Melihat Kemeriahan Acara Kirab Peringatan Naik Tahta Raja Surakarta

Kompas.com - 02/04/2019, 07:04 WIB
Kirab Peringatan Kenaikan Tahta Raja Surakarta, Pakubuwana XIII. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaKirab Peringatan Kenaikan Tahta Raja Surakarta, Pakubuwana XIII.

SURAKARTA, KOMPAS.com – Keraton Surakarta Hadiningrat pada Senin (01/04/2019) mengadakan acara kirab peringatan kenaikan tahta Raja Surakarta saat ini, Pakubuwana XIII. Acara dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.

Keseluruhan rangkaian acara bertajuk Mangayubagya Tingalan Dalem Jumenengan Kaping 15 Sampeyan Ndalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIII & Kirab Agung Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Baca juga: Melihat Uniknya Prosesi Pemindahan Gamelan Sekaten Keraton Surakarta

Menurut keterangan dari abdi dalem Keraton Surakarta Hadiningrat bernama Pak Hastoto yang ditemui Kompas.com, Senin (01/04/2019) di Kori Kamandungan Lor, acara ini merupakan ritual tahunan Keraton Solo untuk memperingati naik tahta Pakubuwana XIII sebagai raja Surakarta.

Sebelum kirab dimulai, terlebih dahulu diadakan rangkaian acara di dalam keraton, yakni Pisowanan Ageng dan pertunjukan tarian Bedhaya Ketawang. Acara di dalam keraton itu dihadiri oleh raja, adik raja, keluarga serta kerabat raja, dan tamu undangan.

Kirab Agung

Usai acara di dalam keraton selesai, rangkaian acara selanjutnya adalah Kirab Agung. Sesuai dengan namanya, Sinuhun Pakubuwana XIII beserta permaisuri, keluarga, kerabat, dan tamu undangan diarak melewati rute yang telah ditentukan.

Pada penyelenggaraan Kirab Agung ini, rute kirab meliputi Keraton Surakarta Hadiningrat, Jalan Pakoe Boewono, Gladag, Perempatan Telkom, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Perempatan Baturono, Gading (Jalan Veteran).

Baca juga: Mencicipi Roti Kembang Waru, Kuliner Mewah Zaman Mataram Islam

Selanjutnya, rute kirab adalah menyusuri Perempatan Gemblekan ke Utara, Perempatan Nonongan (Jalan Slamet Riyadi) ke timur, kembali ke Gladag, dan akhirnya masuk kembali ke dalam keraton.

Menurut pengamatan Kompas.com, peserta kirab diawali oleh rombongan abdi dalem yang membawa tulisan acara. Selanjutnya marching band dari TNI mengikuti di belakangnya dan dilanjutkan oleh tim paskibra.

Kirab Peringatan Kenaikan Tahta Raja Surakarta, Pakubuwana XIII (01/04/2019).Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Kirab Peringatan Kenaikan Tahta Raja Surakarta, Pakubuwana XIII (01/04/2019).
Peserta kirab selanjutnya adalah dari SMK dan BPLP Kasatriyan Surakarta. Sementara di belakangnya adalah pasukan perkusi dan deretan prajurit dari Keraton Surakarta Hadiningrat.

Rombongan selanjutnya adalah pasukan berkuda dari kepolisian dan dilanjutkan oleh tamu dan pada kerabat keraton. Beberapa tamu atau kerabat sebagian naik di atas kuda atau berada di dalam kereta kuda.

Baca juga: Jelajah Kotagede, Cikal Bakal Keraton Surakarta dan Yogyakarta

Sebuah kereta kuda paling megah yang ditarik oleh delapan ekor kuda melintas setelahnya. Kereta kuda inilah yang ditumpangi oleh SISKS Pakubuwana XIII dan permaisuri. Pengawalan begitu ketat di kanan-kirinya, baik oleh pengawal keraton, polisi, TNI, hingga Banser.

Tepat di belakang kereta kuda raja, para penabuh gamelan senantiasa membunyikan instrumen gamelan agar suasana semakin agung. Gamelan yang ditabuh hanyalah semacam bonang dan dibawa dengan cara dipikul.

Rombongan Perkusi dari Keraton Surakarta Hadiningrat.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Rombongan Perkusi dari Keraton Surakarta Hadiningrat.
Rombongan masih ada. Selanjutnya ada iring-iringan kereta kuda yang membawa para kerabat keraton dan tamu undangan. Peserta kirab terakhir adalah para abdi dalem yang bersenjatakan tombak.

Masyarakat atau wisatawan yang sedang berkunjung ke Keraton Surakarta tentu tidak melewatkan acara ini. Sebelum rombongan mulai berjalan, mereka sudah memadati rute kirab untuk mendapatkan spot terbaik.

Baca juga: Jelajah Makam Raja di Kotagede Yogyakarta

Sepanjang perjalanan, didapati permaisuri melemparkan uang koin ke kerumunan masyarakat yang menonton acara kirab. Tidak jarang masyarakat berebut mendapatkan koin, terutama anak-anak.

Acara peringatan kenaikan tahta Sinuhun Pakubuwana XIII menurut Pak Hastoto selalu diadakan setiap tahunnya pada Bulan Rajab menurut kalender Hijriyah, atau Bulan Rejeb menurut kalender Jawa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X