Mengenal Tsukiji, Pasar Ikan di Jepang yang Disebut Jokowi Mirip PIM Muara Baru

Kompas.com - 15/03/2019, 09:28 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau Pasar Ikan Modern Muara Baru yang baru diresmikannya, Rabu (13/3/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPresiden Joko Widodo meninjau Pasar Ikan Modern Muara Baru yang baru diresmikannya, Rabu (13/3/2019).

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan juga menjadikan pasar ini ramai. Mereka menginginkan melihat sistem lelang tuna di pagi hari. Akibatnya, sanitasi di Tsukiji dinilai kurang baik.

Seluruh hasil tangkapan dari penjuru dunia akan diterima pada pukul 17.00, sehari sebelumnya. Ikan itu akan dilihat dan mulai diperiksa kualitasnya. Pukul 03.00 pagi, para pelelang mulai menaksir harga dari ikan tuna itu sesuai dengan harga.

Pukul 05.30 lelang dimulai dan pemenang lelang akan membawa hasilnya setelah prosesi ini selesai. Seluruh ikan itu akan dibawa dan dimuat ke truk untuk dikirim ke tujuan berikutnya atau ke dipindahkan ke banyak toko di dalam pasar.

Tepat pukul 11.00, toko di pasar mulai menutup usahanya dan akan menunggu pada sore harinya ketika datangnya tangkapan ikan.

Begitulah suasana yang terjadi ketika mulainya lelang ikan tuna yang dikenal dari berbagai penjuru dunia.

Namun, sejak Oktober 2018, pasar ikan itu direlokasi ke tempat yang baru. Dilansir dari BBC, pasar ikan Tsukiji yang telah beroperasi selama 83 tahun itu dipindahkan karena Jepang bersiap menyambut Olimpiade Tokyo 2020.

Kiyoshi Kimura, Presiden Kiyomura KK, berpose dengan ikan tuna seberat 180 kilogram, yang dibeli seharga 4,51 juta yen dalam lelang tahun baru tahunan di pasar ikan Tsukiji, Tokyo, Senin (5/1/2015).Bloomberg Kiyoshi Kimura, Presiden Kiyomura KK, berpose dengan ikan tuna seberat 180 kilogram, yang dibeli seharga 4,51 juta yen dalam lelang tahun baru tahunan di pasar ikan Tsukiji, Tokyo, Senin (5/1/2015).
Sebagai pasar terbesar dunia yang telah beroperasi lebih dari 80 tahun, pasar ikan Tsukiji memang menyimpan kenangan tertentu.

Sebagian besar penjual ikan yang bekerja di pasar tidak ingin pergi. Namun, pemerintah kota mendorong mereka keluar untuk memberi jalan bagi infrastruktur baru.

Pasar ikan ini kemudian dibangun menjadi tempat parkir untuk pertandingan, dan akhirnya sebuah taman hiburan, kasino, atau pusat perbelanjaan.

Kegiatan perdagangan dipindahkan ke Toyosu yang berjarak sekitar 2 kilometer dari wilayah itu. Para pedagang mendapatkan fasilitas yang lebih di tempat baru itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X