Kemenpar: Selat Sunda Aman Dikunjungi

Kompas.com - 02/04/2019, 13:08 WIB
Pantai Tanjung Lesung, Banten, menawarkan suguhan lanskap yang cantik.DOK. Rhino Cross Triathlon 2018 Pantai Tanjung Lesung, Banten, menawarkan suguhan lanskap yang cantik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil rapat koordinasi antara Tim Selat Sunda Aman Kemenpar dengan BMKG, PVMBG, dan BNPB pada 14 Maret 2019 lalu untuk memastikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan upaya mitigasi bencana Selat Sunda, memberi informasi perkembangan positif.

Adapun informasi yang didapat antara lain, Badan Geologi menyatakan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah mengalami penurunan dan tidak ada fenomena pembengkakan atau fenomena tumbuhnya Gunung Anak Krakatau.

Semua peralatan untuk mendeteksi aktivitas Gunung Anak Krakatau telah diaktivasi. Masyarakat hanya diminta menjauh dari radius lima kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Baca juga: Pesona Gunung Krakatau Kalahkan Gunung-gunung Api Negara Lain

BMKG juga telah memasang berbagai peralatan mitigasi bencana, seperti water level dan early warning system.

Lebih lanjut, sejak 25 Maret 2019 pukul 12.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menurunkan status Gunung Anak Krakatau dari level III (siaga) ke Level II (waspada).

Berbagai upaya juga dilakukan untuk memulihkan pariwisata di Selat Sunda. Seperti menyelenggarakan 49 kegiatan untuk membantu pemulihan pariwisata.

Suasana matahari tenggelam di kawasan KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/9/2018). Dalam upaya mempromosikan wilayah di ujung paling barat Pulau Jawa itu, Kementerian Pariwisata menggagas perhelatan Festival Pesona Tanjung Lesung yang memadukan festival olahraga (sport tourism) dan atraksi budaya.ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A Suasana matahari tenggelam di kawasan KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/9/2018). Dalam upaya mempromosikan wilayah di ujung paling barat Pulau Jawa itu, Kementerian Pariwisata menggagas perhelatan Festival Pesona Tanjung Lesung yang memadukan festival olahraga (sport tourism) dan atraksi budaya.

Salah satu program acara untuk membangkitkan sektor pariwisata, Kabupaten Serang juga menginisiasi "Anyer Reborn".

"Anyer semenjak krisis moneter dan tsunami, tidak se-booming dulu. Maka dari itu, melalui Anyer Reborn diselenggarakan sejumlah event sepanjang 2019, sebagai atraksi untuk kembali meramaikan Anyer," ujar Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah sesuai siaran pers yang KompasTravel terima, Senin (1/4/2019).

Sejumlah event yang diselenggarakan untuk memeriahkan Kabupaten Serang antara lain Lomba Burung Berkicau (Maret 2019), AKCF Fun Bike (Maret 2019), Festival Silat Kaserangan (Juni 2019), Expo Anyer Krakatau Culture Festival (Juni 2019), Lomba Batik Serang (Juni 2019), Beach Clean Up (Juli 2019), Lomba Foto (Juli 2019), Color Run Fun (Agustus 2019), Ngagurah Dano (Agustus 2019), Lomba Kuliner (Agustus 2019), Night Dance Competition (Agustus 2019), Lomba Mancing Selat Sunda (September 2019), Anyer Adventure Destination (September 2019), Anyer Krakatau Bike Festival (September 2019), AKCF Surfing Competition (Oktober 2019), dan Festival Bedolan Pamarayan (Oktober 2019).

Dari data kunjungan wisatawan Kabupaten Serang di 2018 diketahui wisatawan nusantara mencapai 8,3 juta dan wisatawan mancanegara mencapai 1.470 orang. Namun pada 2019 hingga saat ini (awal April 2019) capaian masih terbilang rendah. Tingkat okupansi hotel pasca tsunami hanya 10-30 persen.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X