6 Langkah Pemerintah Tingkatkan Devisa Pariwisata Indonesia

Kompas.com - 19/03/2019, 11:07 WIB
Sejumlah baliho sebagai sarana promosi pariwisata Indonesia terpasang di Times Square, Manhattan, kota New York, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2018). Ini merupakan kali kedua Indonesia memasang media luar ruang di Times Square setelah pertama kali dilakukan pada Oktober 2017. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA Sejumlah baliho sebagai sarana promosi pariwisata Indonesia terpasang di Times Square, Manhattan, kota New York, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2018). Ini merupakan kali kedua Indonesia memasang media luar ruang di Times Square setelah pertama kali dilakukan pada Oktober 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai sektor unggulan, pariwisata ditargetkan bisa meraup devisa hingga 17,6 miliar dolar AS dan menjaring 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir tahun 2019.

Sebagai upaya mencapai target tersebut, pemerintah menetapkan enam langkah strategis.

Enam langkah strategis tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta pada Senin (18/3/2019). Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan beberapa kepala daerah di Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Rakor kali ini merupakan tindak lanjut dari rakor sebelumnya pada 29 Agustus 2018 di Yogyakarta. Adapun enam langkah strategis tersebut terkait 3A (atraksi, amenitas, aksesibilitas) dan 2P (Promosi dan Pelaku Usaha.

1. Mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur

Langkah pertama yang akan dilakukan pemerintah adalah percepatan penyelesaian beberapa proyek infrastruktur.

“Seperti New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Yogyakarta dan akses pendukungnya, runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, rapid exit taxiway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, dan pengembangan jalan di sekitar destinasi wisata," ujar Perry.

Menurutnya, percepatan penyelesaian proyek infrastruktur tersebut bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

2. Mendorong pengembangan atraksi wisata

Kemudian langkah kedua, lanjutnya, yakni mendorong perkembangan atraksi antara lain, di wilayah perbatasan atau crossborder tourism dengan menggelar berbagai atraksi budaya secara periodik.

Selain itu, akan dilakukan juga pengembangan atraksi wisata kepada segmen wisatawan berkualitas dengan menetapkan kapasitas daya dukung (carrying capacity) di daerah destinasi wisata seperti di Danau Toba dan Komodo di Labuan Bajo.

“Karena memenang jumlah wisatawannya tidak terlalu banyak tetapi masa tinggalnya dan spendingnya lebih besar, karena lebih banyak menikmati keindahan alam Indonesia,” katanya.

3. Meningkatkan kualitas amenitas


Page:

Close Ads X