Kompas.com - 02/04/2019, 17:07 WIB
Kapal pesiar Equanimity berada di di perairan Tanjung Benoa, Bali, pada 4 April 2018. (AFP/Sonny Tumbelaka) Kapal pesiar Equanimity berada di di perairan Tanjung Benoa, Bali, pada 4 April 2018. (AFP/Sonny Tumbelaka)

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisman yang datang melalui pintu masuk laut pada Februari 2019 mengalami kenaikan sebesar 35,99 persen dibanding Februari 2018, yaitu dari 261,04 ribu kunjungan menjadi 354,98 ribu kunjungan.

Persentase kenaikan tertinggi tercatat di Pelabuhan Tanjung Uban, Kepulauan Riau, sebesar 54,69 persen.

Sebaliknya, persentase penurunan terjadi di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali sebesar 86,46 persen dan Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah sebesar 27,04 persen.

Bila dibandingkan dengan Januari 2019, penurunan hanya terjadi di di Pelabuhan Tanjung Benoa Bali sebesar 69,39 persen.

Baca juga: Banyuwangi-Benoa Dikembangkan Jadi Pelabuhan Pariwisata

Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana menanggapi hal tersebut. Ia mengatakan pariwisata sendiri pada dasarnya sangat sensitif dengan hal-hal yang terkait dengan keamanan.

Menurutnya, faktor keamanan bisa bersumber dari berbagai macam hal seperti erupsi gunung berapi, gempa, tsunami, kecelakaan pesawat, hingga khususnya di Indonesia berkaitan dengan tahun politik.

“Nah yang terakhir ini 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Pergesekan-pergesekan yang mengganggu keamanan dikhawatirkan bisa terjadi di mana saja. Nah, bagi calon wisatawan tentu semua itu menjadi pertimbangan-pertimbangan sebelum mereka memutuskan untuk berkunjung ke sebuah destinasi,” kata Ketut kepada KompasTravel saat dihubungi, Selasa (1/4/2019).

Baca juga: Tanjung Benoa, Lokasi Favorit Wisata Water Sport di Bali

Tak hanya di Indonesia, menurut Ketut hal serupa pun terjadi di negara lain seperti di Lebanon.

“Contoh sederhananya orang tentu akan berfikir untuk pergi menjadi turis ke Lebanon. Misalnya yang setiap saat bisa terjadi pergesekan lagi di antara yang bersengketa,” kata dia.

Oleh sebab itu, Ketut pun berharap kondisi Indonesia sudah dapat disebut aman dan nyaman untuk dikunjungi, usai pemilihan umum pada 17 April mendatang. Sehingga jumlah kunjungan wisman pun bisa kembali normal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.