7 Etika Berwisata, Berlaku di Mana Saja

Kompas.com - 24/03/2019, 15:06 WIB
Pengunjung berada di Taman Kebun Bunga Amarilis, Patuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Sabtu (14/10/2017). Kebun bunga milik warga setempat yang bermekaran secara bersamaan menjadi destinasi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, khususnya bagi para pemburu swafoto. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOPengunjung berada di Taman Kebun Bunga Amarilis, Patuk, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Sabtu (14/10/2017). Kebun bunga milik warga setempat yang bermekaran secara bersamaan menjadi destinasi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, khususnya bagi para pemburu swafoto.

JAKARTA, KOMPAS.com - Informasi yang kian mudah didukung penerbangan berbiaya rendah membuat wisata kini jadi aktivitas yang lumrah. Sayangnya masalah kerap terjadi ketika wisatawan tidak mematuhi aturan dan tidak memiliki etika.

Padahal ketika seorang wisatawan berbuat onar di sebuah destinasi, ada nama negara atau daerah yang tersemat sebagai identitasnya. Yuk, tetap mematuhi aturan dan menjaga perkataan serta perilaku selama berwisata, seperti berikut ini:

1. Cari Informasi yang Banyak

Sebelum pergi, carilah informasi yang banyak. Dari buku, internet, atau bertanya pada orang yang sudah pernah ke sana. Sebab masing-masing daerah punya budaya yang berbeda. Hal yang Anda anggap biasa bisa jadi tidak biasa di destinasi tujuan.

2. Jangan Merasa Superior

Jangan pernah sekalipun merasa superior, karena Anda turis atau karena Anda mampu membiayain perjalanan sendiri. Justru karena Anda turis harus tetap menghormati warga lokal dan sebisa mungkin berbaur.

3. Bertanya Boleh, Beropini Pikir Dahulu

Isu agama dan politik terbilang sensitif, berlaku di mana saja. Jika ingin bertanya mengenai demografi agama atau ideologi politik di destinasi tersebut sebagai pengetahuan, boleh saja. Namun baiknya simpan opini Anda tentang agama dan politik.

4. Belajar Sedikit Bahasa dan Bahasa Tubuh

Sangat disarankan untuk belajar basaha dan bahasa tubuh destinasi tujuan Anda. Sebab di beberapa negara, ada acungan jari, gerakan kepala, atau kalimat yang biasa di negara lain, ternyata dianggap kasar dan mencemooh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X