Bandung Kini Miliki Indoor Edutainment Park Terbesar di Indonesia

Kompas.com - 26/03/2019, 08:03 WIB
Anak-anak tengah bermain sambil belajar di Bandung Champion City (BCC). BCC merupakan replika kota metropolitan mini untuk anak-anak yang dirancang sistematis dan realistis serupa dengan tatanan dan struktur kota sebenarnya. KOMPAS.com/RENI SUSANTIAnak-anak tengah bermain sambil belajar di Bandung Champion City (BCC). BCC merupakan replika kota metropolitan mini untuk anak-anak yang dirancang sistematis dan realistis serupa dengan tatanan dan struktur kota sebenarnya.

BANDUNG, KOMPAS.com – “Selamat pagi Pak...Selamat pagi Bu...,” ujar dua pegawai Bandung Champion City (BCC) yang mengenakan pakaian tentara kepada enam orang anak.

Dengan malu-malu, keenam anak yang diantar orang tuanya tersebut menghampiri dua pegawai tersebut. Mereka kemudian menerima setelan pakaian tentara cilik untuk dikenakan.

Setelah mengenakan pakaian tentara, anak-anak tersebut diajak berkeliling ke Bandung Champion City. Mereka bernyanyi lagu berisi bangga menjadi TNI.

Para anggota TNI cilik ini menembus keramaian kota. Ada kantor-kantor bank, rumah sakit, sirkuit balapan, pom bensin, toko kue, dan lainnya.

Di tengah kota, sekelompok TNI cilik ini bertemu dengan kelompok anak lain yang mengenakan pakaian polisi dan pemadam kebakaran.

Setelah bertegur sapa, mereka bernyanyi dan menari bersama mengikuti para pegawai BCC. Anak-anak tampak bergembira menyusuri wahana bermain sambil belajar ini.

“BCC merupakan replika kota metropolitan mini untuk anak-anak yang dirancang sistematis dan realistis serupa dengan tatanan dan struktur kota sebenarnya,” ujar CEO BCC Masrah Marang kepada Kompas.com dalam soft opening BCC, Minggu (24/3/2019).

Anak-anak tengah bermain sambil belajar di Bandung Champion City (BCC). BCC merupakan replika kota metropolitan mini untuk anak-anak yang dirancang sistematis dan realistis serupa dengan tatanan dan struktur kota sebenarnya.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Anak-anak tengah bermain sambil belajar di Bandung Champion City (BCC). BCC merupakan replika kota metropolitan mini untuk anak-anak yang dirancang sistematis dan realistis serupa dengan tatanan dan struktur kota sebenarnya.

Masrah menjelaskan, bentuk dan ukuran kota sudah disesuaikan dengan tingkat keamanan dan kenyamanan anak-anak. Itu pula yang menjadi alasan anak-anak dipanggil ibu dan bapak di wahana tersebut.

“Disebut ibu dan bapak karena ini adalah kota mereka,” tuturnya.

BCC memiliki 77 wahana dan 177 profesi yang akan dikenalkan kepada anak. Wahana yang berada di Lucky Square Mall, Jalan Terusan Jakarta ini diklaim sebagai indoor edutainment theme park terbesar di Indonesia.

Sebab luas BCC mencapai 10.000 meter. Sedangkan indoor edutainment theme park lainnya di Indonesia hanya memiliki luas 6.000 meter.

“Perencanaan BCC menghabiskan waktu 5 tahun dan pembangunan kurang dari 1 tahun,” ucapnya.

Wahana yang menghabiskan investasi Rp 125 miliar ini buka setiap hari dengan tiket Rp 150.000 untuk anak dan Rp 100.000 untuk dewasa.

Selama masa promo sepekan ke depan, harga tiket hanya 50 persennya. Berbagai promo pun akan diterapkan hingga grand launching BCC pada Juni atau Juli 2019.

“Kami akan membangun wahana serupa di 15 kota di Indonesia,” imbuhnya.

Anak-anak tengah bermain sambil belajar di Bandung Champion City (BCC). BCC merupakan replika kota metropolitan mini untuk anak-anak yang dirancang sistematis dan realistis serupa dengan tatanan dan struktur kota sebenarnya.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Anak-anak tengah bermain sambil belajar di Bandung Champion City (BCC). BCC merupakan replika kota metropolitan mini untuk anak-anak yang dirancang sistematis dan realistis serupa dengan tatanan dan struktur kota sebenarnya.

Bakat dan Minat Anak

Masrah mengungkapkan, BCC mengusung konsep edutainment sebagai ruang eksplorasi anak dan hiburan bagi keluarga.

Tempat ini menjadi laboratorium bermain berbasis kurukulum yang terintegrasi dengan sistem pendidikan Indonesia.

Selain itu, BCC memiliki fitur laporan bermain dalam bentuk pengenakan minat dan bakat anak. Sistem IT BCC akan mencatat jenis permainan yang dipilih anak.

Data tersebut kemudian diolah dalam beberapa penilaian minat dan bakat anak yang dinilai berdasarkan parameter tim psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

“Nanti akan terlihat, si anak mempunyai kecenderungan minat dan bakat anak. Ini akan membantu orangtua memonitor minat berkarir anak,” katanya.

Bagi orangtua yang penasaran, bisa langsung berkonsultasi dengan psikolog untuk mendiskusikan hasil dari laporan bermain anaknya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X