Kadispar NTB Bantah Kabar 3 Kapal Pesiar Batal ke Lombok Akibat Sampah

Kompas.com - 12/03/2019, 14:09 WIB
Kapal pesiar berbendera Bahamas bersandar di Dermaga Samudera, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/11/2018). ARSIP HUMAS PELINDO IIIKapal pesiar berbendera Bahamas bersandar di Dermaga Samudera, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/11/2018).

KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi NTB, H. Lalu Mohammad Faozal membantah kabar mengenai batalnya 3 kapal pesiar bersandar di Lombok akibat sampah yang memenuhi bibir pantai.

“Tidak ada penjadwalan atau pembatalan kunjungan kapal pesiar ke Lombok,” ujar Faozal ketika dihubungi Kompas.com, Senin (11/3/2019).

Menurut Faozal, mengenai sampah dipesisir pantai pasca gempa di Lombok, pihaknya telah mengupayakan proses pembersihan secara rutin. Kegiatan pembersihan pantai itu dilakukan di sejumlah destinasi wisata di Lombok dibantu oleh berbagai komunitas peduli pantai.

“Kami Dispar Provinsi NTB merasa berita yang terkait gagalnya kapal pesiar masuk Lombok sangat merugikan dan jauh dari kenyataan yang ada dan tidak beralasan,” kata dia.

Baca juga: Narmada Botanic Garden, Kebun Bunga Matahari Instagenic di Lombok

Ia berharap seluruh lapisan masyarakat juga turut serta dalam upaya mengembalikan gairah pariwisata di Lombok.

Adapun kabar mengenai batalnya tiga kapal pesiar ke Lombok ini pertama kali disampaikan oleh General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Lembar Erry Ardiyanto.

"Sudah tiga dari 26 kapal pesiar yang membatalkan. Alasan utama adalah proses pemulihan setelah gempa dan masalah sampah," kata Erry, usai mengikuti upacara pelepasan peserta 'Ekspedisi Laskar Nusa 2019', di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, seperti dilansir dari Antara, Senin (11/3/2019).

Ia mengatakan, informasi pembatalan kunjungan tiga kapal pesiar tersebut diterima dari pihak agen kapal pesiar di Singapura. Masing-masing kapal pesiar rencananya mengangkut 1.500 hingga 2.000 wisatawan asing dari berbagai negara.

Diklarifikasi terkait hal ini, Erry mengatakan bahwa batalnya tiga kapal pesiar bersandar di Lombok bukan terjadi pada tahun ini, melainkan pada penghujung tahun 2018 setelah bencana gempa bumi baru saja melanda Lombok.

Baca juga: Perang Api, Tradisi Turun-Temurun Umat Hindu Lombok Sambut Nyepi

Ia mengatakan, meski batal bersandar ke Lombok, tiga kapal pesiar tersebut disebut mengalihkan destinasi wisatanya ke kawasan wisata sekitar Lombok.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X