4 Tips Berkunjung ke Agrowisata Kopeng Gunungsari

Kompas.com - 14/03/2019, 09:05 WIB
Menara pandang yang unik di Agrowisata Kopeng Gunungsari, Kabupaten Semarang.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Menara pandang yang unik di Agrowisata Kopeng Gunungsari, Kabupaten Semarang.

SEMARANG, KOMPAS.com – Bagi masyarakat Kabupaten Semarang, Salatiga, dan sekitarnya, liburan ke kawasan pergunungan bisa dengan mudah dilakukan. Hal itu karena ada satu kawasan wisata yang mudah dan cukup dekat untuk dijangkau, yakni Kopeng.

Sektor wisata di wilayah yang berada di lereng utara Gunung Merbabu itu saat ini memang tengah berkembang pesat. Ada banyak obyek wisata yang bermunculan di sana, salah satunya adalah Agrowisata Kopeng Gunungsari.

Baca juga: Menikmati Alam Utara Merbabu di Agrowisata Kopeng Gunungsari

Obyek wisata yang menggabungkan perpaduan taman bunga, menara pandang, sejuknya udara gunung, serta panorama memukai ini menjadi alternatif kunjungan wisatawan untuk mengisi hari libur di Kopeng.

Jika ingin berlibur ke Agrowisata Kopeng Gunungsari, berikut ini 4 tipsnya:

1. Waktu kunjungan terbaik

Agrowisata Kopeng Gunungsari bisa dikunjungi kapan saja, baik itu pagi, siang, sore, atau malam. Namun, waktu terbaik adalah pagi atau sore karena matahari yang masih belum terlalu tinggi akan membuat warna pemandangan menjadi lebih hidup.

Taman bunga dengan latar belakang pergunungan di Agrowisata Kopeng Gunungsari, Kabupaten Semarang.River Tubing Kalipringkuning Taman bunga dengan latar belakang pergunungan di Agrowisata Kopeng Gunungsari, Kabupaten Semarang.
Sementara malam hari adalah waktu yang tetap bagi para pemburu foto malam. Ketika cuaca cerah, gemerlap lampu permukiman sisi utara Gunung Merbabu seolah berpadu dengan latar belakang siluet hitam Gunung Telomoyo.

2. Bawa jaket

Berada di sisi utara Gunung Merbabu yang memiliki tinggi 3.145 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat udara di Agrowisata Kopeng Gunungsari begitu sejuk. Namun jika tidak terbiasa, udara bisa saja terasa dingin.

Terlebih obyek wisata ini berada di ketinggian sekitar 1.450 mdpl. Udara sejuk khas pergunungan sudah bisa dirasakan pada ketinggian itu.

Tentu jaket hendaknya dibawa oleh mereka yang datang ke sini di pagi hari karena udara sedang dingin-dinginnya. Mereka yang berburu foto malam pun juga lebih baik membawa jaket karena dinginnya udara malam pergunungan.

3 Pastikan kendaraan kuat menanjak dengan rem yang prima

Kondisi jalan menuju Kopeng yang berada di kawasan pegunungan memang sedikit menanjak. Tanjakan mulai terasa setelah melewati Jalan Lingkar Selatan Salatiga. Sesampainya di Kopeng, jalan masih akan menanjak untuk menuju Agrowisata Kopeng Gunungsari.

Baca juga: Kopeng Treetop, Wisata Outbound yang Instagramable di Kaki Merbabu

Tanjakan yang cukup terjal ada setelah masuk kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Jalan ini agak sempit dan kondisinya cukup banyak lubang. Kendaraan biasanya lebih susah melalui tanjakan jika kondisi jalan berlubang.

Jika kuat menanjak, pastikan juga rem kendaraan dalam kondisi prima. Hal itu karena perjalanan pulang nantinya akan melewati turunan yang cukup panjang.

4. Datang ketika cuaca cerah

Panorama sisi utara Merbabu dari Agrowisata Kopeng Gunungsari, Semarang, Jawa Tengah.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Panorama sisi utara Merbabu dari Agrowisata Kopeng Gunungsari, Semarang, Jawa Tengah.
Keindahan panorama yang bisa disaksikan dari Agrowisata Kopeng Gunungsari akan tersaji jika cuaca cerah. Ketika cuaca sangat cerah, bentang utara terlihat begitu indah. Gunung Telomoyo dengan latar belakang langit biru akan menjadi pemandangan yang menakjubkan.

Bahkan pemandangan ke arah jauh di ujung cakrawala selatan akan menyajikan pemandangan lain yang hanya bisa dilihat saat cuaca cerah. Pemandangan itu adalah Gunung Sumbing di barat laut dan Rawa Pening.

Baca juga: Legenda Asal-usul Rawa Pening Semarang

Biasanya kawasan pergunungan kerap berkabut. Kabut bisa saja naik dan menyelimuti kawasan Agrowisata Kopeng Gunungsari sehingga menghalangi pemandangan. Biasanya kabut naik di siang hari pada musim hujan seiring dengan semakin panasnya matahari siang.



Close Ads X