Di Hotel Ini Wisatawan Bisa Menikmati Sunset di Perairan Komodo

Kompas.com - 13/03/2019, 09:28 WIB
Menikmati suset di Perairan Komodo dari Hotel LA Cecile yang ada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (16/2/2019).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Menikmati suset di Perairan Komodo dari Hotel LA Cecile yang ada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (16/2/2019).

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Hotel LA Cecile menjadi pilihan baru tempat menginap di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hotel itu berada di ketinggian 160 meter dari permukaan laut sebelah timur pantai Labuan Bajo.

Karena lokasinya yang berada di ketinggian, hotel itu tidak hanya menjadi tempat menginap. Hotel itu juga menjadi tempat bagi wisatawan untuk menikmati sunset atau matahari terbenam di balik perairan Taman Nasional Pulau Komodo.

Asisten Manager Hotel La Cecile, Yon Johanes mengatakan, hotel tersebut baru setahun berdiri dan merupakan milik pengusaha asal Surabaya. Nama La Cecile diambil dari nama pemiliknya, Cicilia Anggi.

Baca juga: Serunya Keliling Labuan Bajo Naik Kapal Semi Phinisi

"Bos kami dari Surabaya, namanya Cicilia Anggi. Dia punya perusahaan di Surabaya tapi bukan hotel. Dia bermimpi punya hotel sendiri terinspirasi saat ke pergi Eropa," katanya saat ditemui awal Februari lalu.

"Banyak orang mengira hotel ini milik orang Belanda atau Perancis karena namanya. Padahal yang punya orang kita," katanya.

Hotel LA Cecile yang ada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (16/2/2019).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Hotel LA Cecile yang ada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (16/2/2019).
Hotel itu resmi beroperasi pada 1 Januari 2017. Berdiri di lahan seluas sekitar satu hektar, hotel itu membelah rimbun pepohonan di Golo Silatey atau Bukit Silatey.

Bukit Silatey sendiri merupakan simbol datangnya Suku Bajo dari Sulawesi ke Pulau Flores yang dihuni Suku Manggarai. Suku Bajo yang merupakan suku pendatang diberikan lahan di pinggir laut supaya tidak mengganggu suku setempat yang merupakan petani.

Baca juga: Berburu Spot Foto “Instagramble” di Goa Batu Cermin Labuan Bajo

Bukit Silatey yang berada tepat di sisi timur perairan Komodo merupakan simbol masyarakat Manggarai mempersilakan Suku Bajo mendiami kawasan itu.

"Dalu (kepala suku) memberikan tanah di pesisir pantai, karena nenek moyang kami petani tidak mungkin mereka bercocok tanam di pinggir laut," katanya.

Baca juga: Jalan-jalan ke Labuan Bajo, Jangan Lupa Beli Selendang Songke

Hotel tersebut merupakan hotel bintang tiga dan memiliki 16 kamar. Kamar tipe suite family seharga Rp 1,5 juta per malam, tipe deluxe seharga Rp 850.000 per malam dan kamar tipe dormitori untuk empat orang seharga Rp 1,2 juta per malam.

Menikmati sunset di Perairan Komodo dari Hotel LA Cecile yang ada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (16/2/2019).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Menikmati sunset di Perairan Komodo dari Hotel LA Cecile yang ada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (16/2/2019).
Semua kamar didesain menghadap ke laut supaya setiap tamu yang menginap bisa menikmati pemandangan dari dalam hotel tersebut.

Sampai sejauh ini, okupansi hotel tersebut masih 60 persen. 20 persen wisatawan nusantara dan 40 persen wisatawan mancanegara.



Close Ads X