“Good France” Tarik Pelancong Indonesia Berwisata Kuliner ke Perancis

Kompas.com - 13/03/2019, 20:07 WIB
Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet bersama para chef yang berpartisipasi dalam Good France 2019.Kompas.com/SHERLY PUSPITA Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet bersama para chef yang berpartisipasi dalam Good France 2019.

KOMPAS.com – Festival tahunan masakan khas Perancis bertajuk Good France akan digelar pada tanggal 21 Maret 2019. Di festival ini Anda dapat menikmati beragam masakan khas Perancis di restoran-restoran yang terdapat di 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Manado.

Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet mengatakan Good France telah digelar sejak tahun 2015. Menurutnya festival ini mampu menarik wisatawan berkunjung ke Perancis, termasuk wisatawan dari Indonesia.

“Keberhasilan acara ini ditunjukkan dari meningkatnya minat masyarakat di berbagai negara terhadap makanan-makanan khas Perancis. Hal ini juga jadi pendorong utama daya tarik Perancis termasuk Indonesia. Kemudian sepertiga wisatawan datang ke Perancis untuk warisan kulinernya,” papar Charles di Universitas Podomoro, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Indonesia Ikut Promosi Wisata Gastronomi di Perancis

Hal lain yang membuat wisatawan tertarik datang ke Perancis menurut Charles adalah dengan didaulatnya beragam daerah di Perancis sebagai tema tahunan festival Good France.

“Misalkan saja untuk menyoroti keragaman warisan kuliner ini, Good France 2018 untuk pertama kalinya memilih wilayah Nouvelle Aquitaine sebagai tema. Kawasan pertanian pertama di Perancis ini memiliki sekitar 210 sertifikasi mutu untuk produk makanan lokalnya,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama Media Communication Good France, Dwi Setyowati, mengatakan festival ini rutin digelar untuk membawa nilai-nilai penting yang dibawa oleh gastronomi atau tata boga khas Perancis yang telah dinyatakan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tahun 2010.

“Jadi supaya masyarakat dunia tidak hanya tahu Perancis karena Paris-nya saja, hanya menara Eiffel-nya saja. Tapi juga daerah-daerah lain yang indah. Tahun ini kami mengangkat tema masakan Provence. Ini adalah daerah pesisir di Perancis. Makanya kebanyakan makanan yang disajikan tahun ini akan dominan dengan seafood-nya,” paparnya.

Pemandangan ladang lavender di Provence, Perancis.Auzi Amazia/KOMPAS.com Pemandangan ladang lavender di Provence, Perancis.

Lebih rinci Dwi mengatakan, di skala dunia ada 5.000 restoran yang berpartisipasi dalam acara ini, 60 restoran berada di Indonesia. Selain di Indonesia, festival ini juga digelar di 151 negara lainnya.

Di Jakarta ada 21 restoran yang berpartisipasi dalam acara ini. Restoran-restoran itu antara lain AMKC Atelier, AMUZ, Bistro Baron, Bleu Alley, Blue Terrace, Emilie, Garcon, Kalture, Levant, Lyon, Nusa, Olivier, Orient8, Pardon My French, PAUL, Podomoro University, Sea Brain, Shophie Authentique, dan Tangier.

Restoran-restoran yang berpartisipasi dalam festival ini akan memberikan promo spesial, sehingga harga menu masakan Perancis yang disajikan tak aan semahal biasanya.

“Kami berharap dengan digelarnya festival ini bukan penggemar masakan Perancis saja yang menikmati, namun bagi yang belum pernah merasakan masakan Perancis dapat mencicipi dan berwisata kuliner sebelum benar-benar mengunjungi negaranya,” tutup Dwi.




Close Ads X