Kompas.com - 02/04/2019, 18:10 WIB
Foto udara proyek pengembangan pesisir Mandalika yang diusulkan menjadi lokasi balapan sepeda motor MotoGP dengan sirkuit jalan yang dibangun khusus, di Mandalika, selatan Lombok, Sabtu (23/2/2019). Kembalinya MotoGP ke Indonesia setelah lebih dari dua dekade dan menggunakan lokasi di Pulau Lombok diharapkan dapat menghidupkan kembali ekonomi dan pariwisata pulau tersebut yang sempat dilanda gempa bumi dahsyat, 2018 lalu. AFP PHOTO/ARSYAD ALIFoto udara proyek pengembangan pesisir Mandalika yang diusulkan menjadi lokasi balapan sepeda motor MotoGP dengan sirkuit jalan yang dibangun khusus, di Mandalika, selatan Lombok, Sabtu (23/2/2019). Kembalinya MotoGP ke Indonesia setelah lebih dari dua dekade dan menggunakan lokasi di Pulau Lombok diharapkan dapat menghidupkan kembali ekonomi dan pariwisata pulau tersebut yang sempat dilanda gempa bumi dahsyat, 2018 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca gempa yang melanda Lombok pada Juli 2018, kunjungan wisatawan belum pulih seperti sedia kala.

Data terakhir dari dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Februari 2019, kunjungan wisatawan mancanegara ke Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan 38,14 persen, jika dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Pertama, kepercayaan dari wisatawan mancanegara ke Lombok masih kurang. Apakah sudah aman dari gempa atau belum. Itu tidak gampang menyakinkan orang datang ke Lombok," kata Ketua DPD Asosiasi Agen Perjalanan dan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Barat Dewantoro Umbu Joka, dihubungi KompasTravel, Senin (1/4/2019).

Baca juga: Hingga Februari 2019, Wisman Masih Takut liburan ke Lombok

Dewantoro menyebutkan penurunan kunjungan wisatawan bukan hanya terjadi pada wisatawan mancanegara, melainkan juga pada wisatawan domestik.

"Harapan kami sebagai Asita NTB, media bisa yakinkan pasar di luar bahwa Lombok masih aman kok. Lombok itu layak kok dikunjungi kok. Kendala itu persaingan antar provinsi memang terjadi. Semua daerah mengembangkan pariwisata," kata Dewantoro.

Asita NTB juga meminta pemerintah untuk menurunkan tiket pesawat domestik agar wisatawan domestik juga dapat memilih Lombok sebagai pilihan destinasi liburan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau untuk data BPS, itu fakta tertulis yang tidak bisa kita bantah. Selain low season, dampak dari bencana itu ada. Efek keduanya mahalnya tiket domestik. Misalnya ekspariat datang ke Jakarta, Yogyakarta, Bali saat low season itu turun. Kita mengharapkan domestik, dengan adanya tiket naik, juga sama saja susah beli," kata Humas Asita NTB Supratman Samsi. 

Baca juga: Kemenpar Pantau Penanganan Banjir Sentani dan Gempa Lombok

Supratman juga mengatakan NTB membutuhkan pemberitahuan besar-besaran mengenai mitigasi bencana. Hal ini dimaksudkan agar wisatawan mengetahui apa yang harus dilakukan dan menghubungi ke mana ketika terjadi bencana untuk merasa aman.  

BPS mencatat dari pintu masuk udara yakni Bandara Internasional Lombok, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung pada periode Januari-Februari 2019 mencapai 5.713 orang. Sedangkan para periode Januari-Februari 2018, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung mencapai 11.786 orang.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.