Pergerakan Wisatawan ke Lombok Terkendala Mahalnya Tiket Pesawat

Kompas.com - 02/04/2019, 19:12 WIB
Panorama Pantai Kuta, kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/6/2016). Kawasan pesisir Mandalika berpotensi menjadi salah satu kawasan ekonomi khusus pariwisata yang dikembangkan untuk tujuan wisata unggulan Indonesia. Meski demikian, tantangan pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat lokal serta penataan kelestarian lingkungan dari dampak pembangunan perlu diperhatikan. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOPanorama Pantai Kuta, kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/6/2016). Kawasan pesisir Mandalika berpotensi menjadi salah satu kawasan ekonomi khusus pariwisata yang dikembangkan untuk tujuan wisata unggulan Indonesia. Meski demikian, tantangan pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat lokal serta penataan kelestarian lingkungan dari dampak pembangunan perlu diperhatikan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Turunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lombok pasca gempa membuat Asita NTB berharap slot tersebut dapat diisi oleh wisatawan domestik.

Ketua DPD Asosiasi Agen Perjalanan dan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Barat Dewantoro Umbu Joka, dihubungi KompasTravel, Senin (1/4/2019) mengatakan sebenarnya lumrah pada awal tahun (Januari-April) kunjungan wisatawan mancanegara menurun.

Sebab sebelum gempa Lombok terjadi 2018, awal tahun merupakan low season atau musim sepi pengunjung wisatawan mancanegara.

"Justru yang kita harapkan itu Januari sampai April itu wisatawan domestik. Pemerintah harus serius memberikan solusi terbaik untuk musim Januari-April karena itu adalah pergerakan wisnus. Kalau harga tiketnya mahal itu siapa yang datang," kata Dewantoro.

Baca juga: Hingga Februari 2019, Wisman Masih Takut liburan ke Lombok

Tak hanya Dewantoro yang mengeluhkan ini, tetapi juga Humas Asita NTB Supratman Samsi.

Ia menyebutkan para pelaku di industri pariwisata NTB juga mengeluhkan kenaikan pada harga kargo pesawat. Hal ini berdampak pada harga oleh-oleh dan pembelian dari para wisatawan.

"Solusi yang komprehensif untuk Lombok yang kami harapkan. Protes dan pertemuan sudah sering. Belum ada efek yang signifikan sampai sekarang ini," jelas Supratman.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik untuk periode Januari-Februari 2019 memaparkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan, jika dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dari pintu masuk udara yakni Bandara Internasional Lombok, jumlah wisman yang berkunjung pada periode Januari-Februari 2019 mencapai 5.713 orang.

Sedangkan para periode Januari-Februari 2018, jumlah wisman yang berkunjung mencapai 11.786 orang. Jumlah perbandingan dalam persentase minus 38,14 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X