Kemenpar Siapkan 49 Kegiatan untuk Pulihkan Pariwisata Selat Sunda

Kompas.com - 02/04/2019, 10:14 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kiri) menyimak penjelasan renovasi sekaligus pengembangan fasilitas wisata pantai saat mencanangkan Gerakan Kebangkitan Pariwisata Selat Sunda Pascatsunami di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Senin (1/4/2019). Acara tersebut digelar untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di Kawasan Selat Sunda pascatsunami tiga bulan lalu serta seiring telah dicabutnya status Siaga (level III) Gunung Anak Krakatau sehingga seluruh kawasan pantai di Selat Sunda dinyatakan aman untuk dikunjungi.ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kiri) menyimak penjelasan renovasi sekaligus pengembangan fasilitas wisata pantai saat mencanangkan Gerakan Kebangkitan Pariwisata Selat Sunda Pascatsunami di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Senin (1/4/2019). Acara tersebut digelar untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di Kawasan Selat Sunda pascatsunami tiga bulan lalu serta seiring telah dicabutnya status Siaga (level III) Gunung Anak Krakatau sehingga seluruh kawasan pantai di Selat Sunda dinyatakan aman untuk dikunjungi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata ( Kemenpar) akan menggelar 49 kegiatan di Banten untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata di wilayah Selat Sunda dan sekitarnya pasca-tsunami beberapa waktu lalu.

Semua kegiatan yang akan dilaksanakan ini terkait dengan tiga strategi pemulihan sektor pariwisata Selat Sunda yang meliputi pemulihan sumber daya manusia (SDM), pemulihan pemasaran, dan pemulihan destinasi terdampak.

"Pemulihan pariwisata pasca- tsunami Selat Sunda targetnya enam bulan. Jadi, diharapkan hingga 22 Juni 2019 dengan 49 kegiatan pemulihan harus sudah selesai dilakukan di Banten," ujar Arief Yahya sesuai siaran pers yang diterima KompasTravel, Senin (1/4/2019).

Baca juga: Berburu Senja di Carita yang Tak Lagi Berduka

Adapun 49 kegiatan yang direncanakan tersebut terdiri dari pemulihan destinasi terdampak sebanyak 16 kegiatan, pemulihan pemasaran dan promosi sebanyak 19 kegiatan, serta SDM dan kelembagaan sebanyak 14 kegiatan. Dari 49 kegiatan, sampai dengan 30 Maret 2019, telah dilaksanakan 16 kegiatan (32,65 persen).

"Untuk dukungan kegiatan pemulihan, silakan Dinas Pariwisata daerah segera mengkoordinasikan dengan Kementerian Pariwisata," kata Menpar.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Serang, Hamdani (kiri) melepas peserta Fun Bike sekaligus membuka Anyer Urban Festival 2019 di Pantai Anyer, Banten, Jawa Barat, Sabtu (30/3/2019). Anyer Urban Festival 2019 menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali kepercayaan wisatawan domestik dan mancanegara bahwa Anyer adalah salah satu lokasi wisata terbaik di Banten yang patut dikunjungi pasca bencana tsunami selat Sunda pada Desember 2018.ANTARA FOTO/HO/Elvis Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Serang, Hamdani (kiri) melepas peserta Fun Bike sekaligus membuka Anyer Urban Festival 2019 di Pantai Anyer, Banten, Jawa Barat, Sabtu (30/3/2019). Anyer Urban Festival 2019 menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali kepercayaan wisatawan domestik dan mancanegara bahwa Anyer adalah salah satu lokasi wisata terbaik di Banten yang patut dikunjungi pasca bencana tsunami selat Sunda pada Desember 2018.
Pemulihan dampak pasca-tsunami Selat Sunda, disebutkan menjadi prioritas tersendiri bagi Kemenpar.

Selain membentuk tim Selat Sunda Aman, Kemenpar juga menggelontorkan anggaran sekitar Rp 15 miliar untuk program pemulihan sektor pariwisata di Banten dan Lampung.

Menpar memantau langsung perkembangan daerah yang terdampak bencana pascatsunami Selat Sunda tiap bulan, semenjak kejadian pada 22 Desember 2018. (*)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X