Legenda Hilangnya Sepasang Pengantin di Umbul Temanten Boyolali

Kompas.com - 22/03/2019, 15:10 WIB
Umbul Temanten di Kawasan Umbul Pengging, Boyolali. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaUmbul Temanten di Kawasan Umbul Pengging, Boyolali.

BOYOLALI, KOMPAS.com – Pemandian alami merupakan salah satu pilihan obyek wisata yang bisa dikunjungi pada hari libur. Tentu kesegaran yang langsung bersumber dari mata air berbeda dengan kolam renang biasa.

Kesegaran mata air (umbul) seperti itu bisa dengan mudah ditemukan di Kabupaten Boyolali. Memang ada beberapa umbul yang kini menjadi obyek wisata andalan Kota Susu (julukan Boyolali).

Baca juga: Umbul Pengging, Pemandian Bernuansa Kerajaan di Boyolali

Salah satu umbul yang ada di Boyolali adalah Pengging. Total ada tiga kolam pemandian alami yang ada di sini. Ketika hari libur atau long weekend seperti libur lebaran, Umbul Pengging selalu diserbu banyak wisatawan.

Namun Umbul Pengging ternyata tidak hanya menyajikan kesegaran mata air. Setiap kolam pemandian alami-nya memiliki kisah masing-masing. Salah satunya adalah Umbul Temanten yang terletak dekat dengan area parkir Umbul Pengging.

Putri Prabu Brawijaya yang Sakit

Kisah legenda Umbul Temanten ini diceritakan oleh warga masyarakat setempat, Pak Wagimin saat ditemui Kompas.com Hari Sabtu (16/03/2019). Menurut dia, kisah legenda masih berhubungan dengan Raja Majapahit, Prabu Brawijaya.

Dikisahkan Prabu Brawijaya mempunyai putri yang cantik, tetapi ia memiliki penyakit yang membuat tubuhnya berbau amis. Sang Prabu pun mengadakan sayembara untuk menyembuhkan putrinya itu.

“Siapa yang bisa menyembuhkan putriku, jika perempuan akan menjadi saudara putriku dan jika laki-laki, maka ia akan aku nikahkan dengan putriku,” ucap Prabu Brawijaya dalam sayembaranya.

Baca juga: Legenda Tragis Umbul Duda, Mata Air Cantik di Boyolali

Akhirnya putri Sang Prabu pun sembuh. Namun yang berhasil menyembuhkannya adalah seorang pendeta tua. Bahkan untuk bepergian pendeta tua itu harus memakai tongkat.

Meski demikian, Prabu Brawijaya harus menepati sabda raja-nya. Apa yang ia ucapkan harus dilaksanakan. Sang Prabu pun menyampaikan perihal sayembara kepada putrinya, termasuk hadiah kepada seseorang yang berhasil menyembuhkannya.

Hilangnya Sepasang Pengantin

Meski terkejut, akhirnya putri Prabu Brawijaya menikah dengan pendeta tua yang telah menyembuhkannya itu. Usai menikah Sang Putri pun pergi dari istana. Prabu Brawijaya kemudian mengutus beberapa prajurit untuk mengawasi putrinya yang pergi seorang diri.

Para prajurit mengawasi Sang Putri dari kejauhan. Akhirnya perjalanan putri raja sampai di tempat yang saat ini menjadi Umbul Temanten di kawasan Umbul Pengging, Boyolali. Saat itu, umbul masih berbentuk kubangan atau kolam.

Baca juga: Jalan-jalan ke Boyolali, Nikmati Segarnya Es Dawet Durian

Sang Putri yang merasa haus, lelah, dan kepanasan tertarik dengan air bening dari kolam itu. Ia pun menceburkan dirinya ke dalam kolam itu. Namun ternyata putri raja tak kunjung muncul kembali ke permukaan. Ia hilang di kolam itu.

Para prajurit yang sudah mencari Sang Putri kemudian kembali ke Majapahit untuk melapor. Prabu Brawijaya kemudian meminta pendeta tua yang merupakan menantunya itu untuk mencari putrinya yang hilang sebagai tanggung jawabnya menjadi seorang suami.

Umbul Temanten di Kawasan Umbul Pengging, Boyolali yang dua sisinya sekilas mirip.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Umbul Temanten di Kawasan Umbul Pengging, Boyolali yang dua sisinya sekilas mirip.

Pendeta tua pun berangkat ke Tanah Pengging. Ia mencari istrinya dan ikut menceburkan diri ke kolam tempat putri raja menghilang. Namun sama dengan Sang Putri, pendeta tua itu juga tidak kunjung muncul ke permukaan.

Prajurit kembali melaporkan kejadian hilangnya suami putri raja. Prabu Brawijaya kemudian memerintahkan untuk membangun kolam mata air itu dengan benteng melingkar dan dinamai Umbul Temanten atau pengantin.

Baca juga: Serasa di Luar Negeri, Boyolali Kini Punya 3 Ikon Dunia

Meski demikian, tidak ada mitos apa pun di Umbul Temanten. Pasangan yang mandi di umbul ini tidak akan menghilang seperti kisah legendanya. Tidak ada pula mitos jika pasangan mandi di umbul ini, hubungan akan langgeng. Semua kembali pada kuasa Tuhan Yang Maha Esa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X