Pantai Mingar, Surga Kecil di Lembata

Kompas.com - 16/03/2019, 10:21 WIB
Pesona Pantai Mingar, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang sangat memanjakan mataKOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Pesona Pantai Mingar, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang sangat memanjakan mata

LEWOLEBA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Lembata tengah mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang unik dan menarik di daerah itu. Salah satu destinasi wisata yang terus dikembangkan adalah Pantai Mingar.

Pantai ini terletak di desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pantai Mingar terus dikembangkan untuk menjadi ikon wisata pantai di kawasan selatan negeri dongeng itu. Dengan pengembangan yang terus dilakukan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah selatan pulau yang biasa disematkan "negeri dongeng" itu.

Baca juga: Guti Nale, Tradisi Tangkap Cacing Laut di Mingar Lembata

Pada bulan Februari 2019 Pemkab Lembata menyelenggarakan sebuah Festival "Guti Nale" di Pantai Mingar ini. Festival ini dibuat untuk mempromosikan wisata Pantai Mingar ke dunia luar.

Pantai yang selalu berubah wujud ini jaraknya sekitar 20 kilometer dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata.

Pesona Pantai Mingar, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang sangat memanjakan mata.KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Pesona Pantai Mingar, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang sangat memanjakan mata.
Sepanjang perjalanan, anda akan dimanjakan dengan padang savana yang luas. Di savana tersebut ada spot wisata yang terkenal dengan nama Bukit Cinta. Tidak jauh juga, ada spot wisata yang terkenal dengan nama Bukit Doa.

Baca juga: Memoles Pantai Waijarang di Pulau Lembata

Di tengah jalan yang berkelok di antara padang savana ini juga kita bisa menyaksikan laut yang indah dan Pulau Adonara yang cantik. Perjalanan menuju Pantai Mingar memang sungguh memanjakan mata.

Kondisi jalan menuju Pantai Mingar ini memang sangat buruk. Belum ada perhatian serius dari Pemkab Lembata.

Baca juga: 3 Fakta tentang Tradisi Berburu Paus di Lembata NTT

Tetapi, tak perlu cemas. Letih dan lelah melewati jalan berlubang nan curam akan terbayar ketika tiba di Pantai Mingar. Keindahan Mingar tak tertandingi pantai mana pun, terutama saat pagi dan sore.

"Uniknya, pantai ini mengalami siklus. Siklus perubahannya biasa terjadi pada April sampai Januari. Selama 10 bulan ini, pantai ini dipenuhi pasir putih sepanjang 5 kilometer. Tetapi, dari Februari hingga Maret, pasir putih hilang. Yang ada hanya sisa batu karang dan sedikit pasir hitam," tutur Alvin Beraf, salah satu tokoh muda desa Pasir Putih kepada Kompas.com pada Februari lalu.

Pesona Pantai Mingar, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang sangat memanjakan mata.KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Pesona Pantai Mingar, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang sangat memanjakan mata.
"Pantai ini boleh disebut surga kecil di Lembata. Berada di sini kita pasti nyaman. Udaranya sejuk, pasir putih yang membentang luas membuat pengunjung menarik berkunjung. Sore hari, matahari, kita bisa menikmati senja di balik Pulau Suanggi," ujar Alvin.

Ia mengatakan, Pantai Mingar juga cocok pengunjung bisa berenang, berselancar dan surfing. Karena gelombang lautnya cukup tinggi mencapai 2-3 meter.

Sayangnya, di balik indahnya pesona Pantai Mingar belum tersedia fasilitas penunjang seperti penginapan bagi pengunjung. Warga setempat hanya bisa membangun bale-bale wisata sederhana.

Pesona Pantai Mingar, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang sangat memanjakan mata.KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Pesona Pantai Mingar, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang sangat memanjakan mata.
"Harapannya ke depan pemerintah bisa ken tempat ini menata pantai ini dengan baik. Supaya bisa memikat para pengunjung, baik lokal maupun mancanegara," harap Alvin.

Kepala Desa Pasir Putih, Isodorus Pasing mengatakan Pantai Mingar ramai dikunjungi pada hari Minggu dan hari libur.

"Orang-orang lokal dan bule biasa berkunjung ke Pantai Mingar. Tetapi, jumlahnya sedikit sekali. Padahal pantai ini sangat bagus untuk dikunjungi. Banyak spot-spot wisata di sini," kata Isodorus kepada Kompas.com.

Ia mengatakan, rendahnya minat orang mengunjungi Pantai Mingar karena akses jalan amat buruk. Lebih banyak lubang daripada aspalnya.

"Tahun ini, pemerintah menyelanggarakan Festival Guti Nale di Pantai Mingar ini. Harapannya dengan festival ini, infrastruktur, khususnya jalan bisa diperhatikan. Kalau untuk yang di desa, kita bisa atur pakai dana desa. Kita hanya butuh jalan menuju Mingar diperhatikan," katanya.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengatakan obyek wisata di Kabupaten Lembata tersebar di mana-mana, hampir di seluruh Lembata.

"Itu menjadi kesulitan kita untuk pembiayaan indikator kepariwisataan ini secara baik. Termasuk salah satunya adalah infrastruktur jalan, telepon, internet. Itu menjadi kendala, karena letaknya sangat berjauhan," katanya kepada Kompas.com di Pantai Mingar.

Di balik kendala itu, Wabup Ola tetap optimis, bahwa pada satu titik nanti, semua obyek-obyek pariwisata di Lembata akan terkonek dengan baik.

"Kita sudah memulai. Semuanya berproses. Kita harapkan pada satu titik, satu waktu nanti, semuanya terkoneksi dengan baik. Baik jalan, listrik, air, sarana prasaran kesehatan yang menghubungkan obyek-obyek wisata. Begitu juga jaringan internet. Karena sampai dengan saat ini, masih banyak obyek wisata yang belum terjangkau jaringan internet," ujar Wabup Ola dengan nada optimis.

Pesona Pantai Mingar, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang sangat memanjakan mata.KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Pesona Pantai Mingar, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang sangat memanjakan mata.
Ia menambahkan, peran pemerintah dalam rangka mempromosikan destinasi ariwisata adalah pemerintah mencoba membangun jejaring dengan semua stakeholders, baik lokal maupun dari luar.

Terkait wisata budaya, ia menyebut pemerintah terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, agama, pemuda, dan teman-teman wartawan untuk menjadi jejaring sosial. "Kita membawa informasi pariwisat ke luar," ujarnya.

Selain itu, menurut Wabup Ola, pemerintah juga menjalin komunikasi dengan pelaku pariwisata yang ada di luar untuk boleh memainkan peran dalam mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Lembata.



Close Ads X