Hotel Bintang Lima yang Didirikan Bung Karno di Bali Direvitalisasi

Kompas.com - 16/03/2019, 16:00 WIB
Hotel Grand Inna Bali Beach yang terletak di Sanur, Denpasar, Bali akan direvitalisasi menjadi Kawasan Hotel Indonesia Bali.Kompas.com/SHERLY PUSPITA Hotel Grand Inna Bali Beach yang terletak di Sanur, Denpasar, Bali akan direvitalisasi menjadi Kawasan Hotel Indonesia Bali.

BALI, KOMPAS.com - Hotel Grand Inna Bali Beach yang terletak di Sanur, Denpasar, Bali akan direvitalisasi menjadi "Kawasan Hotel Indonesia Bali".

Dimulainya revitalisasi tahap pertama ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster, Walikota Denpasar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Iswandi Said, dan Direktur Utama PT Hotel Karya Indonesia Muhammad Isran.

Iswandi mengatakan, Grand Inna Bali Beach ini didirikan pada tahun 1963 oleh Presiden Pertama RI, Soekarno.

"Hotel ini adalah hotel bintang 5 pertama di Bali yang membawa kebanggaan bangsa Indonesia dan telah melayani tamu tamu kenegaraan," ujar Iswandi, Jumat (15/3/2019).

Iswandi melanjutkan, setelah 56 tahun beroperasi hotel ini harus menghadapi persaingan industri perhotelan yang sangat kompetitif, sehingga revitalisasi perlu dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut.

"Dalam lawatan Presiden RI Joko Widodo ke Bali tahun 2017, kami mendapat kesempatan melayani rombongan presiden yang menginap di hotel ini. Dan beliau berkenan memberikan arahan agar hotel Grand Inna Bali Beach dapat kembali menjadi ikon hotel kebangaan negara," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi langkap pengembangan Grand Inna Beach Bali menjadi Hotel Indonesia Bali ini.

"Selama ini Bali hotel-hotel yang kelasnya bintang 5, yang bagus itu hanya di kawasan Nusa Dua. Di Denpasar enggak ada, Bu (Menteri Rini). Yang ada Grand Inna Beach yang dibangun tahun 1963 ini," kata dia.

"Semoga nanti pertemuan-pertemuan internasional bisa ke sini. Karena luasnya, yang lain kecil-kecil, bintang 3 paling. Atau enggak melati. Karena itu menurut saya, bkonteks pengembangan ini harus mengakomodir itu semua. Semoga nanti ada event seni budaya juga di sini," lanjutnya.

Iswandi menambahkan, hotel dalam revitalisasi tahap 1 ini akan memiliki 161 kamar yang terdiri dari tipe deluxe sebanyak 139 dan tipe suite sebanyak 22

kamar, juga dilengkapi dengan fasilitas MICE (meeting, incentives, conference & exhibition), seperti ballroom yang mampu menampung 900 orang, bar, restaurant, fitness centre, swimming pool, spa, dan retail area.

"Diharapkan hotel akan mulai beroperasi pada bulan November 2020. Sejalan dengan pengoperasian hotel pada tahun 2020, akan dilanjutkan pelaksanaan revitalisasi untuk menjadikan Grand Inna Bali Beach yang memiliki luas 42 hektar menjadi suatu kawasan hotel terbesar di Sanur," lanjutnya.

Ia mengatakan, kawasan hotel ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana, mulai dari fasilitas akomodasi dengan total inventory kamar 1.017 yang terdiri dari 943 kamar untuk hotel berbintang tiga, empat dan lima yang terdiri dari 73 kamar premium villa dan 1 presidential villa.

Kawasan ini nantinya juga akan dilengkapi dengan convention centre yang mampu menampung hingga 10,000 orang, life-style art market, eco-park, dermaga, dan helipad.

"Kawasan Hotel Indonesia Bali" akan memberikan manfaat dan nilai tambah yang besar dalam meningkatkan kegiatan kepariwisataan Bali dan Indonesia pada umumnya," pungkas Iswandi.



Close Ads X