5 Lokasi Romantis Nikmati Bandung ala Dilan-Milea

Kompas.com - 11/03/2019, 13:11 WIB
Dilan 1991Falcon Pictures Dilan 1991

KOMPAS.com – Bandung mah sekarang menyenangkan ya, karena ada kamu."

Begitu cuplikan dialog Iqbaal Ramadhan yang berperan sebagai Dilan di film Dilan 1991 yang baru saja diluncurkan pada tanggal 28 Februari 2019.

Tak hanya dialog itu, banyak gombalan Dilan kepada Milea sepanjang alur cerita yang membuat Film Dilan 1990 dan Dilan 1991 kian digandrungi para penonton Indonesia bahkan mancanegara.

Tak hanya soal asmara Dilan dan Milea, film garapan Fajar Bustomi yang terinspirasi dari buku karangan Pidi Baiq ini mengajak penontonnya berkeliling di berbagai lokasi menarik di Kota Bandung. Alhasil lewat film ini, Bandung punya citra baru, romantis.

Baca juga: 5 Rekomendasi Destinasi untuk Liburan Akhir Pekan di Bandung

Maka, tak salah jika pada akhrnya Gubernur Jawa Barat membuka sebuah taman di salah satu sudut Kota Bandung bernama Pojok Dilan. Lokasinya di GOR Saparua, tak jauh dari Kantor Panas Dalam.

Selain mengunjungi Pojok Dilan, Anda dapat menunjungi beberapa lokasi lain untuk menikmati Bandung layaknya Dilan dan Milea. Penasaran? Berikut Kompas.com merangkumnya untuk Anda.

1.  Caringin Tilu hingga Puncak Bintang

Pada Film Dilan 1991, Dilan sempat mengajak Milea menuju sebuah dataran tinggi untuk melihat gemerlap lampu Kota Bandung. Suasana malam dalam adegan tersebut serasa begitu romantis.

Meski tak dijelaskan secara lugas dimana lokasinya, Bandung memiliki beragam tempat untuk menikmati malam sambil menyaksikan pemandangan indah lampu kota. Yang paling populer adalah Caringin Tilu atau Cartil dan Puncak Bintang.

Sesuai namanya, ada tiga pohon beringin yang tumbuh di kawasan Caringin Tilu yang kabarnya ditanam langsung oleh Presiden Soekarno. Caringin Tilu ini berada di kawasan Bandung Utara, tepatnya di Jalan Terusan Padasuka, Desa Cimenyan, Bandung, Jawa Barat.

Di sana terdapat banyak restoran dan saung yang dapat dikunjungi untuk menikmati makan malam ditemani pemandangan indah Kota Bandung.

Tak jauh dari Caingin Tilu, ada Puncak Bintang yang juga dapat dikunjungi untuk menikmati pemandangan indah Bandung di waktu malam. Di tempat ini Anda juga akan menemukan banyak spot menarik untuk berfoto bersama teman atau orang terkasih.

2.  Jalan Asia Afrika

Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika Bandung. Gedung bersejarah ini merupakan tempat dilangsungkannya Konferensi Asia Afrika (KAA).KOMPAS.com/Reni Susanti Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika Bandung. Gedung bersejarah ini merupakan tempat dilangsungkannya Konferensi Asia Afrika (KAA).

Dilan kerap mengajak Milea berkeliling Jalan Asia-Afrika yang merupakan kawasan kota tua di Bandung. Dalam adegan-adegan itu Dilan memboncengkan Milea dengan motor birunya sambil menampilkan kondisi Jalan Asia-Afrika di malam hari.

Saat berlibur ke Bandung, jangan coba sempatkan menyambangi Jalan Asia-Afrika, karena Anda akan menemukan beragam bangunan dan spot menarik untuk berwisata.

Salah satu gedung yang dapat Anda jumpai di sini adalah Gedung Merdeka yang pernah digunakan sebagai tempat Konferensi Asia-Afrika Bandung. Selain Gedung Merdeka, di tempat ini Anda juga akan menemui bergam bangunan bergaya Eropa.

Selai itu, Anda juga dapat mampir ke Jalan Braga. Jalan Braga kerap dijuluki sebagai Malioboro-nya Bandung.

Di sepanjang Jalan Braga Anda akan menemui banyak tempat menarik untuk sekedar nongkrong bersama teman atau berwisata kuliner.

3.  SMA Negeri 20

Dalam Film Dilan 1990 dan Dilan 1991, Dilan dan Milea digambarkan masih duduk di bangku SMA dan bersekolah di SMA Negeri 20. Berbagai adegan romantis dilakukan Dilan dan Milea di sekolah itu.

SMA Negeri 20 Bandung merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Bandung. Sekolah ini terletak di Jalan Citarum no. 23 Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Tak hanya di sekolah, Jalan Taman Cibeuying dan Jalan Cilaki yang lokasinya tak jauh dari SMA Negeri 20 juga jadi latar di banyak adegan romantis Dilan dan Milea.

Jalanan ini ditumbuhi beragam pohon yang rindang, sehingga cocok digunaan untuk berjalan santai di pagi atau sore hari sambil menikmati suasana Kota Kembang.

4.  Taman Budaya Dago Tea House

Sejumlah pelajar saat melakukan tarian jaipong dalam kegiatan Seminar Hak Kekayaan Intelektual Budaya Tradisonal Alsa Care and share 2015 Fakultas Hukum Unpad di Dago Tea House, Kota Bandung, Minggu (13/12/2015).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Sejumlah pelajar saat melakukan tarian jaipong dalam kegiatan Seminar Hak Kekayaan Intelektual Budaya Tradisonal Alsa Care and share 2015 Fakultas Hukum Unpad di Dago Tea House, Kota Bandung, Minggu (13/12/2015).

Di Taman Budaya Dago Tea House, ibunda Dilan bersama Milea mengundang Dilan untuk membicarakan keterlibatan Dilan dalam sebuah penyerangan antar geng motor. Adegan ini juga menjadi momen terakhir Milea berjumpa dengan Dilan hingga akhirnya benar-benar memutuskan untuk berpisah. Sungguh adegan yang menguras air mata.

Taman Budaya Dago Tea House sendiri berada di wilayah Bandung Utara, tepatnya di Jalan Bukit Dago Selatan nomor 53 A, Bandung.  Tempat ini merupakan salah pusat kebudayaan di Jawa Barat dan menjadi salah satu etalase kesenian Kota Bandung.

Taman budaya ini didirikan pada zaman Belanda yang bermula dari kebiasaan minum teh orang-orang Belanda pada zaman dahulu.

5.  Jalan Banteng

Dalam sebuah adegan, Dilan mengajak Milea berkeliling di sepanjang Jalan Banteng dan berhenti sejenak untuk menikmati bubur ayam.

Nama asli jalan Banteng sebenarnya adalah Jalan KH. Ahmad Dahlan yang terletak di kawasan Lengkong, Kota Bandung. Di lokasi tersebut memang banyak pedagang yang menjajakan kuliner khas Bandung,

Beragam makanan dapat Anda temui, mulai dari Mie Kocok Mang Dadang, sate kuda, lotek, nasi goreng, soto, hingga es campur oyen.

Berkeliling bandung bersama orang terkasih sambil menikmati budaya, sejarah, hingga kuliner khasnya tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, bukan?

Sebagai penutup demikian kutipan kalimat Pidi Baiq soal Bandung yang tertulis di sebuah tembok di Jalan Asia Afrika.

“Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih dari itu, melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.”



Close Ads X