan:

1. Pier-2 Art Center

Pier-2 Art Center di kota Kaohsiung, TaiwanKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Pier-2 Art Center di kota Kaohsiung, Taiwan

Pier-2 Art Center berlokasi di basin atau pelataran kapal nomor tiga di Pelabuhan Kaohsiung. Kompleks pelabuhan ini dulunya adalah pusat distribusi yang menopang perekonomian Taiwan ketika gudang-gudang pertama dibangun pada tahun 1973.

Namun seiring dengan perubahan perekonomian Taiwan dari negara industri menjadi negara jasa, pelabuhan ini pun ditinggalkan. Baru pada 2006 Dinas Pariwisata Kaohsiung megembangkan Pier-2 menjadi pusat kebudayaan.

Di pelabuhan ini, gudang-gudang tua dan besi-besi kontainer bekas dijadikan toko pernak-pernik dan kafe-kafe kekinian dengan mempertahankan gaya industrialnya. Tak ada tiket untuk sekadar masuk dan jalan-jalan ke tempat ini.

Daya tarik terbesar Pier-2 Art Center ada pada dinding-dinding bermural dan berbagai obyek daur ulang yang nyeni. Kebanyakan obyek seni di tempat ini bergaya kontemporer.

2. i-Ride Experience Center

Mural di dinding apartemen di Pier-2 Art Center, Kaohsiung, TaiwanKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Mural di dinding apartemen di Pier-2 Art Center, Kaohsiung, Taiwan

i-Ride besutan Brogent Group mulai hadir di Kaohsiung Software Park pada November 2017. Simulator virtual reality ini menghadirkan pemandangan Kaohsiung secara 360 derajat. Tak hanya disuguhkan pemadangan, penonton yang duduk di kursi menggantung juga akan merasakan sensasi terbang lengkap dengan baunya, hembusan angin, hingga cipratan air.

Untuk menikmati pengalaman terbang selama kurang lebih lima menit, Anda perlu merogoh kocek 380 dolar Taiwan atau sekitar Rp 174.000.

3. E-da Theme Park

E-da Theme Park, KaohsiungKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR E-da Theme Park, Kaohsiung

Selain di i-Ride, pengalaman terbang mengelilingi Taiwan juga ada di taman bermain E-da. Gambar di simulator 5D E-da memang tak sejernih di i-Ride. Namun di tempat ini, pengunjung bisa menikmati delapan wahana yang ramah anak-anak maupun yang ekstrem.

Jangan lewatkan wahana Booster. Pengunjung akan diputar-putar hingga ketinggian 18 lantai. Selain itu, ada pula roller coaster pertama di Taiwan yang menawarkan kegelapan total.

Tiket masuk dewasa ke tempat ini sebesar 650 dolar Taiwan atau sekitar Rp 300.000. Masuklah setelah 13.30 untuk harga yang lebih murah.

4. Dream Mall

Pemandangan Kota Kaohsiung, Taiwan, dari kincir ria atau ferris wheel Dream MallKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Pemandangan Kota Kaohsiung, Taiwan, dari kincir ria atau ferris wheel Dream Mall

Jika ingin menikmati taman bermain sederhana, di Dream Mall, banyak atraksi untuk anak-anak yang terletak di atas mall. Selain wahana untuk anak-anak, ada pula kincir ria atau ferris wheel yang menawarkan pemandangan Kota Kaohsiung dan lautnya.

Di dalam mall terbesar di Kaohsiung ini, pengunjung juga bisa berburu berbagai barang-barang internasional dan lokal Taiwan. Di lantai bawah, ada berbagai kudapan dan supermarket Jason's jika ingin sekalian membeli oleh-oleh.

Mal ini bisa dijangkau dengan MRT maupun Sun Yat-Sen Expressway.

5. Liuhe Night Market

Toko buku Wuguan di Pier-2 Art Center, Kaohsiung, TaiwanKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Toko buku Wuguan di Pier-2 Art Center, Kaohsiung, Taiwan

Perjalanan ke Kaohsiung belum lengkap jika belum berburu makanan pinggir jalan di pasar malam Liuhe.

Toko-toko di kawasan Dagangpau ini mulai berjualan sejak 1950-an. Berkumpulnya para pedagang makanan ini terus dikembangkan hingga menjadi pasar malam. Di pagi hari, Jalan Liuhe digunakan untuk berlalu lintas. Namun malam harinya, jalan ditutup untuk gerobak-gerobak dan meja makan.

Untuk menuju ke sini, bisa jalan kaki sekitar 10 menit dari Kaohsiung Railway Station ke arah Jalan Zhongshan dan belok kanan ke Jalan Liuhe.

Ada sekitar 138 pedagang yang kebanyakan menjual makanan, dan sebagian menawarkan hiburan. Jangan lewatkan menjajal papaya milik khas Taiwan ketika mengunjungi pasar malam ini.

6. Bekas Konsulat Jenderal Inggris

Gedung bekas Konsulat Jenderal Inggris di Kaohsiung, TaiwanKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Gedung bekas Konsulat Jenderal Inggris di Kaohsiung, Taiwan

Tempat yang satu ini wajib dikunjungi bagi wisatawan yang hobi memburu foto. Terletak di pinggir laut di atas bukit, bangunan-bangunan tua bekas Konsulat Jenderal Inggris ini menawarkan pemandangan laut, tebing, dan mercusuar kota Kaohsiung yang cantik.

Sore hari menjadi waktu terbaik menikmati tempat ini sambil menanti senja. Pengunjung bisa menikmati teh, kopi, atau camilan di kafe.

Selain berburu foto, tempat ini juga menghadirkan catatan sejarah Taiwan dan hubungan dagangnya dengan Inggris. Penjara tempat menyiksa bajak laut juga masih bisa dilihat di tempat ini.

Setelah naik puluhan anak tangga ke atas, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar 99 dolar Taiwan atau Rp 45.000 jika ingin masuk ke bangunan bekas Konsulat Jenderal.

7. Sungai Cinta

Sungai Cinta atau Ai He di Kaohsiung, TaiwanKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Sungai Cinta atau Ai He di Kaohsiung, Taiwan

Bagi wisatawan yang ingin menghabiskan malam dengan santai dan romantis, bisa mengunjungi Ai He atau Sungai Cinta yang merupakan jantung kota Kaohsiung. Sungai yang juga dikenal sebagai Kanal Kaohsiung ini punya bantaran cantik yang bisa jadi tempat rekreasi.

Sepanjang sisi sungai ditanami pohon dan dihias dengan lampu-lampu serta berbagai ornamen. Suasana yang romantis membuat sungai ini dikenal dengan Sungai Cinta.

Di malam hari, wisatawan bisa berkeliling sungai naik gondola berkapasitas sekitar 20 orang. Cukup membayar 200 dolar Taiwan atau Rp 92.000, pengunjung bisa memutari sungai selama 20 menit sambil menikmati alunan musik dan memandangi langit.



Close Ads X