10 Etika yang Mesti Diperhatikan saat Wisata ke Negara Lain

Kompas.com - 01/04/2019, 19:00 WIB
Wisatawan mancanegara melintas di halaman Pura Goa Gajah, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (17/1/2019).  ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWOWisatawan mancanegara melintas di halaman Pura Goa Gajah, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (17/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak kenal maka tak sayang, kira-kira perumpamaan tersebut yang tepat menggambarkan etika berwisata di suatu negara. Masing-masing negara memiliki budaya yang berbeda, pada akhirnya memengaruhi pola pikir dan perilaku.

Di negara asal wisatawan mengucapkan atau menggerakan bagian tubuh tertentu mungkin dianggap biasa. Namun di negara-negara ini, tampak jadi tak biasa. Lebih parahnya, dapat menyinggung warga lokal karena dianggap tidak sopan.

Untuk itu penting mengetahui bahasa dasar, baik untuk verbal non verbal saat berkunjung ke sebuah negara, seperti berikut ini:

1. Korea

Jika sedang flu dan pilek, lebih baik meminta izin membersihkan ingus ke kamar mandi. Sebab membuang ingus di tempat umum dianggap sangat tidak sopan di Korea, terutama saat makan.

2. Argentina

Jangan kaget jika ke Argentina, warga lokal akan menyambut dengan ciuman di pipi. Ciuman di pipi dianggap normal di sana, bahkan sesama pria.

3. India

Sama seperti di Indonesia, di India wajar menyantap makanan tradisional dengan tangan langsung tanpa alat makan. Perhatikan untuk menggunakan tangan kanan saja, karena tangan kiri dianggap tidak higienis.

4. Vietnam

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X